{"id":105701,"date":"2026-09-19T01:52:37","date_gmt":"2026-09-18T18:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/pasar-caringin-kota-bandung-kampus-tanpa-ruang-kuliah-yang-mengajarkan-ilmu-berdagang\/"},"modified":"2026-09-19T01:52:37","modified_gmt":"2026-09-18T18:52:37","slug":"pasar-caringin-kota-bandung-kampus-tanpa-ruang-kuliah-yang-mengajarkan-ilmu-berdagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/19\/pasar-caringin-kota-bandung-kampus-tanpa-ruang-kuliah-yang-mengajarkan-ilmu-berdagang\/","title":{"rendered":"Pasar Caringin Kota Bandung Kampus Tanpa Ruang Kuliah yang Mengajarkan Ilmu Berdagang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789738483_d194ec080bbe6a27be82.jpg\" alt=\"Pasar Caringin Kota Bandung Kampus Tanpa Ruang Kuliah yang Mengajarkan Ilmu Berdagang\"\/><figcaption>Menyelami kehidupan pedagang di Pasar Caringin Kota Bandung.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pasar-caringin-kota-bandung\" title=\"pasar caringin kota bandung\">PASAR Caringin Kota Bandung<\/a>, Jawa Barat, bukan hanya tempat jual beli buah dan sayuran. Di balik hiruk-pikuk perdagangan, tersimpan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pengetahuan-praktis\" title=\"pengetahuan praktis\">pengetahuan praktis<\/a> yang diwariskan antargenerasi dan menjadi modal penting bagi para pedagang untuk bertahan hingga berkembang.<\/p>\n<p>Hal itu menjadi perhatian tim Institut Teknologi Bandung (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/itb\" title=\"ITB\">ITB<\/a>) bersama kru kanal Distrik Utara saat menyelami kehidupan para pedagang Pasar Caringin. Kunjungan tersebut membuka perspektif baru bahwa pasar rakyat bukan sekadar bangunan arsitektural, melainkan ruang hidup yang memproduksi pengetahuan, jaringan ekonomi, dan sejarah sosial.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Wakil Ketua Koperasi Pedagang Pasar Caringin, Haji Asep Wahyu, memperkenalkan tim kepada sejumlah pedagang senior, di antaranya Haji Mian Gunawan, Haji Indra Wijaya, dan Haji Tatang. Mereka merupakan bagian dari generasi yang membangun kehidupan perdagangan Caringin dari bawah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934479\/kemdiktisaintek-dorong-hilirisasi-riset-chip-paspor-elektronik-melalui-kolaborasi-itb-dan-peruri\" target=\"_blank\" title=\"Kemdiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Chip Paspor Elektronik melalui Kolaborasi ITB dan PERURI\">Kemdiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Chip Paspor Elektronik melalui Kolaborasi ITB dan PERURI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kisah menarik datang dari Haji Asep sendiri. Meski menempuh pendidikan teknik pertambangan, ia memilih kembali ke lingkungan pasar setelah mendapat pertanyaan kritis dari orang tuanya. &#8220;Sep, bapak yang cuma pedagang bisa menyekolahkanmu sampai insinyur. Kamu yang insinyur, bisa menyekolahkan anakmu sampai insinyur?&#8221; kisahnya.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dan pengetahuan tidak selalu lahir dari ruang kelas.<\/p>\n<p><strong>Modal Pedagang Bukan Semata Uang<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nDalam percakapan yang direkam Distrik Utara langsung dari lapak, Haji Tatang menyampaikan pandangan sederhana namun kuat. &#8220;Dagang itu modal awalnya bukan uang, tapi ilmu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/927913\/gelar-road-show-berani-bicara-nuklir-di-itb-gti-dukung-pembangunan-pltn-yang-transparan\" target=\"_blank\" title=\"Gelar Road Show Berani Bicara Nuklir di ITB, GTI Dukung Pembangunan PLTN yang Transparan\">Gelar Road Show Berani Bicara Nuklir di ITB, GTI Dukung Pembangunan PLTN yang Transparan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Haji Indra menekankan kejujuran sebagai fondasi berdagang. Bagi para pedagang, ilmu dibentuk dari pengalaman membaca kualitas barang, mengenali pemasok, memahami pelanggan, memperkirakan risiko, dan membangun kepercayaan. Tidak jarang, pengetahuan itu lahir dari kerugian, kesalahan, bahkan pengalaman tertipu.<\/p>\n<p>Pengetahuan semacam ini sulit ditemukan dalam buku teks. Ia tumbuh dari praktik sehari-hari dan melekat pada ruang tempat para pedagang bekerja.<\/p>\n<p>Dalam perspektif pemikir Prancis Henri Lefebvre, ruang bukan sekadar wadah pasif, melainkan dibentuk oleh praktik sosial manusia. Karena itu, Pasar Caringin tidak cukup dipahami melalui jumlah kios, luas bangunan, atau jalur distribusinya. Pasar juga merupakan ruang ekonomi, sosial, dan budaya.<\/p>\n<p><strong>Dari Lapak ke Kampus, Kembali ke Pasar<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nPertemuan akademisi dengan pedagang mempertemukan dua cara mengetahui yang berbeda. Pedagang memiliki pengetahuan yang lahir dari pengalaman langsung. Akademisi memiliki perangkat untuk mengabstraksikan pengalaman tersebut menjadi pengetahuan yang lebih terstruktur.<\/p>\n<p>Keduanya tidak ditempatkan dalam hubungan yang lebih tinggi atau lebih rendah. Justru, pengalaman pedagang dapat memperkaya teori akademik, sementara pengetahuan akademik dapat membantu pedagang membaca perubahan secara lebih sistematis. Proses itu kemudian berlanjut ke ruang diskusi dan ruang digital melalui produksi siniar. Pengalaman yang semula tersimpan dalam ingatan pedagang kini dapat didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Bagi tim ITB, inilah bentuk transduksi pengetahuan: pengalaman bergerak dari lapak ke ruang akademik, lalu kembali lagi ke kehidupan praktis.<\/p>\n<p><strong>Tantangan Regenerasi<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nPasar Caringin kini menghadapi tantangan baru, mulai digitalisasi transaksi, perubahan pola konsumsi, efisiensi distribusi, hingga regenerasi pedagang. Tidak semua generasi muda memilih meneruskan usaha keluarga. Padahal, jika pengetahuan praktis tidak diwariskan, yang terancam hilang bukan hanya keberlangsungan usaha, tetapi juga pemahaman kota tentang bagaimana rantai pasok pangan dan jaringan ekonomi masyarakat bekerja. Karena itu, regenerasi pasar bukan sekadar mencari penerus pedagang. Ia juga berarti menjaga keberlanjutan pengetahuan.<\/p>\n<p>Pasar Caringin akhirnya memberikan pelajaran penting bagi dunia arsitektur dan pendidikan: ruang bukan hanya sesuatu yang dirancang, tetapi juga sesuatu yang membentuk cara manusia belajar dan memahami dunia. Di tengah aktivitas perdagangan yang tak pernah berhenti, Caringin membuktikan dirinya sebagai universitas tanpa ruang kuliah tempat ilmu tumbuh dari pengalaman, kepercayaan, perjuangan, dan kehidupan sehari-hari. (E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/935055\/pasar-caringin-kota-bandung-kampus-tanpa-ruang-kuliah-yang-mengajarkan-ilmu-berdagang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyelami kehidupan pedagang di Pasar Caringin Kota Bandung.(Dok.Istimewa) PASAR Caringin Kota Bandung, Jawa Barat, bukan hanya tempat jual beli buah dan sayuran. Di balik hiruk-pikuk perdagangan, tersimpan pengetahuan praktis yang diwariskan antargenerasi dan menjadi modal penting bagi para pedagang untuk bertahan hingga berkembang. Hal itu menjadi perhatian tim Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama kru kanal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105702,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}