{"id":105230,"date":"2026-09-18T05:25:53","date_gmt":"2026-09-17T22:25:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/kpcdi-90-persen-pasien-cuci-darah-mulai-dalam-kondisi-darurat\/"},"modified":"2026-09-18T05:25:53","modified_gmt":"2026-09-17T22:25:53","slug":"kpcdi-90-persen-pasien-cuci-darah-mulai-dalam-kondisi-darurat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/kpcdi-90-persen-pasien-cuci-darah-mulai-dalam-kondisi-darurat\/","title":{"rendered":"KPCDI 90 Persen Pasien Cuci Darah Mulai dalam Kondisi Darurat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/18\/1789683807_947c1e20d8a3d7ebe166.jpg\" alt=\"KPCDI: 90 Persen Pasien Cuci Darah Mulai dalam Kondisi Darurat\"\/><figcaption>Ilustrasi&#8211;Dokter spesialis penyakit dalam memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien gagal ginjal di klinik hemodialisa di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.(ANTARA\/Destyan Sujarwoko)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>HAMPIR sembilan dari sepuluh pasien dialisis di Indonesia memulai prosedur <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hemodialisis\" title=\"hemodialisis\">hemodialisis<\/a> dalam kondisi darurat. Temuan ini diungkapkan oleh Komunitas Pasien <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cuci-darah\" title=\"Cuci darah\">Cuci Darah<\/a> Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpcdi\" title=\"KPCDI\">KPCDI<\/a>) berdasarkan hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa persoalan keselamatan pasien sebenarnya telah terjadi jauh sebelum sesi cuci darah pertama dimulai.<\/p>\n<p>Data tersebut menjadi sorotan utama dalam <i>Focus Group Discussion<\/i> (FGD) memperingati <i>World Patient Safety Day 2026<\/i> bertema \u201cTata Laksana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/akses-vaskular\" title=\"akses vaskular\">Akses Vaskular<\/a> yang Tepat sebagai Kunci Keselamatan Pasien Dialisis \u2014 Patient Safety from the Start.\u201d<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kesehatan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bpjs-kesehatan\" title=\"BPJS Kesehatan\">BPJS Kesehatan<\/a>, hingga organisasi profesi medis seperti PERNEFRI, PESBEVI, dan PERSI.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/929956\/kemenkes-upayakan-bpjs-tanggung-daycare-lansia-dan-layanan-kesehatan-jiwa\" title=\"Kemenkes Upayakan BPJS Tanggung Daycare Lansia dan Layanan Kesehatan Jiwa\" target=\"_blank\">Kemenkes Upayakan BPJS Tanggung Daycare Lansia dan Layanan Kesehatan Jiwa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir, menegaskan bahwa angka 90% tersebut bukan sekadar statistik klinis, melainkan alarm bagi sistem kesehatan nasional.<\/p>\n<h5><img decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/content\/2026\/09\/18\/1789683767_fe4f19cccb54d906183e.jpeg\"\/><strong>MI\/HO<\/strong>&#8212;<em>Focus Group Discussion (FGD) memperingati World Patient Safety Day 2026 bertema \u201cTata Laksana Akses Vaskular yang Tepat sebagai Kunci Keselamatan Pasien Dialisis \u2014 Patient Safety from the Start.\u201d<\/em><\/h5>\n<p>\u201cKalau hampir 90% pasien memulai cuci darah dalam kondisi darurat, kita harus bertanya lebih jauh: mengapa pasien tiba di titik itu tanpa persiapan yang cukup?\u201d ujar Tony.<\/p>\n<h3>Realita Akses Vaskular: Jalur Kehidupan yang Berisiko<\/h3>\n<p>Survei KPCDI membedah kondisi awal pasien saat memulai dialisis. Mayoritas pasien masih bergantung pada akses sementara yang memiliki risiko komplikasi tinggi dibandingkan akses permanen seperti AV Fistula (Cimino).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918618\/pasien-bpjs-menunggu-8-jam-di-igd-ylki-desak-kemenkes-investigasi\" title=\"Pasien BPJS Menunggu 8 Jam di IGD, YLKI Desak Kemenkes Investigasi\" target=\"_blank\">Pasien BPJS Menunggu 8 Jam di IGD, YLKI Desak Kemenkes Investigasi<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Jenis Akses Awal<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Persentase<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kateter Double-Lumen (CDL)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">70%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">AV Fistula \/ Cimino (Permanen)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">3,6%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lainnya \/ Kondisi Darurat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">26,4%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Ketergantungan pada kateter membawa dampak nyata bagi kualitas hidup pasien. Berdasarkan survei, berikut adalah komplikasi yang sering dialami:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Komplikasi Pengguna Kateter<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Persentase<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Demam atau Menggigil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">74%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Gangguan Aliran Darah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">36%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Rawat Inap akibat Komplikasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">18%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Perspektif Medis: Perencanaan Dini adalah Kunci<\/h3>\n<p>dr. Akmadu Muradi dari PESBEVI mengingatkan bahwa kateter double-lumen (CDL) seharusnya hanya menjadi solusi sementara. Penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko stenosis vena sentral hingga cedera pembuluh darah.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan menunggu fistula trombosis. Pembengkakan atau alarm mesin yang berulang adalah <i>warning sign<\/i> yang harus segera ditangani,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, dr. Pringgo Digdo Nugroho dari PERNEFRI menekankan prinsip <i>\u201cthe right access, for the right patient, at the right time.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Menurutnya, edukasi harus dimulai saat fungsi ginjal (eGFR) pasien berada di angka 15\u201320, sehingga persiapan akses permanen bisa dilakukan sebelum kondisi kritis terjadi.<\/p>\n<h3>Tantangan Sistemik: Kredensial dan Pembiayaan<\/h3>\n<p>Meski BPJS Kesehatan memastikan bahwa layanan dialisis dan akses vaskular dijamin oleh JKN, fakta di lapangan menunjukkan adanya hambatan administratif. Hingga Juni 2026, biaya katastrofik untuk penyakit ginjal mencapai Rp7 triliun dengan 6,7 juta kasus.<\/p>\n<p>Namun, KPCDI menyoroti masalah kredensial dokter yang memakan waktu 6-7 bulan, menyebabkan pasien harus dirujuk ke luar kota meski rumah sakit setempat memiliki fasilitas. Menanggapi hal ini, drg. Afriza Yanti dari BPJS Kesehatan menyatakan akan berkoordinasi dengan PERSI dan KPCDI untuk membedah hambatan administratif tersebut agar tidak merugikan pasien.<\/p>\n<h3>Agenda Strategis Keselamatan Pasien<\/h3>\n<p>FGD ini merumuskan enam poin penting untuk memperbaiki tata kelola keselamatan pasien dialisis di Indonesia:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Edukasi predialisis yang terstruktur bagi pasien dan keluarga.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Persiapan akses vaskular lebih awal sebelum kondisi darurat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Peningkatan kompetensi perawat dalam kanulasi dan monitoring akses.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Deteksi dini terhadap gejala kegagalan akses (stenosis\/trombosis).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penyederhanaan jalur rujukan agar pasien tidak mencari fasilitas sendiri.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penyelesaian hambatan kredensial dokter dan kendala administratif lainnya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u201cKeselamatan pasien dialisis tidak dimulai ketika mesin dinyalakan, tapi jauh sebelumnya saat pasien masih punya waktu untuk bersiap. Jangan tunggu pasien sesak atau kateter terinfeksi baru sistem bergerak,\u201d tutup Tony Samosir.(Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934742\/kpcdi-90-persen-pasien-cuci-darah-mulai-dalam-kondisi-darurat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi&#8211;Dokter spesialis penyakit dalam memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien gagal ginjal di klinik hemodialisa di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.(ANTARA\/Destyan Sujarwoko) HAMPIR sembilan dari sepuluh pasien dialisis di Indonesia memulai prosedur hemodialisis dalam kondisi darurat. Temuan ini diungkapkan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) berdasarkan hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa persoalan keselamatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}