{"id":105937,"date":"2026-09-19T14:00:54","date_gmt":"2026-09-19T07:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/merawat-detak-epos-ramayana-swargaloka-pentaskan-drama-musikal-kijang-kencana\/"},"modified":"2026-09-19T14:00:54","modified_gmt":"2026-09-19T07:00:54","slug":"merawat-detak-epos-ramayana-swargaloka-pentaskan-drama-musikal-kijang-kencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/merawat-detak-epos-ramayana-swargaloka-pentaskan-drama-musikal-kijang-kencana\/","title":{"rendered":"Merawat Detak Epos Ramayana Swargaloka Pentaskan Drama Musikal Kijang Kencana"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789800817_b3a9c0486965bac1c3ee.jpg\" alt=\"Merawat Detak Epos Ramayana: Swargaloka Pentaskan Drama Musikal Kijang Kencana\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok. Rifaldi Putra)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SILUET tokoh pewayangan tampil di sebuah layar LED berukuran besar, wayang bergerak di balik cahaya dengan seorang dalang mengisahkan kisah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kijang-kencana\" title=\"Kijang Kencana\">Kijang kencana<\/a> dari epos <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ramayana\" title=\"ramayana\">Ramayana<\/a>.<\/p>\n<p>Siluet wayang dari tokoh Rama, Sinta, Rahwana dan sosok kijang emas hadir bergantian, diiringi alunan gamelan orkestra yang perlahan membangun suasana. Dari balik layar pewayangan, kisah klasik itu kemudian bertransformasi menjadi sebuah pertunjukan musikal, para aktor satu demi satu memasuki panggung utama.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Itu adalah pertunjukkan Drama-Wayang (Drayang) berjudul Kijang Kencana dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/swargaloka\" title=\"swargaloka\">Swargaloka<\/a>, bentuk pertunjukan musikal atau teater yang berakar dari konsep wayang orang. Sukses dipentaskan pada Minggu (13\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/932669\/swargaloka-bawa-epos-ramayana-lebih-segar-lewat-kijang-kencana\" title=\"Swargaloka Bawa Epos Ramayana Lebih Segar Lewat \u201cKijang Kencana\u201d\" target=\"_blank\">Swargaloka Bawa Epos Ramayana Lebih Segar Lewat \u201cKijang Kencana\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201dKami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak pernah kehilangan relevansinya. Yang terus berkembang adalah cara kita menghidupkan, merasakan, dan menceritakannya kepada generasi berikutnya,\u201d kata Bathara Saverigadi Dewandoro, dalam keterangan pers yang diterima Kamis (17\/9).<\/p>\n<p>Pertunjukan yang bergulir di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta itu berlangsung selama sekitar 3 jam, pengunjung di ajak memasuki dunia dari epos Ramayana, membawa pesan tentang cinta, balas dendam dan kesetiaan.<\/p>\n<p>Menarik dari pertunjukan itu adalah bagaimana lantunan lagu demi lagu hadir dalam pertunjukkan, deretan lagu itu dibuat khusus dengan Lirik-lirik yang melekat dengan cerita terlantung indah bersama alunan gamelan orkestra, memberikan kesan magis sepanjang pertunjukkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/924205\/ramayana-jadi-film-termahal-india-siap-guncang-box-office-global-november-ini\" title=\"Ramayana Jadi Film Termahal India, Siap Guncang Box Office Global November Ini\" target=\"_blank\">Ramayana Jadi Film Termahal India, Siap Guncang Box Office Global November Ini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Bila dibandingkan dengan pertunjukkan musikal kebanyakan, Drayang Kijang Kencana hadir dengan properti pendukung yang sederhana hanya beberapa tampak berukuran besar. Meski demikian, kondisi ini justru memberikan keleluasaan para aktor untuk mengeksplorasi panggung, baik lewat sejumah tarian yang dipertunjukan sepanjang drayang \u201cKijang Kencana\u201d.<\/p>\n<p>Singkat kata, kijang kencana menjadi pertunjukkan yang berhasil memperlihatkan bagaimana budaya mampu beradaptasi di era saat ini, terasa relatable dengan penonton generasi muda namun tidak meninggalkan tradisi, baik itu tradisi dari sisi cerita, tari hingga musik.\u00a0<\/p>\n<p>Kijang Kencana berkisah tentang Kalamarica, seorang patih yang diutus Rahwana untuk menggoda Shinta dengan merubah wujudnya menjadi Kijang berwarna emas penuh pesona. Shinta, istri Rama yang sedang mengasingkan diri di hutan Dandaka pun tergoda ingin memilikinya.\u00a0<\/p>\n<p>la meminta Rama, suaminya menangkapnya untuk dijadikan teman selama berada di pengasingan. Namun, justru membawanya ke dalam petaka, Shinta diculik Rahwana dan dibawa ke negeri Alengka. Kalamarica berhasil menyelesaikan tugasnya walau berakhir dengan kematian. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/935217\/merawat-detak-epos-ramayana-swargaloka-pentaskan-drama-musikal-kijang-kencana\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok. Rifaldi Putra) SILUET tokoh pewayangan tampil di sebuah layar LED berukuran besar, wayang bergerak di balik cahaya dengan seorang dalang mengisahkan kisah Kijang kencana dari epos Ramayana. Siluet wayang dari tokoh Rama, Sinta, Rahwana dan sosok kijang emas hadir bergantian, diiringi alunan gamelan orkestra yang perlahan membangun suasana. Dari balik layar pewayangan, kisah klasik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105938,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105937"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105937\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}