{"id":105899,"date":"2026-09-19T12:22:44","date_gmt":"2026-09-19T05:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/sbs-cari-perry-thomas-borja-produser-yg-entertainment-yang-hilang-sejak-2010\/"},"modified":"2026-09-19T12:22:44","modified_gmt":"2026-09-19T05:22:44","slug":"sbs-cari-perry-thomas-borja-produser-yg-entertainment-yang-hilang-sejak-2010","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/sbs-cari-perry-thomas-borja-produser-yg-entertainment-yang-hilang-sejak-2010\/","title":{"rendered":"SBS Cari Perry Thomas Borja, Produser YG Entertainment yang Hilang Sejak 2010"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789792315_bf84982a753bf7dcb536.jpeg\" alt=\"SBS Cari Perry Thomas Borja, Produser YG Entertainment yang Hilang Sejak 2010\"\/><figcaption>Perry Thomas Borja, rapper dan produser yang berperan dalam musik awal YG Entertainment.(Luvkpop)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEBERADAAN rapper sekaligus produser <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perry-thomas-borja\" title=\"Perry Thomas Borja\">Perry Thomas Borja<\/a> kembali ditelusuri setelah program investigasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sbs-unanswered-questions\" title=\"SBS Unanswered Questions\">SBS Unanswered Questions<\/a> membuka pencarian terhadap sosok yang telah hilang kontak sejak 2010.\u00a0<\/p>\n<p>Perry dikenal sebagai salah satu produser yang terlibat dalam perkembangan awal musik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yg-entertainment\" title=\"YG Entertainment\">YG Entertainment<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dilansir dari SBS News, Perry terakhir diketahui berada di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2010. Setelah itu, keberadaannya tidak diketahui hingga program Unanswered Questions pada Kamis (17\/9) meminta bantuan publik untuk memperoleh informasi mengenai dirinya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/888904\/siap-siap-monstiez-babymonster-gelar-konser-tur-dunia-choom-di-jakarta-17-oktober-2026\" title=\"Siap-siap MONSTIEZ! BABYMONSTER Gelar Konser Tur Dunia 'CHOOM' di Jakarta 17 Oktober 2026\" target=\"_blank\">Siap-siap MONSTIEZ! BABYMONSTER Gelar Konser Tur Dunia &#8216;CHOOM&#8217; di Jakarta 17 Oktober 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tim produksi mengumumkan pencarian tersebut melalui media sosial resmi dan meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Perry saat ini, maupun pihak yang masih memiliki kontak dengan keluarganya, untuk memberikan informasi yang dapat membantu penelusuran.<\/p>\n<h2>Sosok di Balik Musik Awal YG Entertainment<\/h2>\n<p>Perry merupakan rapper dan produser asal Oakland, California, yang mulai aktif dalam industri musik Korea sejak pertengahan 1990-an. Ia berperan dalam membentuk karakter hip-hop YG Entertainment pada masa awal melalui keterlibatannya dalam produksi musik sejumlah artis.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan dari The Korea Times, Perry mengerjakan musik untuk sejumlah artis YG, termasuk Jinusean, 1TYM, Lexy, dan SE7EN.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/880673\/4-raksasa-k-pop-siapkan-festival-musik-global-penantang-coachella\" title=\"4 Raksasa K-Pop Siapkan Festival Musik Global Penantang Coachella\" target=\"_blank\">4 Raksasa K-Pop Siapkan Festival Musik Global Penantang Coachella<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga merilis album solo Perry By Storm pada 2001 dan berkolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk G-Dragon yang saat itu masih berusia remaja.<\/p>\n<p>Perry juga terlibat dalam karya awal BIGBANG. Salah satu proyek terakhirnya yang diketahui berkaitan dengan YG adalah lagu Jepang BIGBANG berjudul \u201cBeautiful Hangover\u201d yang dirilis pada 2010. Setelah periode tersebut, aktivitas Perry di industri musik Korea semakin sulit dilacak.<\/p>\n<h2>Terakhir Terlihat di Los Angeles<\/h2>\n<p>Berdasarkan informasi yang dikutip dari The Korea Times, Perry dilaporkan terakhir terlihat di Los Angeles pada 2010.\u00a0<\/p>\n<p>Pada 2021, seseorang yang mengaku sebagai keponakan Perry menyampaikan melalui media sosial bahwa keluarga telah kehilangan kontak dengannya dan menyebut laporan orang hilang telah diajukan kepada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Namun, informasi mengenai keberadaan Perry selama bertahun-tahun lebih banyak beredar di komunitas daring. Belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan keberadaan atau kondisi terkini Perry.<\/p>\n<p>Kini, pertanyaan tidak terjawab kembali membuka pencarian dengan meminta informasi dari masyarakat. Langkah tersebut membuat kasus Perry kembali menjadi perhatian setelah sekitar 16 tahun sejak terakhir terlihat.<\/p>\n<p>SBS menyatakan pencarian ditujukan kepada siapa pun yang mengetahui kondisi Perry saat ini maupun pihak yang masih dapat menghubungi keluarganya. Hingga kini, keberadaan Perry masih belum diketahui secara pasti.\u00a0(The Korea Times\/SBS News\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/935193\/sbs-cari-perry-thomas-borja-produser-yg-entertainment-yang-hilang-sejak-2010\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perry Thomas Borja, rapper dan produser yang berperan dalam musik awal YG Entertainment.(Luvkpop) KEBERADAAN rapper sekaligus produser Perry Thomas Borja kembali ditelusuri setelah program investigasi SBS Unanswered Questions membuka pencarian terhadap sosok yang telah hilang kontak sejak 2010.\u00a0 Perry dikenal sebagai salah satu produser yang terlibat dalam perkembangan awal musik YG Entertainment. Dilansir dari SBS [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105899"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105899\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}