{"id":105557,"date":"2026-09-18T19:41:38","date_gmt":"2026-09-18T12:41:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/vitamin-d-penting-untuk-anak-begini-panduan-yang-wajib-diperhatikan-orangtua\/"},"modified":"2026-09-18T19:41:38","modified_gmt":"2026-09-18T12:41:38","slug":"vitamin-d-penting-untuk-anak-begini-panduan-yang-wajib-diperhatikan-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/vitamin-d-penting-untuk-anak-begini-panduan-yang-wajib-diperhatikan-orangtua\/","title":{"rendered":"Vitamin D Penting untuk Anak, Begini Panduan yang Wajib Diperhatikan Orangtua"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789734903_ded8689fb56c411394e2.jpeg\" alt=\"Vitamin D Penting untuk Anak, Begini Panduan yang Wajib Diperhatikan Orangtua\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MEMBERIKAN suplemen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vitamin-d\" title=\"vitamin d\">vitamin D<\/a> kepada anak sering dianggap sebagai langkah sederhana untuk mendukung tumbuh kembang. Padahal, kebutuhan vitamin D tidak sama pada setiap usia.\u00a0<\/p>\n<p>Jenis asupan yang dikonsumsi anak juga menentukan apakah tambahan suplemen memang diperlukan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Pada anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakitis, kondisi yang membuat tulang menjadi lunak dan lemah. Karena itu, pemenuhan vitamin D perlu diperhatikan sejak bayi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/917621\/manfaat-vitamin-d-untuk-umur-panjang-dan-penjelasan-ilmiahnya\" title=\"Manfaat Vitamin D untuk Umur Panjang dan Penjelasan Ilmiahnya\" target=\"_blank\">Manfaat Vitamin D untuk Umur Panjang dan Penjelasan Ilmiahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Bayi ASI Perlu Mendapat Perhatian<\/h2>\n<p>Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bayi membutuhkan 400 IU atau 10 mikrogram vitamin D setiap hari sejak beberapa hari setelah lahir.\u00a0<\/p>\n<p>Rekomendasi tersebut berlaku hingga usia 12 bulan, sedangkan anak berusia 12\u201324 bulan membutuhkan 600 IU atau 15 mikrogram per hari.\u00a0<\/p>\n<p>Kebutuhan tersebut penting diperhatikan terutama pada bayi yang mendapatkan ASI. Berdasarkan informasi yang dikutip dari CDC, ASI umumnya tidak mengandung vitamin D dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/885580\/kurang-vitamin-d-bisa-berbahaya-ini-dampaknya-bagi-tubuh\" title=\"Kurang Vitamin D Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya bagi Tubuh\" target=\"_blank\">Kurang Vitamin D Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya bagi Tubuh<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Oleh karena itu, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif maupun kombinasi ASI dan susu formula membutuhkan tambahan 400 IU vitamin D setiap hari.<\/p>\n<p>Berbeda dengan bayi yang mengonsumsi susu formula dalam jumlah cukup. Dikutip dari CDC, bayi yang hanya mendapatkan susu formula dan mengonsumsi setidaknya 32 ons atau sekitar 950 mililiter per hari umumnya tidak membutuhkan tambahan vitamin D karena susu formula telah diperkaya dengan vitamin tersebut.<\/p>\n<h2>Jangan Asal Menambah Dosis<\/h2>\n<p>Anggapan bahwa semakin banyak vitamin D akan semakin baik bagi anak perlu dihindari. Berdasarkan laporan dari National Institutes of Health (NIH), konsumsi vitamin D secara berlebihan dapat menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.<\/p>\n<p>Tinjauan sistematis yang terbit pada 2026 juga menunjukkan bahwa suplementasi harian 400 IU efektif mempertahankan kadar vitamin D yang memadai pada sebagian besar bayi cukup bulan yang sehat.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, kebutuhan dapat berbeda pada kelompok tertentu sehingga dosis tambahan tidak sebaiknya diberikan tanpa pertimbangan tenaga kesehatan.\u00a0<\/p>\n<h2>Bisa Diperoleh dari Makanan<\/h2>\n<p>Dilansir dari NIH, vitamin D juga terdapat pada beberapa makanan, seperti ikan berlemak, kuning telur, hati sapi, dan keju. Sejumlah produk makanan dan minuman juga diperkaya dengan vitamin D.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pemberian suplemen perlu disesuaikan dengan usia dan sumber asupan anak. Orangtua sebaiknya tidak menaikkan dosis secara mandiri hanya untuk mengejar tumbuh kembang yang dianggap lebih optimal.\u00a0<\/p>\n<p>Bila kebutuhan anak belum jelas, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan suplementasi yang sesuai. (Elisa Rosalind\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/935019\/vitamin-d-penting-untuk-anak-begini-panduan-yang-wajib-diperhatikan-orangtua\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Magnific) MEMBERIKAN suplemen vitamin D kepada anak sering dianggap sebagai langkah sederhana untuk mendukung tumbuh kembang. Padahal, kebutuhan vitamin D tidak sama pada setiap usia.\u00a0 Jenis asupan yang dikonsumsi anak juga menentukan apakah tambahan suplemen memang diperlukan. Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Pada anak, kekurangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105557"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105557\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}