{"id":105799,"date":"2026-09-19T07:20:40","date_gmt":"2026-09-19T00:20:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/manfaat-likopen-dalam-tomat-rebus-untuk-mencegah-kanker-prostat\/"},"modified":"2026-09-19T07:20:40","modified_gmt":"2026-09-19T00:20:40","slug":"manfaat-likopen-dalam-tomat-rebus-untuk-mencegah-kanker-prostat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/manfaat-likopen-dalam-tomat-rebus-untuk-mencegah-kanker-prostat\/","title":{"rendered":"Manfaat Likopen dalam Tomat Rebus untuk Mencegah Kanker Prostat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/19\/1789777042_5436b472427bf2b0e9b6.jpg\" alt=\"Manfaat Likopen dalam Tomat Rebus untuk Mencegah Kanker Prostat\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-prostat\" title=\"Kanker prostat\">KANKER prostat<\/a> merupakan salah satu ancaman kesehatan yang serius bagi pria. Namun, langkah pencegahan ternyata bisa dimulai dari meja makan. Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi, dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS, mengungkapkan bahwa mengonsumsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tomat\" title=\"tomat\">tomat<\/a> yang telah direbus secara rutin efektif membantu mencegah risiko penyakit tersebut.<\/p>\n<p>Kunci utama dari manfaat tomat terletak pada kandungan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/likopen\" title=\"likopen\">likopen<\/a>, sebuah pigmen alami yang memberikan warna merah pada buah tersebut. dr. Andar menjelaskan bahwa proses perebusan justru meningkatkan kadar likopen yang bisa diserap oleh tubuh dibandingkan saat tomat dikonsumsi dalam keadaan mentah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Yang bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan kanker prostat melalui <em>dietary<\/em> (diet) ya, seperti memakan tomat yang sudah direbus karena mengandung banyak likopen dan ini sudah terbukti secara ilmiah,&#8221; ujar Andar dalam sesi temu media di Jakarta, dikutip Sabtu (19\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935009\/konsumsi-tomat-dan-risiko-kanker-prostat-ini-yang-perlu-diketahui\" title=\"Konsumsi Tomat dan Risiko Kanker Prostat, ini yang Perlu Diketahui\" target=\"_blank\">Konsumsi Tomat dan Risiko Kanker Prostat, ini yang Perlu Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Peran Likopen dalam Menurunkan Kadar PSA<\/h3>\n<p>Likopen bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel prostat dari kerusakan. Salah satu indikator kesehatan prostat yang paling umum adalah kadar <em>Prostate-Specific Antigen<\/em> (PSA), yaitu protein yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dalam darah.<\/p>\n<p>Menurut Andar, likopen terbukti secara ilmiah mampu membantu menurunkan angka PSA. Hal ini sangat krusial karena tingginya kadar PSA sering kali menjadi sinyal awal adanya masalah pada prostat.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Indikator\/Bahan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Keterangan &amp; Batas Normal<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kadar PSA Normal<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Di bawah 4,0 ng\/mL<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Risiko Kanker Prostat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">PSA di atas 4,0 ng\/mL (perlu pemeriksaan lanjut)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sumber Likopen Terbaik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tomat yang sudah diproses\/direbus<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Nutrisi Pendukung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Beta-karoten, serat sayuran, dan kacang kedelai<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Belajar dari Pola Makan Masyarakat Italia<\/h3>\n<p>Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga memberikan contoh kasus di Italia. Di beberapa wilayah di sana, angka kasus kanker prostat tercatat sangat rendah. Setelah diteliti, hal tersebut berkaitan erat dengan pola makan masyarakat setempat yang gemar mengonsumsi tomat olahan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934436\/ahli-urologi-ungkap-manfaat-tomat-rebus-untuk-cegah-kanker-prostat\" title=\"Ahli Urologi Ungkap Manfaat Tomat Rebus untuk Cegah Kanker Prostat\" target=\"_blank\">Ahli Urologi Ungkap Manfaat Tomat Rebus untuk Cegah Kanker Prostat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dulu publikasinya ada di Italia, di satu kampung, kok rendah banget kanker prostatnya. Ternyata makanan mereka makan tomat yang diproses, direbus dulu, makan spageti, pizza. Ternyata karena di Italia, likopen itu dinilai baik untuk menurunkan PSA,&#8221; jelas dokter yang kini berpraktik di RS Pondok Indah-Pondok Indah tersebut.<\/p>\n<p>Selain likopen, kandungan beta-karoten dalam tomat juga berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas. Antioksidan ini tidak hanya melindungi sel dari kerusakan yang memicu kanker, tetapi juga membantu membunuh sel-sel kanker yang berpotensi berkembang.<\/p>\n<h3>Tips Diet Sehat untuk Prostat<\/h3>\n<p>Meski <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tomat-rebus\" title=\"tomat rebus\">tomat rebus<\/a> sangat disarankan, dr. Andar mengingatkan bahwa keseimbangan nutrisi tetap menjadi kunci utama. Berikut adalah beberapa rekomendasi diet untuk menjaga kesehatan prostat:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Konsumsi Sayuran Berserat:<\/strong> Membantu metabolisme tubuh secara keseluruhan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kacang Kedelai:<\/strong> Mengandung isoflavon yang baik untuk kesehatan kelenjar prostat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Batasi Daging Merah:<\/strong> Konsumsi daging merah diperbolehkan, namun harus dalam porsi secukupnya dan tidak berlebihan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Keunggulan Likopen:<\/strong> Selain sebagai antioksidan, likopen juga aman bagi sistem peredaran darah karena tidak menyebabkan pengentalan darah. (Ant\/Z-1)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935148\/manfaat-likopen-dalam-tomat-rebus-untuk-mencegah-kanker-prostat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) KANKER prostat merupakan salah satu ancaman kesehatan yang serius bagi pria. Namun, langkah pencegahan ternyata bisa dimulai dari meja makan. Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi, dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS, mengungkapkan bahwa mengonsumsi tomat yang telah direbus secara rutin efektif membantu mencegah risiko penyakit tersebut. Kunci utama dari manfaat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}