{"id":106531,"date":"2026-09-20T22:17:42","date_gmt":"2026-09-20T15:17:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/volume-angkutan-barang-berbasis-ka-hingga-agustus-2026-tembus-2-juta-ton\/"},"modified":"2026-09-20T22:17:42","modified_gmt":"2026-09-20T15:17:42","slug":"volume-angkutan-barang-berbasis-ka-hingga-agustus-2026-tembus-2-juta-ton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/volume-angkutan-barang-berbasis-ka-hingga-agustus-2026-tembus-2-juta-ton\/","title":{"rendered":"Volume Angkutan Barang Berbasis KA Hingga Agustus 2026 Tembus 2 Juta Ton"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/20\/1789917243_b7ba7efabddb9a0b5445.jpg\" alt=\"Volume Angkutan Barang Berbasis KA Hingga  Agustus 2026 Tembus 2 Juta Ton\"\/><figcaption>Angkutan barang berbasis kereta api.(Dok.KAI Logistik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/volume-angkutan-barang-berbasis-kereta-api\" title=\"Volume angkutan barang berbasis kereta api\">VOLUME angkutan barang berbasis kereta api<\/a> yang dikelola PT Kereta Api Logistik (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kai-logistik\" title=\"kai logistik\">KAI Logistik<\/a>) mencapai 2,07 juta ton pada Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi volume bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Secara kumulatif, KAI Logistik mengangkut 12,7 juta ton barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Volume angkutan secara bulanan meningkat dari 1,1 juta ton pada Januari menjadi 2,07 juta ton pada Agustus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935084\/kini-angkut-sapi-hingga-sayur-dari-bayuwangi-jakarta-bisa-dengan-kereta-api-\" title=\"Kini Angkut Sapi Hingga Sayur dari Bayuwangi-Jakarta Bisa dengan Kereta Api \" target=\"_blank\">Kini Angkut Sapi Hingga Sayur dari Bayuwangi-Jakarta Bisa dengan Kereta Api <\/a><\/strong><\/p>\n<p>VP Corporate Secretary KAI Logistik Dwi Wulandari mengatakan capaian tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk menjaga kinerja sekaligus memperkuat bisnis angkutan barang berbasis kereta api.<\/p>\n<p>\u201cKinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas angkutan barang tetap memiliki ruang pertumbuhan. Tidak hanya dari sisi volume, kami juga melihat pentingnya menjaga komposisi bisnis melalui penguatan berbagai segmen, termasuk peti kemas, kurir, maupun komoditas nonkontainer,\u201d ujar Dwi.<\/p>\n<p>Angkutan batu bara masih menjadi kontributor terbesar dengan volume 8,2 juta ton atau sekitar 64% dari total angkutan selama Januari-Agustus 2026. Volume bongkar muat batu bara melalui kereta api juga meningkat dari sekitar 590 ribu ton pada Januari menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada Agustus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/926839\/kelola-19-juta-ton-barang-hingga-juli-2026-angkutan-peti-kemas-tertinggi\" title=\"Kelola 1,9 Juta Ton Barang Hingga Juli 2026, Angkutan Peti Kemas Tertinggi\" target=\"_blank\">Kelola 1,9 Juta Ton Barang Hingga Juli 2026, Angkutan Peti Kemas Tertinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Dwi, peningkatan tersebut menunjukkan semakin aktifnya distribusi batu bara menggunakan moda kereta api untuk mendukung kebutuhan sektor energi dan industri.<\/p>\n<p>Di sisi lain, KAI Logistik terus mengembangkan diversifikasi bisnis melalui layanan Kalog Plus, terutama angkutan peti kemas. Segmen tersebut mencatat volume sekitar 2 juta ton atau 16% dari total angkutan hingga Agustus 2026.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan bisnis peti kemas menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan sekaligus memberikan alternatif solusi distribusi bagi pelanggan dari berbagai sektor,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Layanan pengiriman barang ritel melalui Kalog Express juga mencatat volume 54.645 ton sepanjang Januari-Agustus 2026. Volume bulanan tertinggi tercatat pada Agustus, yakni 8.369 ton.<\/p>\n<p>Sementara itu, angkutan nonkontainer yang mencakup semen, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta <em>crude palm oil <\/em>(CPO) mencapai sekitar 332 ribu ton.<\/p>\n<p>\u201cBerbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya kami dalam mengoptimalkan potensi setiap lini bisnis sekaligus membuka ruang pertumbuhan pada komoditas dan layanan yang masih dapat dikembangkan,\u201d ujar Dwi.<\/p>\n<p>Memasuki periode akhir tahun, KAI Logistik akan melanjutkan penguatan kapasitas dan kualitas layanan serta memperluas kerja sama dengan pelanggan strategis. Perusahaan juga akan mengoptimalkan jaringan dan konektivitas angkutan berbasis kereta api.<\/p>\n<p>Dwi mengatakan perusahaan akan menjaga pertumbuhan dengan tetap berfokus pada kebutuhan pelanggan dan keandalan operasional.<\/p>\n<p>\u201cDengan dukungan seluruh insan Kalog, pelanggan, dan mitra kerja, kami berharap kinerja positif yang telah berjalan dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun sekaligus menjadi pijakan untuk pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,\u201d pungkasnya. (E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935553\/volume-angkutan-barang-berbasis-ka-hingga--agustus-2026-tembus-2-juta-ton\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Angkutan barang berbasis kereta api.(Dok.KAI Logistik) \u00a0 VOLUME angkutan barang berbasis kereta api yang dikelola PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencapai 2,07 juta ton pada Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi volume bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Secara kumulatif, KAI Logistik mengangkut 12,7 juta ton barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Volume angkutan secara bulanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}