{"id":106622,"date":"2026-09-21T03:23:47","date_gmt":"2026-09-20T20:23:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/rajiah-sallsabillah-dan-kadek-adi-asih-raih-perak-speed-relay-di-world-climbing-series-chongqing-2026\/"},"modified":"2026-09-21T03:23:47","modified_gmt":"2026-09-20T20:23:47","slug":"rajiah-sallsabillah-dan-kadek-adi-asih-raih-perak-speed-relay-di-world-climbing-series-chongqing-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/rajiah-sallsabillah-dan-kadek-adi-asih-raih-perak-speed-relay-di-world-climbing-series-chongqing-2026\/","title":{"rendered":"Rajiah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih Raih Perak Speed Relay di World Climbing Series Chongqing 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/21\/1789935533_6a6d78fb18b4a4562512.jpg\" alt=\"Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih Raih Perak Speed Relay di World Climbing Series Chongqing 2026\"\/><figcaption>Pasangan atlet panjat tebing Indonesia Raji&#8217;ah Sallsabillah (kanan) dan Kadek Adi Asih berpose seusai menyabet medali perak dalam World Climbing Series Chongqing 2026 di Tiongkok, Minggu (20\/9\/2026).(Ant\/HO-World Climbing)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PASANGAN atlet <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/panjat-tebing\" title=\"panjat tebing\">panjat tebing<\/a> Indonesia, Raji&#8217;ah Sallsabillah dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kadek-adi-asih\" title=\"Kadek Adi Asih\">Kadek Adi Asih<\/a>, berhasil menyabet medali perak pada nomor <i>speed estafet (relay)<\/i> putri dalam ajang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/world-climbing-series-chongqing-2026\" title=\"World Climbing Series Chongqing 2026\">World Climbing Series Chongqing 2026<\/a> di Tiongkok, Minggu (20\/9\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi, berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin,&#8221; kata Raji&#8217;ah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Perempuan yang akrab disapa Billah itu mengaku bersyukur bisa membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Ia menegaskan kesiapannya untuk dipasangkan dengan siapa pun di nomor <i>speed relay<\/i>. Menurutnya, siapa pun pasangannya, hasil terbaik akan diraih selama tampil maksimal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/932754\/indonesia-raih-emas-speed-relay-campuran-di-world-climbing-series-guiyang-2026\" title=\"Indonesia Raih Emas Speed Relay Campuran di World Climbing Series Guiyang 2026\" target=\"_blank\">Indonesia Raih Emas Speed Relay Campuran di World Climbing Series Guiyang 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Senada dengan Billah, Kadek Adi Asih menambahkan bahwa kedisiplinan dalam mengikuti program latihan pelatih menjadi faktor utama keberhasilan ini. Meski demikian, ia menyadari masih ada aspek yang perlu dievaluasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan,&#8221; ujar Kadek.<\/p>\n<h3>Jalannya Pertandingan<\/h3>\n<p>Dalam laga final tersebut, pasangan Raji&#8217;ah Sallsabillah\/Kadek Adi Asih harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang. Kadek membukukan waktu 6,7 detik, sementara Raji&#8217;ah mencatatkan 8,6 detik, sehingga total waktu yang diraih Indonesia adalah 15,3 detik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/932521\/antasyafi-robby-persembahkan-medali-emas-world-climbing-series-untuk-sang-ibu\" title=\"Antasyafi Robby Persembahkan Medali Emas World Climbing Series untuk Sang Ibu\" target=\"_blank\">Antasyafi Robby Persembahkan Medali Emas World Climbing Series untuk Sang Ibu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di sisi lain, pasangan Tiongkok tampil sangat cepat dengan total waktu 12,97 detik, hasil dari catatan Fan (6,43 detik) dan Zhang (6,54 detik). Persaingan sebenarnya berlangsung ketat sejak awal, namun Billah yang menjadi pemanjat kedua sempat terpeleset sehingga kehilangan momentum krusial.<\/p>\n<p>Adapun medali perunggu di nomor ini diraih oleh pasangan Italia, Giulla Randi dan Beatrice Colli, setelah mengalahkan wakil Prancis, Louise Fountaine dan Capucine Viglione.<\/p>\n<h3>Hasil Nomor Lain<\/h3>\n<p>Pada nomor <i>speed relay<\/i> putra, Indonesia yang diperkuat oleh Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa harus terhenti langkahnya di babak perempat final. Medali emas nomor ini diraih oleh Ukraina, disusul Amerika Serikat (perak), dan Tiongkok (perunggu).<\/p>\n<p>Selain nomor estafet, Indonesia juga menurunkan atlet di nomor <i>speed<\/i> individu putra, <i>speed<\/i> individu putri, serta <i>speed relay<\/i> campuran. Namun, pada nomor-nomor tersebut, atlet Tanah Air belum berhasil membawa pulang medali. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/935569\/rajiah-sallsabillah-dan-kadek-adi-asih-raih-perak-speed-relay-di-world-climbing-series-chongqing-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasangan atlet panjat tebing Indonesia Raji&#8217;ah Sallsabillah (kanan) dan Kadek Adi Asih berpose seusai menyabet medali perak dalam World Climbing Series Chongqing 2026 di Tiongkok, Minggu (20\/9\/2026).(Ant\/HO-World Climbing) PASANGAN atlet panjat tebing Indonesia, Raji&#8217;ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih, berhasil menyabet medali perak pada nomor speed estafet (relay) putri dalam ajang World Climbing Series Chongqing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106622"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106622\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}