{"id":105407,"date":"2026-09-18T13:20:53","date_gmt":"2026-09-18T06:20:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/misteri-alam-semesta-terkuak-astronom-temukan-50-galaksi-katai-hantu\/"},"modified":"2026-09-18T13:20:53","modified_gmt":"2026-09-18T06:20:53","slug":"misteri-alam-semesta-terkuak-astronom-temukan-50-galaksi-katai-hantu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/misteri-alam-semesta-terkuak-astronom-temukan-50-galaksi-katai-hantu\/","title":{"rendered":"Misteri Alam Semesta Terkuak, Astronom Temukan 50 Galaksi Katai Hantu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789694790_7785d1a3a4447a74e8e9.jpg\" alt=\"Misteri Alam Semesta Terkuak, Astronom Temukan 50 Galaksi Katai 'Hantu'!\"\/><figcaption>15 dari 50 galaksi kerdil hantu yang baru ditemukan.( Astronomy &amp; Astrophysics)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PARA astronom berhasil menemukan sekitar 50 galaksi katai &#8220;hantu&#8221; yang terletak hingga sejauh 100 juta tahun cahaya dari Bumi. Penemuan fenomena antariksa yang amat redup ini berpotensi memecahkan salah satu teka-teki terbesar dalam model standar kosmologi mengenai keberadaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/materi-gelap\" title=\"materi gelap\">materi gelap<\/a> (dark matter) serta populasi galaksi satelit di alam semesta.<\/p>\n<p>Selama berdekade-dekade, ilmuwan yang mempelajari lingkungan di sekitar galaksi Bima Sakti dihadapkan pada ketidaksesuaian data. Jumlah galaksi katai satelit yang ditemukan mengorbit galaksi induk jauh lebih sedikit ketimbang prediksi teori kosmologi. Selain itu, para peneliti masih bingung mengenai cara galaksi-galaksi kecil ini tersebar di sekitar galaksi induk yang dikelilinginya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Untuk menjawab teka-teki tersebut, tim astronom melacak keberadaan galaksi satelit redup di sekitar tiga galaksi utama, yakni galaksi spiral NGC 5068 (berjarak 17 juta tahun cahaya), galaksi lentikular NGC 5084 (80 juta tahun cahaya), dan galaksi elips NGC 5087 (100 juta tahun cahaya). Hasilnya, tim berhasil mengidentifikasi hampir 50 galaksi katai redup baru yang mengorbit ketiga galaksi tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/929122\/sinyal-misterius-di-pusat-bima-sakti-diduga-jadi-bukti-langsung-pertama-materi-gelap\" title=\"Sinyal Misterius di Pusat Bima Sakti Diduga Jadi Bukti Langsung Pertama Materi Gelap\" target=\"_blank\">Sinyal Misterius di Pusat Bima Sakti Diduga Jadi Bukti Langsung Pertama Materi Gelap<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemimpin tim peneliti dari Institut Nasional untuk Astrofisika Italia (INAF), Crescenzo Tortora, menegaskan pentingnya riset terhadap objek antariksa yang samar ini.<\/p>\n<p>&#8220;Mempelajari pulau-pulau bintang yang hampir tidak terlihat ini bukan sekadar mengumpulkan benda astronomi,&#8221; ujar Crescenzo Tortora.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah satu-satunya cara yang kita miliki untuk memecahkan beberapa teka-teki utama dari model kosmologi dan akhirnya memahami bagaimana materi gelap yang misterius membentuk serta memodelkan seluruh alam semesta,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/927739\/teleskop-luar-angkasa-roman-nasa-siap-meluncur-dengan-spacex-falcon-heavy\" title=\"Teleskop Luar Angkasa Roman NASA Siap Meluncur dengan SpaceX Falcon Heavy\" target=\"_blank\">Teleskop Luar Angkasa Roman NASA Siap Meluncur dengan SpaceX Falcon Heavy<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Guna memastikan tidak ada galaksi katai yang terlewat, Tortora dan koleganya melakukan inspeksi visual secara teliti terhadap citra dari Very Large Telescope (VLT) alih-alih hanya mengandalkan algoritma otomatis. Metode ini melibatkan penyaringan atau penutupan cahaya dari bintang-bintang di latar depan agar galaksi &#8220;hantu&#8221; yang amat redup dapat terlihat jelas.<\/p>\n<p>Melalui proses tersebut, ilmuwan menemukan 47 kandidat galaksi katai baru yang belum pernah terpetakan sebelumnya. Objek-objek baru ini memiliki beragam bentuk, mulai dari sferoid, elips, hingga ireguler, serta memiliki massa berkisar antara satu juta hingga satu miliar kali massa Matahari.<\/p>\n<p>Anggota tim peneliti INAF, Rossella Ragusa, menjelaskan bahwa kedalaman pengamatan memunculkan pemetaan struktur galaksi yang jauh lebih presisi.<\/p>\n<p>&#8220;Berkat pengamatan VST yang mendalam, kami tidak hanya dapat &#8216;melihat&#8217; beberapa galaksi yang sangat redup dengan lebih baik, tetapi juga mengarakterisasi profil cahaya mereka dengan rasio sinyal terhadap kebisingan yang tinggi. Dengan mengumpulkan lebih banyak cahaya, kami dapat memetakan wilayah luar mereka dengan lebih baik,&#8221; kata Rossella Ragusa.<\/p>\n<p>Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa pengamatan lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi status objek-objek tersebut secara pasti. Wilayah ruang angkasa yang diamati dalam survei ini kebetulan berada di dalam bidang pandang teleskop luar angkasa Euclid, sehingga data rilis mendatang diharapkan dapat semakin memperjelas penemuan galaksi hantu ini. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934792\/misteri-alam-semesta-terkuak-astronom-temukan-50-galaksi-katai-hantu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>15 dari 50 galaksi kerdil hantu yang baru ditemukan.( Astronomy &amp; Astrophysics) PARA astronom berhasil menemukan sekitar 50 galaksi katai &#8220;hantu&#8221; yang terletak hingga sejauh 100 juta tahun cahaya dari Bumi. Penemuan fenomena antariksa yang amat redup ini berpotensi memecahkan salah satu teka-teki terbesar dalam model standar kosmologi mengenai keberadaan materi gelap (dark matter) serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105408,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105408"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}