{"id":106606,"date":"2026-09-21T01:35:48","date_gmt":"2026-09-20T18:35:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pasca-muktamar-nu-mekanisme-pengambilan-keputusan-jadi-sorotan\/"},"modified":"2026-09-21T01:35:48","modified_gmt":"2026-09-20T18:35:48","slug":"pasca-muktamar-nu-mekanisme-pengambilan-keputusan-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/pasca-muktamar-nu-mekanisme-pengambilan-keputusan-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Pasca-Muktamar NU, Mekanisme Pengambilan Keputusan Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/20\/1789907345_8126a69f848b120284d9.jpeg\" alt=\"Pasca-Muktamar NU, Mekanisme Pengambilan Keputusan Jadi Sorotan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Wacana penyelenggaraan Muktamar ulang Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 menjadi perhatian seiring pentingnya menjaga keberlanjutan tata kelola organisasi dan memastikan setiap proses pengambilan keputusan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Forum Koordinator Wilayah Tim Qonun Asasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/muktamar-nu\" title=\"Muktamar NU\">Muktamar NU<\/a> ke-35 Jombang menilai setiap gagasan untuk menggelar forum baru perlu memiliki dasar organisatoris yang jelas, termasuk mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD\/ART) NU.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Muktamar ke-35 NU telah berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27\u201331 Agustus 2026. Berdasarkan informasi resmi Muktamar NU, forum tersebut merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi dan diikuti lebih dari 500 cabang serta wilayah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/927519\/muktamar-ke-35-nu-sepakati-mekanisme-baru-pemilihan-ketua-umum-pbnu\" title=\"Muktamar ke-35 NU Sepakati Mekanisme Baru Pemilihan Ketua Umum PBNU\" target=\"_blank\">Muktamar ke-35 NU Sepakati Mekanisme Baru Pemilihan Ketua Umum PBNU<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Dalam proses pemilihan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ketua-umum-pbnu\" title=\"Ketua Umum PBNU\">Ketua Umum PBNU<\/a>, forum Muktamar menyepakati penggunaan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Data yang dihimpun dari hasil Muktamar menunjukkan 401 dari 552 suara mendukung mekanisme tersebut, sementara 150 suara memilih mekanisme pemilihan langsung dan satu suara dinyatakan tidak sah.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Selanjutnya, sembilan anggota AHWA menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026\u20132031 melalui musyawarah mufakat. Sebelum proses tersebut, Gus Kikin memperoleh 472 suara dalam penjaringan calon ketua umum.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Juru Bicara Forum Korwil Qonun Asasi NU Syamsudin M Pay mengatakan wacana Muktamar ulang perlu diuji berdasarkan ketentuan organisasi, bukan semata karena adanya perbedaan pandangan terhadap hasil Muktamar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/932408\/gus-kikin-diminta-putus-rantai-konflik-di-internal-pbnu\" title=\"Gus Kikin Diminta Putus Rantai Konflik di Internal PBNU\" target=\"_blank\">Gus Kikin Diminta Putus Rantai Konflik di Internal PBNU<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">\u201cKalau memang ada dasar untuk mengulang Muktamar, harus dijelaskan secara terbuka pasal AD\/ART yang menjadi dasar, keputusan organisasi yang memberikan kewenangan, serta organ NU yang berwenang menyelenggarakannya,\u201d ujar Syamsudin, di Jakarta, Minggu (20\/9\/2026).<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Ketentuan organisasi yang tersedia mengenal Muktamar Luar Biasa (MLB) dengan persyaratan tertentu. Peraturan NU menyebut MLB dapat diusulkan sekurang-kurangnya 50% lebih satu dari jumlah wilayah dan cabang serta dipimpin dan diselenggarakan PBNU.<\/p>\n<p data-v-22d73403=\"\">Karena itu, perdebatan mengenai keberlanjutan hasil Muktamar Jombang berpotensi kembali pada persoalan mendasar, yakni bagaimana setiap perbedaan pandangan dapat disalurkan melalui mekanisme organisasi yang sah dan tetap menjaga kesinambungan jam\u2019iyah NU.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/935506\/pasca-muktamar-nu-mekanisme-pengambilan-keputusan-jadi-sorotan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Wacana penyelenggaraan Muktamar ulang Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 menjadi perhatian seiring pentingnya menjaga keberlanjutan tata kelola organisasi dan memastikan setiap proses pengambilan keputusan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Forum Koordinator Wilayah Tim Qonun Asasi Muktamar NU ke-35 Jombang menilai setiap gagasan untuk menggelar forum baru perlu memiliki dasar organisatoris yang jelas, termasuk mengacu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}