{"id":106863,"date":"2026-09-21T16:24:36","date_gmt":"2026-09-21T09:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/20-kecamatan-di-cianjur-terdampak-kekeringan-akibat-kemarau-panjang\/"},"modified":"2026-09-21T16:24:36","modified_gmt":"2026-09-21T09:24:36","slug":"20-kecamatan-di-cianjur-terdampak-kekeringan-akibat-kemarau-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/20-kecamatan-di-cianjur-terdampak-kekeringan-akibat-kemarau-panjang\/","title":{"rendered":"20 Kecamatan di Cianjur Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1789980629_1b65d9159c774ea55a79.jpg\" alt=\"20 Kecamatan di Cianjur Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang\"\/><figcaption>DAMPAK KEMARAU PANJANG: BPBD Cianjur mencatat 20 kecamatan mengalami kekeringan akibat dampak kemarau panjang.(MI\/Benny Bastiandy)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>LEBIH dari separuh wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini dalam kondisi kritis akibat kemarau panjang. Fenomena alam ini memicu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kekeringan\" title=\"kekeringan\">kekeringan<\/a> luas yang berdampak pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/krisis-air-bersih\" title=\"Krisis air bersih\">krisis air bersih<\/a> bagi masyarakat serta terganggunya pasokan air untuk lahan pertanian.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi laporan lapangan, sebanyak 20 dari total 32 kecamatan di Cianjur telah terdampak kekeringan. Wilayah yang terdampak tersebar mulai dari zona utara, tengah, hingga selatan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Hasil rekap data yang kami catat, ada 63 kasus kekeringan tersebar di 20 kecamatan akibat dampak kemarau panjang di Kabupaten Cianjur,&#8221; ujar Samudra pada Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935493\/kekeringan-meluas-di-tasikmalaya-bpbd-dan-tagana-pasok-ratusan-ribu-liter-air-bersih\" title=\"Kekeringan Meluas di Tasikmalaya, BPBD dan Tagana Pasok Ratusan Ribu Liter Air Bersih\" target=\"_blank\">Kekeringan Meluas di Tasikmalaya, BPBD dan Tagana Pasok Ratusan Ribu Liter Air Bersih<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Daftar Wilayah Terdampak<\/h2>\n<p>Adapun 20 kecamatan yang melaporkan kondisi kekeringan meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Agrabinta<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bojongpicung<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Campakamulya<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cianjur<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cibeber<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cibinong<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cidaun<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cikalongkulon<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cilaku<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ciranjang<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gekbrong<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Haurwangi<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kadupandak<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Karangtengah<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Leles<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mande<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Naringgul<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pagelaran<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sukaluyu<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tanggeung<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Dari puluhan wilayah tersebut, Kecamatan Cikalongkulon menjadi daerah dengan dampak terparah dengan total 15 laporan kejadian. Kekeringan di kecamatan ini melanda sejumlah desa, di antaranya Desa Padajaya, Cijagang, Mekarsari, Cinangsi, Neglasari, Mekarmulya, Lembangsari, Gudang, Mekarjaya, Mekargalih, Cigunungherang, Kamurang, dan Mentengsari.<\/p>\n<h2>Ribuan Warga Krisis Air Bersih<\/h2>\n<p>Dampak kekeringan ini dirasakan langsung oleh sedikitnya 3.527 kepala keluarga atau sekitar 6.714 jiwa. Warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari karena sumber-sumber air alami di lingkungan mereka telah mengering.<\/p>\n<p>Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Cianjur terus melakukan langkah penanggulangan darurat. Samudra menegaskan bahwa pihaknya rutin mendistribusikan bantuan air bersih ke titik-titik yang membutuhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menindaklanjuti setiap laporan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih. Kami berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti, Palang Merah Indonesia (PMI), maupun Polres Cianjur untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak,&#8221; tutup Samudra. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935737\/20-kecamatan-di-cianjur-terdampak-kekeringan-akibat-kemarau-panjang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DAMPAK KEMARAU PANJANG: BPBD Cianjur mencatat 20 kecamatan mengalami kekeringan akibat dampak kemarau panjang.(MI\/Benny Bastiandy) LEBIH dari separuh wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini dalam kondisi kritis akibat kemarau panjang. Fenomena alam ini memicu kekeringan luas yang berdampak pada krisis air bersih bagi masyarakat serta terganggunya pasokan air untuk lahan pertanian. Kepala Bidang Kedaruratan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}