{"id":105999,"date":"2026-09-19T17:05:39","date_gmt":"2026-09-19T10:05:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/asian-games-2026-indonesia-berpeluang-raih-emas-dari-teqball-dan-modern-pentathlon\/"},"modified":"2026-09-19T17:05:39","modified_gmt":"2026-09-19T10:05:39","slug":"asian-games-2026-indonesia-berpeluang-raih-emas-dari-teqball-dan-modern-pentathlon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/asian-games-2026-indonesia-berpeluang-raih-emas-dari-teqball-dan-modern-pentathlon\/","title":{"rendered":"Asian Games 2026 Indonesia Berpeluang Raih Emas dari Teqball dan Modern Pentathlon"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789808163_2e5e0ecd039a9c808264.jpg\" alt=\"Asian Games 2026: Indonesia Berpeluang Raih Emas dari Teqball dan Modern Pentathlon\"\/><figcaption>Raja Sapta Oktohari(Dok NOC Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PELUANG\u00a0Indonesia untuk meraih medali emas pertama pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terbuka lebar. Dua cabang olahraga memastikan tempat di babak final, yakni <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/modern-pentathlon\" title=\"modern pentathlon\">modern pentathlon<\/a> putri dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teqball\" title=\"teqball\">teqball<\/a> putri.<\/p>\n<p>Atlet teqball putri Indonesia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sumaya\" title=\"Sumaya\">Sumaya<\/a>, membuka jalan setelah memenangi duel sengit melawan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, di babak semifinal. Sementara itu, dari cabang modern pentathlon, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/caroline-bangun\" title=\"caroline bangun\">Caroline Bangun<\/a> sukses meloloskan diri untuk berlaga di babak final nomor individu putri. Kedua cabang olahraga tersebut dijadwalkan menjalani partai puncak pada Minggu (20\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyambut positif keberhasilan para atlet yang melaju ke final. Ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mengamankan dua medali emas sekaligus di awal kompetisi ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/935214\/sumaya-lolos-ke-final-teqball-asian-games-2026-peluang-emas-pertama-indonesia\" title=\"Sumaya Lolos ke Final Teqball Asian Games 2026, Peluang Emas Pertama Indonesia\" target=\"_blank\">Sumaya Lolos ke Final Teqball Asian Games 2026, Peluang Emas Pertama Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ini kan awal pertandingan, dapat semangat yang positif. Kalau final itu targetnya pertama, kalau kepleset yang kedua. Jadi, kami targetkan yang pertama dulu,&#8221; ujar Oktohari dalam keterangannya, Sabtu (19\/9).<\/p>\n<p>Oktohari menambahkan bahwa selain dua final tersebut, Indonesia masih memiliki potensi menambah wakil di partai puncak melalui nomor putra. &#8220;Artinya ada peluang dua emas untuk Indonesia besok, dari pentathlon dan teqball. Setelah itu juga ada semifinal putra teqball. Sekarang kita mengharapkan doa dari masyarakat Indonesia. Dari doa itu, apa yang tidak mungkin bisa kejadian,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Senada dengan Oktohari, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menilai keberhasilan ini sebagai kejutan yang sangat positif bagi kontingen Merah Putih. Ia mengakui bahwa teqball sebelumnya tidak masuk dalam proyeksi utama perolehan medali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/934815\/caroline-bangun-jaga-asa-final-modern-pentathlon-asian-games-2026\" title=\"Caroline Bangun Jaga Asa Final Modern Pentathlon Asian Games 2026\" target=\"_blank\">Caroline Bangun Jaga Asa Final Modern Pentathlon Asian Games 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ada olahraga yang masuk final, <i>women pentathlon<\/i> dan kemudian tadi pagi teqball masuk final. Sebelumnya tidak terlalu dihitung, tetapi ini <i>surprisingly<\/i>,&#8221; kata Todotua.<\/p>\n<p>Todotua berharap pencapaian Sumaya dan Caroline Bangun dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet di cabang olahraga lain\u00a0untuk memberikan kejutan serupa. Ia menargetkan momentum ini bisa berujung pada raihan medali emas pertama bagi Indonesia di Aichi-Nagoya.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan berikutnya ini bisa jadi semangat bagi cabang olahraga yang lain bisa memberikan <i>surprise<\/i>, sehingga kita bisa melebihi target,&#8221; pungkasnya. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/935234\/asian-games-2026-indonesia-berpeluang-raih-emas-dari-teqball-dan-modern-pentathlon\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Raja Sapta Oktohari(Dok NOC Indonesia) PELUANG\u00a0Indonesia untuk meraih medali emas pertama pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terbuka lebar. Dua cabang olahraga memastikan tempat di babak final, yakni modern pentathlon putri dan teqball putri. Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya, membuka jalan setelah memenangi duel sengit melawan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, di babak semifinal. Sementara itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":106000,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}