{"id":105399,"date":"2026-09-18T12:58:48","date_gmt":"2026-09-18T05:58:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/utang-baru-apbn-rp506-triliun-kemenkeu-masih-on-track\/"},"modified":"2026-09-18T12:58:48","modified_gmt":"2026-09-18T05:58:48","slug":"utang-baru-apbn-rp506-triliun-kemenkeu-masih-on-track","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/utang-baru-apbn-rp506-triliun-kemenkeu-masih-on-track\/","title":{"rendered":"Utang Baru APBN Rp506 Triliun, Kemenkeu Masih On Track"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789710913_6b198afc9c0948b4864d.jpg\" alt=\"Utang Baru APBN Rp506 Triliun, Kemenkeu : Masih On Track\"\/><figcaption>Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) dalam konferensi pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18\/9).(MI\/Insi Nantika Jelita)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-keuangan\" title=\"Kementerian Keuangan\">KEMENTERIAN Keuangan<\/a> (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/utang\" title=\"Utang\">utang<\/a> neto mencapai Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026. Realisasi tersebut setara 60,8% dari target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apbn\" title=\"APBN\">APBN<\/a>) 2026 sebesar Rp832,2 triliun.<\/p>\n<p>Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, realisasi pembiayaan utang tersebut masih sesuai dengan rencana yang ditetapkan dalam APBN 2026. Pemerintah akan terus memantau perkembangan pembiayaan hingga akhir tahun.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cPembiayaan utang neto sampai 31 Agustus sebesar Rp506 triliun. Jadi sampai Agustus ini masih on track dan sesuai dengan rencana APBN,\u201d kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/641490\/pemerintah-minta-kebijakan-utang-tak-hanya-lihat-nominal\" title=\"Pemerintah Minta Kebijakan Utang tak Hanya Lihat Nominal\" target=\"_blank\">Pemerintah Minta Kebijakan Utang tak Hanya Lihat Nominal<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Realisasi tersebut terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp527,4 triliun dan pinjaman neto minus Rp21,4 triliun.\u00a0<\/p>\n<p>Penerbitan SBN tersebut telah mencapai sekitar 66% dari target APBN 2026 sebesar Rp799,5 triliun. Sementara itu, target pembiayaan melalui pinjaman ditetapkan sebesar Rp32,7 triliun.<\/p>\n<p>Suahasil mengatakan kondisi pasar SBN domestik tetap solid meski ketidakpastian global masih tinggi. Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar pembiayaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/889005\/ekonomi-tumbuh-561-indef-soroti-tekanan-rupiah-dan-defisit-fiskal-indonesia\" title=\"Ekonomi Tumbuh 5,61%, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia\" target=\"_blank\">Ekonomi Tumbuh 5,61%, Indef Soroti Tekanan Rupiah dan Defisit Fiskal Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi imbal hasil, spread SBN Indonesia dengan instrumen pembanding di pasar global dinilai masih menarik bagi investor. Spread SBN 10 tahun rupiah berada di sekitar 120 basis poin, sedangkan spread Indonesia dengan negara pembanding berada di level 217 basis poin.<\/p>\n<p>\u201cSpread 217 basis poin tetap membuat pasar SBN Indonesia menarik bagi pemodal asing,\u201d ujar Suahasil.<\/p>\n<p>Minat investor juga terlihat dari lelang SBN di pasar primer. Rasio penawaran terhadap jumlah SBN yang dimenangkan atau bid to cover ratio tercatat rata-rata 2,53 kali, lebih tinggi dibandingkan rata-rata lelang Surat Utang Negara (SUN) sebesar 1,88 kali.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan strategi pembiayaan hingga akhir 2026 akan tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan defisit APBN yang dipatok sebesar 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).<\/p>\n<p>Pemerintah akan mempertahankan komposisi instrumen pembiayaan dengan melanjutkan lelang SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) setiap Selasa. Selain itu, pemerintah masih akan menerbitkan dua seri SBN ritel, yakni Sukuk Tabungan dan SBN ritel konvensional.<\/p>\n<p>Pemerintah juga memiliki opsi menerbitkan SBN dalam valuta asing dengan mempertimbangkan kondisi pasar. Sementara itu, pinjaman program dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) telah tersedia untuk dicairkan.<\/p>\n<p>Suminto menegaskan pemerintah akan menjaga pasokan SBN domestik agar penerbitan tambahan tidak meningkatkan tekanan terhadap imbal hasil.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memastikan suplai penerbitan SBN domestik tetap terjaga agar tidak menambah risiko pasokan yang berpotensi meningkatkan yield,\u201d kata Suminto.<\/p>\n<p>Belanja Bunga Utang Rp394,2 Triliun<\/p>\n<p>Di sisi lain, realisasi belanja bunga utang hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp394,2 triliun. Angka tersebut terdiri dari belanja bunga utang dalam negeri sebesar Rp366,4 triliun dan bunga utang luar negeri sebesar Rp27,8 triliun.<\/p>\n<p>Suminto mengatakan alokasi belanja bunga utang dalam APBN 2026 masih memadai. Bahkan, pemerintah melihat terdapat peluang penghematan dari alokasi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDari Rp394,2 triliun belanja bunga utang, sekitar Rp366,4 triliun merupakan bunga utang dalam negeri. Artinya, belanja bunga tersebut beredar di dalam negeri dan menjadi likuiditas untuk mendukung aktivitas ekonomi,\u201d tuturnya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/934868\/utang-baru-apbn-rp506-triliun-kemenkeu--masih-on-track\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) dalam konferensi pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18\/9).(MI\/Insi Nantika Jelita) KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang neto mencapai Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026. Realisasi tersebut setara 60,8% dari target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp832,2 triliun. Menteri Keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105399"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105399\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}