{"id":105315,"date":"2026-09-18T09:32:40","date_gmt":"2026-09-18T02:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/langka-pengorbit-nasa-temukan-kawah-baru-di-bulan-hasil-tabrakan-seabad-sekali\/"},"modified":"2026-09-18T09:32:40","modified_gmt":"2026-09-18T02:32:40","slug":"langka-pengorbit-nasa-temukan-kawah-baru-di-bulan-hasil-tabrakan-seabad-sekali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/langka-pengorbit-nasa-temukan-kawah-baru-di-bulan-hasil-tabrakan-seabad-sekali\/","title":{"rendered":"Langka Pengorbit NASA Temukan Kawah Baru di Bulan Hasil Tabrakan Seabad Sekali"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789689067_04dae30045dce913924d.jpg\" alt=\"Langka! Pengorbit NASA Temukan Kawah Baru di Bulan Hasil Tabrakan Seabad Sekali\"\/><figcaption>Tampilan yang diperbesar dari kawah McGetchin, yang dilingkari di sebelah kiri, di samping gambar &#8220;sebelum&#8221; di sebelah kanan. Panel di sebelah kiri dibuat dari gambar yang diambil oleh Kamera Sudut Lebar Lunar Reconnaissance Orbiter NASA pada musim panas 2(NASA Goddard\/Intuitive Machines\/Robert Wagner)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENEMUAN langka kembali terjadi dalam studi astronomi luar angkasa. Saat melakukan pemeriksaan kualitas data rutin, Robert Wagner, seorang peneliti dari wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a>, mendeteksi titik terang yang tidak biasa dan dikelilingi halo gelap pada peta permukaan Bulan di layar komputernya.<\/p>\n<p>Titik tersebut rupanya menjadi petunjuk dari ditemukannya kawah baru berukuran raksasa di tepi timur Bulan. Temuan ini dikonfirmasi sebagai kawah baru terbesar yang pernah tercatat terbentuk di tata surya selama era pengamatan modern.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Oleh para ilmuwan, kawah ini secara resmi diberi nama McGetchin, sebagai penghormatan kepada ilmuwan pionir studi Bulan, Tom McGetchin. Kawah tersebut diperkirakan terbentuk antara 11 April hingga 22 Mei 2024 akibat hantaman komet atau asteroid berukuran setara gedung tiga hingga enam lantai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934754\/teleskop-roman-nasa-mulai-bangun-instrumen-utama-resmi-dinyalakan\" title=\"Teleskop Roman NASA Mulai 'Bangun', Instrumen Utama Resmi Dinyalakan\" target=\"_blank\">Teleskop Roman NASA Mulai &#8216;Bangun&#8217;, Instrumen Utama Resmi Dinyalakan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dampak dari tabrakan dahsyat tersebut menghasilkan kawah berdiameter sekitar 728 kaki (222 meter), hampir setara dengan panjang dua lapangan sepak bola, dengan kedalaman mencapai 141 kaki (43 meter). Para peneliti memperkirakan bahwa benturan dengan skala sebesar ini tergolong fenomena yang sangat langka, yakni hanya terjadi sekitar satu kali dalam seabad atau bahkan lebih lama.<\/p>\n<h2>Efek &#8216;Area Dingin&#8217; di Sekitar Lokasi Hantaman<\/h2>\n<p>Setelah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kawah-mcgetchin\" title=\"kawah McGetchin\">kawah McGetchin<\/a> terdeteksi melalui kamera Wide-Angle Camera milik LRO, para ilmuwan menggunakan instrumen termal Diviner untuk melakukan pengamatan lanjutan. Hasil pengamatan menunjukkan keberadaan wilayah &#8220;zona dingin&#8221; (cold spot) selebar 4 mil (sekitar 6,4 kilometer) di sekeliling kawah.<\/p>\n<p>Zona ini tercatat memiliki suhu malam hari yang lebih dingin hingga 16 derajat Fahrenheit (sekitar 9 derajat Celsius) dibandingkan area sekitarnya. Penurunan suhu ini terjadi karena guncangan akibat benturan membuat lapisan regolit (debu dan batuan halus Bulan) di sekitar kawah menjadi lebih gembur dan tidak padat, sehingga berkurang kemampuannya dalam menyimpan panas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934685\/nasa-ungkap-pusat-massa-bumi-bergeser-akibat-perubahan-musim\" title=\"NASA Ungkap Pusat Massa Bumi Bergeser akibat Perubahan Musim\" target=\"_blank\">NASA Ungkap Pusat Massa Bumi Bergeser akibat Perubahan Musim<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Hasil temuan mengenai fenomena kawah anyar ini telah diterbitkan dalam dua jurnal ilmiah di Science Advances.<\/p>\n<h2>Penting bagi Misi Masa Depan ke Bulan<\/h2>\n<p>Penemuan kawah McGetchin memberikan wawasan ilmiah yang sangat berharga bagi para astronom untuk memahami bagaimana permukaan Bulan terus berubah secara dinamis. Perubahan struktur fisik tanah di sekitar lokasi dampak seperti zona regolit yang gembur dapat memengaruhi bagaimana roda kendaraan penjelajah (rover) berinteraksi dengan permukaan Bulan di masa mendatang.<\/p>\n<p>Data yang dikumpulkan oleh LRO menjadi sangat krusial di tengah persiapan NASA dan berbagai badan antariksa dunia dalam menyongsong era keberadaan manusia secara berkelanjutan di Bulan. Hingga saat ini, tim misi LRO telah mengidentifikasi setidaknya 1.000 kawah benturan baru dan mencatat lebih dari 100.000 perubahan pada permukaan Bulan sejak wahana tersebut mulai mengorbit pada tahun 2009. (NASA\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/934758\/langka-pengorbit-nasa-temukan-kawah-baru-di-bulan-hasil-tabrakan-seabad-sekali\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tampilan yang diperbesar dari kawah McGetchin, yang dilingkari di sebelah kiri, di samping gambar &#8220;sebelum&#8221; di sebelah kanan. Panel di sebelah kiri dibuat dari gambar yang diambil oleh Kamera Sudut Lebar Lunar Reconnaissance Orbiter NASA pada musim panas 2(NASA Goddard\/Intuitive Machines\/Robert Wagner) PENEMUAN langka kembali terjadi dalam studi astronomi luar angkasa. Saat melakukan pemeriksaan kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105316,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}