{"id":105266,"date":"2026-09-18T07:18:36","date_gmt":"2026-09-18T00:18:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/4-dari-10-anak-sekolah-alami-gigi-berlubang-kemenkes-dorong-periksa-gigi-rutin\/"},"modified":"2026-09-18T07:18:36","modified_gmt":"2026-09-18T00:18:36","slug":"4-dari-10-anak-sekolah-alami-gigi-berlubang-kemenkes-dorong-periksa-gigi-rutin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/4-dari-10-anak-sekolah-alami-gigi-berlubang-kemenkes-dorong-periksa-gigi-rutin\/","title":{"rendered":"4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Kemenkes Dorong Periksa Gigi Rutin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789690404_7a9968cc5e9c6c10747f.jpg\" alt=\"4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Kemenkes Dorong Periksa Gigi Rutin\u00a0\"\/><figcaption>Ilustrasi pengecekan kesehatan gigi oleh dokter(Antara Foto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kesehatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenkes\" title=\"kemenkes\">Kemenkes<\/a>) mendorong upaya menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-gigi\" title=\"kesehatan gigi\">kesehatan gigi<\/a> dan mulut anak sejak dini. Hal ini penting mengingat 41% anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gigi-berlubang\" title=\"Gigi berlubang\">gigi berlubang<\/a>.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemeriksaan gigi merupakan salah satu prioritas dalam program CKG dan perlu dimanfaatkan oleh seluruh anak sekolah.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cBerita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program CKG. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41% anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,&#8221; kata Dante dalam keterangannya, Jumat (18\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911180\/mengenal-karies-gigi-pada-anak-gejala-bahaya-dan-cara-mengatasinya\" title=\"Mengenal Karies Gigi pada Anak: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya\" target=\"_blank\">Mengenal Karies Gigi pada Anak: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut Dante, masalah gigi tidak seharusnya baru ditangani ketika sudah sakit. Pemeriksaan secara rutin setiap enam bulan diperlukan untuk mendeteksi masalah sejak dini, disertai kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cIntervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya. Sekolah menjadi salah satu kunci karena di sana ada UKS, dokter kecil, pramuka, dan berbagai kegiatan yang dapat digunakan untuk membangun kebiasaan sehat,\u201d ujar Dante.<\/p>\n<p>Ia juga mendorong sekolah untuk mengajarkan hal-hal sederhana terkait perawatan gigi, mulai dari cara menyikat gigi yang benar, memilih makanan yang baik untuk kesehatan gigi, hingga mengenalkan penggunaan pasta gigi berfluoride. Para murid di sekolah juga dapat diedukasi mengenali tanda-tanda masalah gigi pada diri sendiri bahkan gigi temannya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/824781\/kesehatan-gigi-buruk-bisa-tingkatkan-risiko-stroke-hingga-86-persen\" title=\"Kesehatan Gigi Buruk Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 86 Persen\" target=\"_blank\">Kesehatan Gigi Buruk Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 86 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sehingga pentingnya waktu menyikat gigi yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Kebiasaan sederhana tersebut perlu dibangun sejak anak-anak agar menjadi bagian dari perilaku hidup sehat.<\/p>\n<p>Diketahui pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengusung tema Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat dengan subtema Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kemenkes, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.<\/p>\n<p>Wakil Ketua PB PDGI, drg Tari Tritarayati, mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,\u201d ujar drg Tari. (H-4)<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0 \u00a0\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934766\/4-dari-10-anak-sekolah-alami-gigi-berlubang-kemenkes-dorong-periksa-gigi-rutin\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi pengecekan kesehatan gigi oleh dokter(Antara Foto) KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mendorong upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Hal ini penting mengingat 41% anak sekolah yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang. Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemeriksaan gigi merupakan salah satu prioritas dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105266"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105266\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}