{"id":106588,"date":"2026-09-21T00:49:44","date_gmt":"2026-09-20T17:49:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/kualitas-udara-pekanbaru-kembali-berbahaya-akibat-kabut-asap-karhutla\/"},"modified":"2026-09-21T00:49:44","modified_gmt":"2026-09-20T17:49:44","slug":"kualitas-udara-pekanbaru-kembali-berbahaya-akibat-kabut-asap-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/21\/kualitas-udara-pekanbaru-kembali-berbahaya-akibat-kabut-asap-karhutla\/","title":{"rendered":"Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/20\/1789913592_22665c41d593467ce57e.jpeg\" alt=\"Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Berbahaya akibat Kabut Asap Karhutla\"\/><figcaption>Suasana di tengah kabut asap akibat karhutla di Pekanbaru.(Dok. MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KUALITAS\u00a0di Kota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pekanbaru\" title=\"pekanbaru\">Pekanbaru<\/a>, Riau, kembali memburuk secara drastis. Meski sempat membaik setelah diguyur hujan deras pada Jumat (18\/9) malam, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kualitas-udara-pekanbaru\" title=\"kualitas udara Pekanbaru\">kualitas udara Pekanbaru<\/a>\u00a0kembali anjlok ke kategori berbahaya pada Minggu (20\/9) malam akibat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabut-asap\" title=\"kabut asap\">kabut asap<\/a> kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>).<\/p>\n<p>Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs www.BMKG.go.id, tingkat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polusi-udara\" title=\"Polusi Udara\">polusi udara<\/a> partikulat matter (PM2.5) di Kota Pekanbaru pada pukul 19.00 WIB berada di posisi 253 mikrogram per meter kubik (\u00b5g\/m\u00b3). Angka ini menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam zona hitam atau kategori Berbahaya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga setempat. \u201cKualitas udara Kota Pekanbaru kembali berbahaya. Kami meminta tolong negara. Tolong selamatkan kami di daerah asap ini,\u201d ujar Anto, salah seorang warga Pekanbaru, Minggu (20\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934549\/disdik-pekanbaru-ingatkan-sekolah-patuhi-pjj-akibat-kabut-asap-karhutla\" title=\"Disdik Pekanbaru Ingatkan Sekolah Patuhi PJJ akibat Kabut Asap Karhutla\" target=\"_blank\">Disdik Pekanbaru Ingatkan Sekolah Patuhi PJJ akibat Kabut Asap Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Titik Panas Sumatra Masih Tinggi<\/h2>\n<p>Hingga saat ini, kabut asap karhutla masih menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Padahal, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif melalui jalur darat maupun udara dengan <i>water bombing<\/i>, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Di wilayah Riau sendiri, jumlah titik panas (hotspot) sebenarnya telah menurun drastis.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik panas di Pulau Sumatra secara keseluruhan masih sangat tinggi. Tercatat ada 1.685 titik panas yang terdeteksi di seluruh Sumatra, dengan konsentrasi terbanyak berada di Sumatra Selatan.<\/p>\n<p>Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, merincikan sebaran titik panas di Sumatra sebagai berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Sumatra Selatan: 1.204 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bangka Belitung: 219 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jambi: 175 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lampung: 76 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Riau &amp; Bengkulu: Masing-masing 3 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kepulauan Riau: 2 titik<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Aceh, Sumbar, &amp; Sumut: Masing-masing 1 titik<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Khusus untuk wilayah Riau, tiga titik panas yang terdeteksi tersebar di tiga wilayah, yakni Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dengan masing-masing satu titik panas.<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker standar N95 guna meminimalisir dampak buruk partikulat PM2.5 terhadap kesehatan pernapasan. (H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935537\/kualitas-udara-pekanbaru-kembali-berbahaya-akibat-kabut-asap-karhutla\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suasana di tengah kabut asap akibat karhutla di Pekanbaru.(Dok. MI) KUALITAS\u00a0di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk secara drastis. Meski sempat membaik setelah diguyur hujan deras pada Jumat (18\/9) malam, kualitas udara Pekanbaru\u00a0kembali anjlok ke kategori berbahaya pada Minggu (20\/9) malam akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106588\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}