{"id":106283,"date":"2026-09-20T10:39:43","date_gmt":"2026-09-20T03:39:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/hotspot-karhutla-melonjak-kalteng-jadi-fokus-utama-pengendalian\/"},"modified":"2026-09-20T10:39:43","modified_gmt":"2026-09-20T03:39:43","slug":"hotspot-karhutla-melonjak-kalteng-jadi-fokus-utama-pengendalian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/hotspot-karhutla-melonjak-kalteng-jadi-fokus-utama-pengendalian\/","title":{"rendered":"Hotspot Karhutla Melonjak, Kalteng Jadi Fokus Utama Pengendalian"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/20\/1789875315_b19f4fce8ad1341dfc0e.png\" alt=\"Hotspot Karhutla Melonjak, Kalteng Jadi Fokus Utama Pengendalian\"\/><figcaption>Petugas berkostum spiderman berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9\/9\/2026).(ANTARA FOTO\/Auliya Rahman)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>JUMLAH hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (<em>high confidence<\/em>) secara nasional melonjak menjadi 1.323 titik hingga Sabtu (19\/9) pukul 23.59 WIB. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan peningkatan paling signifikan dengan 1.035 hotspot.<\/p>\n<p>Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan peningkatan hotspot di Kalteng menjadi perhatian utama pemerintah. Pengendalian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a> diperkuat melalui operasi darat dan udara.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPeningkatan paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah, sehingga wilayah tersebut menjadi fokus utama penguatan operasi. Kewaspadaan juga ditingkatkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan,\u201d kata Ristianto, Minggu (20\/9).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/930169\/call-center-rescue-24-jam-disiapkan-untuk-tangani-satwa-liar-terdampak-karhutla\" title=\"Call Center Rescue 24 Jam Disiapkan untuk Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla\" target=\"_blank\">Call Center Rescue 24 Jam Disiapkan untuk Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra\/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, jumlah hotspot <em>high confidence <\/em>secara nasional meningkat 777 titik dari sebelumnya 546 titik pada Jumat (18\/9).<\/p>\n<p>Selain Kalteng, hotspot <em>high confidence<\/em> di Sumatera Selatan tercatat 112 titik, Kalimantan Barat 107 titik, Kalimantan Selatan 55 titik, dan Jambi 14 titik. Sementara itu, Riau mencatat nihil hotspot, turun dari empat titik pada pemantauan sebelumnya.<\/p>\n<p>Ristianto mengatakan pengendalian dilakukan dengan melibatkan tim gabungan melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/930165\/satgas-penyelamatan-satwa-liar-kalteng-diperkuat-untuk-hadapi-dampak-karhutla\" title=\"Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat untuk Hadapi Dampak Karhutla\" target=\"_blank\">Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat untuk Hadapi Dampak Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cOperasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan sesuai kondisi aktual di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebanyak 55 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung pengendalian karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Armada tersebut mencakup helikopter patroli, pesawat CASA untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.<\/p>\n<p>Ristianto menegaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar.<\/p>\n<p>\u201cSetiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pengendalian juga diperkuat di wilayah gambut. Pembasahan dan pendinginan tetap dilakukan meskipun api di permukaan telah padam karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi mengering atau angin menguat.<\/p>\n<p>Kabut asap juga masih memengaruhi sejumlah wilayah Kalimantan. Pada Sabtu (19\/9), jarak pandang di Palangka Raya sempat turun hingga sekitar 350 meter pada pagi hari dan berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Di Pontianak, jarak pandang juga sempat berada di bawah satu kilometer akibat asap.\u00a0<\/p>\n<p>(P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935381\/hotspot-karhutla-melonjak-kalteng-jadi-fokus-utama-pengendalian\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas berkostum spiderman berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9\/9\/2026).(ANTARA FOTO\/Auliya Rahman) JUMLAH hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional melonjak menjadi 1.323 titik hingga Sabtu (19\/9) pukul 23.59 WIB. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan peningkatan paling signifikan dengan 1.035 hotspot. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}