{"id":105631,"date":"2026-09-18T22:51:47","date_gmt":"2026-09-18T15:51:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/studi-ungkap-dua-pola-molekuler-berbeda-pada-otak-individu-dengan-autisme\/"},"modified":"2026-09-18T22:51:47","modified_gmt":"2026-09-18T15:51:47","slug":"studi-ungkap-dua-pola-molekuler-berbeda-pada-otak-individu-dengan-autisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/studi-ungkap-dua-pola-molekuler-berbeda-pada-otak-individu-dengan-autisme\/","title":{"rendered":"Studi Ungkap Dua Pola Molekuler Berbeda pada Otak Individu dengan Autisme"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789745733_cc181b96338bfddaa190.jpg\" alt=\"Studi Ungkap Dua Pola Molekuler Berbeda pada Otak Individu dengan Autisme\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/autisme\" title=\"Autisme\">Autisme<\/a> selama ini dikenal sebagai kondisi dengan karakteristik yang sangat beragam. Kini, tim peneliti Korea Selatan menemukan adanya dua pola aktivitas molekuler yang berbeda pada otak yang berkaitan dengan gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder\/ASD).<\/p>\n<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa beragam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perubahan-genetik\" title=\"perubahan genetik\">perubahan genetik<\/a> yang berkaitan dengan ASD dapat menghasilkan pola aktivitas gen yang berbeda di otak. Hasil penelitian ini berpotensi membantu ilmuwan memahami keragaman biologis di balik kondisi tersebut.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Dilansir dari Seoul Economic Daily, penelitian dipimpin oleh Kim Eunjoon dari Center for Synaptic Brain Dysfunctions, Institute for Basic Science (IBS). Tim peneliti menganalisis aktivitas gen pada model tikus dengan mutasi pada 17 gen yang diketahui berkaitan dengan risiko ASD.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/926466\/dorong-ciptakan-lingkungan-sosial-ramah-inidividu-dengan-gangguan-spektrum-autisme\" title=\"Dorong Ciptakan Lingkungan Sosial Ramah Inidividu dengan Gangguan Spektrum Autisme\" target=\"_blank\">Dorong Ciptakan Lingkungan Sosial Ramah Inidividu dengan Gangguan Spektrum Autisme<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>Dua Pola Aktivitas Gen<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 1.000 data aktivitas gen dari model tikus. Hasilnya menunjukkan dua kelompok dengan pola molekuler yang berlawanan.<\/p>\n<p>Pada kelompok pertama, aktivitas gen yang berkaitan dengan sinapsis mengalami penurunan. Sinapsis merupakan bagian penting dalam komunikasi antarsel saraf di otak. Pada kelompok yang sama, aktivitas sejumlah gen yang berkaitan dengan pengaturan ekspresi gen dan pemrosesan RNA justru meningkat.<\/p>\n<p>Sementara itu, kelompok kedua memperlihatkan kondisi sebaliknya. Aktivitas gen yang berhubungan dengan fungsi sinaptik meningkat, sedangkan aktivitas gen yang berkaitan dengan pengaturan ekspresi gen mengalami penurunan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/926254\/dokter-bermain-gawai-bukan-penyebab-utama-adhd-dan-autisme-pada-anak\" title=\"Dokter: Bermain Gawai Bukan Penyebab Utama ADHD dan Autisme pada Anak\" target=\"_blank\">Dokter: Bermain Gawai Bukan Penyebab Utama ADHD dan Autisme pada Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa mutasi gen yang berkaitan dengan risiko ASD tidak selalu menghasilkan perubahan molekuler yang sama. Dengan kata lain, keragaman genetik dapat berkaitan dengan jalur molekuler yang berbeda di dalam otak.<\/p>\n<h3><strong>Pola Serupa Terlihat pada Manusia<\/strong><\/h3>\n<p>Berdasarkan laporan dari Seoul Economic Daily, peneliti kemudian membandingkan temuan dari model tikus dengan data jaringan otak manusia. Hasilnya menunjukkan pola aktivitas gen yang berlawanan juga dapat ditemukan pada korteks prefrontal individu dengan ASD.<\/p>\n<p>Korteks prefrontal merupakan bagian otak yang berperan dalam berbagai fungsi kognitif dan perilaku. Kesamaan pola tersebut memberikan petunjuk bahwa perubahan molekuler yang ditemukan pada model hewan memiliki keterkaitan dengan kondisi biologis pada manusia.<\/p>\n<p>Namun, temuan ini tidak berarti ASD terbagi menjadi dua tipe klinis. Dua pola yang ditemukan merupakan klasifikasi berdasarkan aktivitas molekuler, bukan pembagian diagnosis autisme.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut menjadi langkah untuk memahami mengapa ASD memiliki karakteristik biologis yang begitu beragam. Para peneliti berharap pemetaan pola molekuler dapat membantu penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme ASD serta pengembangan pendekatan terapi yang mempertimbangkan perbedaan biologis antar pasien.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Seoul Economic Daily<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/935093\/studi-ungkap-dua-pola-molekuler-berbeda-pada-otak-individu-dengan-autisme\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnifik) Autisme selama ini dikenal sebagai kondisi dengan karakteristik yang sangat beragam. Kini, tim peneliti Korea Selatan menemukan adanya dua pola aktivitas molekuler yang berbeda pada otak yang berkaitan dengan gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder\/ASD). Temuan tersebut menunjukkan bahwa beragam perubahan genetik yang berkaitan dengan ASD dapat menghasilkan pola aktivitas gen yang berbeda di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105632,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}