{"id":106183,"date":"2026-09-20T01:04:57","date_gmt":"2026-09-19T18:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/pelatih-persebaya-surabaya-kecewa-dengan-hasil-imbang-atas-garudayaksa-fc\/"},"modified":"2026-09-20T01:04:57","modified_gmt":"2026-09-19T18:04:57","slug":"pelatih-persebaya-surabaya-kecewa-dengan-hasil-imbang-atas-garudayaksa-fc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/pelatih-persebaya-surabaya-kecewa-dengan-hasil-imbang-atas-garudayaksa-fc\/","title":{"rendered":"Pelatih Persebaya Surabaya Kecewa dengan Hasil Imbang atas Garudayaksa FC"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789822461_622ba32850d1cbe7b90d.png\" alt=\"Pelatih Persebaya Surabaya Kecewa dengan Hasil Imbang atas Garudayaksa FC\"\/><figcaption>Hasil akhir Persebaya Surabaya vs Garudayaksa FC.(Google)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PELATIH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/persebaya-surabaya\" title=\"Persebaya Surabaya\">Persebaya Surabaya<\/a> Bernardo Tavares menilai gol penyama kedudukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/garudayaksa-fc\" title=\"Garudayaksa FC\">Garudayaksa FC<\/a> terjadi karena timnya kurang agresif mengantisipasi skema bola mati saat kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026\/2027.<\/p>\n<p>\u201cKami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap sejajar, padahal kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif,\u201d kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/garudayaksa\" title=\"Garudayaksa\">Garudayaksa<\/a> kemudian memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol penyama kedudukan. Di sisi lain, ia menilai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/persebaya\" title=\"Persebaya\">Persebaya<\/a> sebenarnya memiliki peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan karena mencatat lebih banyak percobaan gol dan tendangan sudut. \u201cMenurut saya hari ini kami menciptakan cukup peluang untuk meraih tiga poin, tetapi sayangnya gagal,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/935023\/persebaya-surabaya-waspadai-mutu-permainan-garudayaksa-fc\" title=\"Persebaya Surabaya Waspadai Mutu Permainan Garudayaksa FC\" target=\"_blank\">Persebaya Surabaya Waspadai Mutu Permainan Garudayaksa FC<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Peluang-peluang tersebut, kata dia, belum mampu membawa Persebaya meraih kemenangan setelah gol Alex Martins pada menit ke-85 dibalas Al Hamra Hehanussa empat menit kemudian. Hasil tersebut membuat pelatih asal Portugal itu frustrasi karena timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan, tetapi inilah sepak bola,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain persoalan penyelesaian peluang, ia juga menghadapi keterbatasan pilihan pemain karena sejumlah pemain tidak bisa bermain. Kondisi itu membuat pemain lain mendapat kesempatan bermain, termasuk Saddil Ramdani yang disebut Tavares sudah lama tidak bermain secara reguler.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/935158\/super-league-strategi-counter-pressing-garudayaksa-siap-meredam-persebaya\" title=\"Super League: Strategi Counter-Pressing Garudayaksa Siap Meredam Persebaya\" target=\"_blank\">Super League: Strategi Counter-Pressing Garudayaksa Siap Meredam Persebaya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cMereka bukan mesin, mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Tavares menilai Persebaya membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi berbagai kondisi sepanjang musim. \u201cPersebaya merekrut lebih dari 11 pemain karena terkadang ada pemain yang tampil di bawah standar, ada yang cedera, dan kami perlu membangun skuad dan tim dengan segala kondisi ini,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, kapten Persebaya Toni Firmansyah menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang tersebut. \u201cIni hasil yang tidak kita inginkan pada sore hari ini, tetapi kami akan kerja keras dan memperbaiki di pertandingan selanjutnya,\u201d kata Toni. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/935274\/pelatih-persebaya-surabaya-kecewa-dengan-hasil-imbang-atas-garudayaksa-fc\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hasil akhir Persebaya Surabaya vs Garudayaksa FC.(Google) PELATIH Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai gol penyama kedudukan Garudayaksa FC terjadi karena timnya kurang agresif mengantisipasi skema bola mati saat kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026\/2027. \u201cKami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106184,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}