{"id":106167,"date":"2026-09-20T00:23:37","date_gmt":"2026-09-19T17:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/hiu-paus-9-meter-mati-terdampar-di-wakatobi-evakuasi-terkendala-air-surut\/"},"modified":"2026-09-20T00:23:37","modified_gmt":"2026-09-19T17:23:37","slug":"hiu-paus-9-meter-mati-terdampar-di-wakatobi-evakuasi-terkendala-air-surut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/20\/hiu-paus-9-meter-mati-terdampar-di-wakatobi-evakuasi-terkendala-air-surut\/","title":{"rendered":"Hiu Paus 9 Meter Mati Terdampar di Wakatobi, Evakuasi Terkendala Air Surut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789827850_9fee669648aa462702bc.jpeg\" alt=\"Hiu Paus 9 Meter Mati Terdampar di Wakatobi, Evakuasi Terkendala Air Surut\"\/><figcaption>Masyarakat menonton hiu paus yang mati terdampar.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Seekor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hiu-paus\" title=\"Hiu paus\">hiu paus<\/a> (<em>Rhincodon typus<\/em>) ditemukan mati terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wakatobi\" title=\"wakatobi\">Wakatobi<\/a>, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (19\/9). Satwa laut raksasa tersebut memiliki dimensi panjang mencapai 9,17 meter dengan lebar 2,9 meter.<\/p>\n<p>Ps. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Wakatobi, Iptu Jufri, mengonfirmasi bahwa bangkai hiu paus dengan bobot diperkirakan mencapai 5 ton tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00 WITA. Saat ditemukan, posisi satwa berada sekitar 700 meter dari garis pantai.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Namun, pada pukul 09.30 WITA, hiu paus itu sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,&#8221; ujar Jufri saat dihubungi dari Kendari, Sabtu malam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/896350\/2-hiu-paus-terdampar-di-cilacap-ada-dugaan-keracunan\" title=\"2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Ada Dugaan Keracunan\" target=\"_blank\">2 Hiu Paus Terdampar di Cilacap, Ada Dugaan Keracunan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kendala Evakuasi dan Koordinasi Lintas Instansi<\/h2>\n<p>Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Satpolairud Polres Wakatobi bersama Polsek Wangiwangi, Koramil 1413-11 Wangiwangi, dan Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) segera turun ke lapangan. Aksi penanganan ini juga melibatkan komunitas diving serta warga sekitar untuk merencanakan penarikan bangkai satwa.<\/p>\n<p>Meski demikian, tim gabungan menghadapi kendala teknis di lapangan. Kondisi perairan yang sangat dangkal menyulitkan proses pemindahan bangkai hiu ke area laut yang lebih dalam.<\/p>\n<p>&#8220;Di lokasi evakuasi air laut sedang surut dengan ketinggian hanya 50 hingga 60 sentimeter, sehingga menyebabkan kendala pada pelaksanaan evakuasi ke laut dalam,&#8221; jelas Jufri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/932779\/bangkai-hiu-paus-terdampar-di-jembrana-bali-dikubur\" title=\"Bangkai Hiu Paus Terdampar di Jembrana Bali Dikubur\" target=\"_blank\">Bangkai Hiu Paus Terdampar di Jembrana Bali Dikubur<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Antisipasi Pencemaran Lingkungan<\/h2>\n<p>Berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, proses evakuasi diputuskan untuk dilanjutkan pada sore hari, menunggu kondisi pasang air laut yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WITA.<\/p>\n<p>Jufri menekankan bahwa percepatan penanganan ini sangat krusial untuk menjaga ekosistem pesisir. Langkah evakuasi dilakukan guna mencegah potensi pencemaran lingkungan perairan dan pemukiman warga akibat proses pembusukan bangkai hiu paus yang berukuran masif tersebut.<\/p>\n<div style=\"padding: 15px; border: 1px solid #ccc; background-color: #f9f9f9; border-radius: 5px;\"><strong>Data Teknis Temuan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Spesies:<\/strong> Hiu Paus (Rhincodon typus)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Panjang:<\/strong> 9,17 Meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lebar:<\/strong> 2,9 Meter<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Estimasi Berat:<\/strong> 5 Ton<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lokasi:<\/strong> Desa Matahora, Wakatobi, Sultra<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>(Ant\/E-3)\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935309\/hiu-paus-9-meter-mati-terdampar-di-wakatobi-evakuasi-terkendala-air-surut\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat menonton hiu paus yang mati terdampar.(Antara) Seekor hiu paus (Rhincodon typus) ditemukan mati terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu (19\/9). Satwa laut raksasa tersebut memiliki dimensi panjang mencapai 9,17 meter dengan lebar 2,9 meter. Ps. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Wakatobi, Iptu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-106167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}