{"id":105805,"date":"2026-09-19T07:40:38","date_gmt":"2026-09-19T00:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/mengenal-bedah-robotik-presisi-medis-di-tangan-dokter\/"},"modified":"2026-09-19T07:40:38","modified_gmt":"2026-09-19T00:40:38","slug":"mengenal-bedah-robotik-presisi-medis-di-tangan-dokter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/mengenal-bedah-robotik-presisi-medis-di-tangan-dokter\/","title":{"rendered":"Mengenal Bedah Robotik, Presisi Medis di Tangan Dokter"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789777918_5b3629490bd62a2bfac0.jpg\" alt=\"Mengenal Bedah Robotik, Presisi Medis di Tangan Dokter\"\/><figcaption>Seorang dokter sedang melakukan bedah robotik(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cDOK, serem banget dioperasi sama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/robot\" title=\"robot\">robot<\/a>.\u201d Kalimat bernada cemas ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi <strong>dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, M.Sc. (Humrepro), FESICOG, MIGS<\/strong>. Sebagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokter\" title=\"dokter\">Dokter<\/a> Spesialis Obstetri dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ginekologi\" title=\"ginekologi\">Ginekologi<\/a> di RSU Bunda Jakarta, ia sering kali harus menenangkan pasien yang membayangkan sebuah mesin bekerja sendiri di dalam tubuh mereka tanpa kendali manusia.<\/p>\n<p>Kenyataannya, teknologi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bedah\" title=\"bedah\">bedah<\/a> robotik jauh dari bayangan film fiksi ilmiah. Robot dalam konteks medis tidak mengambil keputusan mandiri. Sebaliknya, dokter tetap memegang kendali penuh atas setiap gerakan instrumen melalui sebuah konsol atau pusat kendali.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Pionir Perempuan di Balik Konsol Robotik<\/h2>\n<p>Perjalanan Sita dimulai pada 2013, ketika ia mencatatkan sejarah sebagai dokter perempuan pertama yang bergabung dalam tim <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bedah-robotik\" title=\"bedah robotik\">bedah robotik<\/a> ginekologi di Indonesia. Saat itu, teknologi ini baru setahun diperkenalkan di RSU Bunda Jakarta dan masih terasa asing bagi banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/850357\/adopsi-bedah-robotik-jadi-jawaban-keterbatasan-subspesialis-dan-kasus-kompleks\" title=\"Adopsi Bedah Robotik Jadi Jawaban Keterbatasan Subspesialis dan Kasus Kompleks\" target=\"_blank\">Adopsi Bedah Robotik Jadi Jawaban Keterbatasan Subspesialis dan Kasus Kompleks<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbeda dengan operasi konvensional, Sita tidak berdiri tepat di sisi pasien. Ia duduk beberapa meter dari meja operasi, menempelkan wajah pada <i>viewer<\/i> konsol, dan mengendalikan instrumen robotik dengan jari-jarinya. Menjadi satu-satunya perempuan di bidang yang didominasi laki-laki saat itu memberinya perspektif unik.<\/p>\n<p>\u201cKalau bukan perempuan yang ikut masuk ke ranah ini, siapa lagi yang akan lebih memahami apa yang dibutuhkan pasien perempuan?\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Baginya, kehadiran dokter perempuan sangat krusial karena banyak pasien merasa lebih nyaman menceritakan keluhan reproduksi yang sensitif kepada sesama perempuan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/793404\/menangani-masalah-urologi-pria-dengan-teknologi-bedah-robotik\" title=\"Menangani Masalah Urologi Pria dengan Teknologi Bedah Robotik\" target=\"_blank\">Menangani Masalah Urologi Pria dengan Teknologi Bedah Robotik<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Memahami Cara Kerja: Robot Sebagai Alat Bantu Presisi<\/h2>\n<p>Sita menegaskan bahwa robot tidak memiliki mode otomatis. Setiap gerakan instrumen di dalam tubuh pasien adalah terjemahan langsung dari gerakan tangan dokter. Sistem ini bahkan dilengkapi dengan <i>tremor filter<\/i> yang menyaring getaran kecil tangan manusia, sehingga tindakan menjadi jauh lebih stabil dan presisi.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Data Operasional Bedah Robotik RSU Bunda Jakarta<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Tahun Implementasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Sejak 2012<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Total Tindakan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Hampir 1.000 tindakan<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Fitur Keamanan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Safety check sistem &amp; Tremor filter<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Kasus Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Mioma, Kista, Endometriosis berat<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Solusi untuk Kasus Kompleks dan Mempertahankan Rahim<\/h2>\n<p>Teknologi robotik menjadi jawaban bagi kasus-kasus ginekologi yang rumit, seperti mioma multipel berukuran besar atau endometriosis berat yang melibatkan banyak organ. Keunggulan utamanya adalah pendekatan minimal invasif: sayatan lebih kecil dan masa pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka.<\/p>\n<p>Salah satu manfaat paling dirasakan pasien adalah peluang untuk mempertahankan rahim. Pada kasus mioma besar, teknologi ini membantu dokter melakukan pengangkatan massa dengan sangat presisi tanpa harus mengangkat rahim secara keseluruhan, sebuah hal yang sangat krusial bagi pasien di usia reproduktif.<\/p>\n<h2>Kompetensi Tim Adalah Kunci Utama<\/h2>\n<p>Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, <strong>Agus Heru Darjono<\/strong>, menekankan bahwa kecanggihan alat harus dibarengi dengan kompetensi sumber daya manusia. Setiap dokter di jaringan rumah sakit BMHS wajib melalui pelatihan dan sertifikasi khusus untuk menangani bedah robotik.<\/p>\n<p>Pengalaman selama 14 tahun menjadi pembeda utama bagi RSU Bunda Jakarta. Sita sendiri mengakui bahwa <i>learning curve<\/i> atau proses belajar untuk menangani kasus kompleks membutuhkan waktu bertahun-tahun.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, pertanyaan calon pasien seharusnya bukan lagi soal keamanan robot, melainkan seberapa berpengalaman tim medis yang mengoperasikannya.<\/p>\n<p>\u201cRobotnya membantu saya, tapi dokter yang mengoperasi,\u201d pungkas Sita.<\/p>\n<p>Dengan pemahaman ini, diharapkan pasien tidak lagi merasa takut terhadap kemajuan teknologi yang justru hadir untuk memberikan hasil medis yang lebih baik dan aman. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935151\/mengenal-bedah-robotik-presisi-medis-di-tangan-dokter\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang dokter sedang melakukan bedah robotik(MI\/HO) \u201cDOK, serem banget dioperasi sama robot.\u201d Kalimat bernada cemas ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, M.Sc. (Humrepro), FESICOG, MIGS. Sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RSU Bunda Jakarta, ia sering kali harus menenangkan pasien yang membayangkan sebuah mesin bekerja sendiri di dalam tubuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105806,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}