{"id":105133,"date":"2026-09-18T01:13:53","date_gmt":"2026-09-17T18:13:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/15-dampak-makan-tengah-malam\/"},"modified":"2026-09-18T01:13:53","modified_gmt":"2026-09-17T18:13:53","slug":"15-dampak-makan-tengah-malam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/18\/15-dampak-makan-tengah-malam\/","title":{"rendered":"15 Dampak Makan Tengah Malam"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789660628_009d90469f6a34fe5fbb.jpg\" alt=\"15 Dampak Makan Tengah Malam\"\/><figcaption>Berikut Dampak Makan Tengah Malam(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makan-tengah-malam\" title=\"Makan Tengah Malam\">MAKAN tengah malam<\/a> adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau camilan pada waktu larut malam, umumnya beberapa jam setelah makan malam atau mendekati waktu tidur.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini dapat terjadi karena rasa lapar, jadwal aktivitas, atau pola makan yang tidak teratur.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Mengganggu kualitas tidur<\/strong><\/h3>\n<p>Makan dalam jumlah banyak sebelum tidur dapat membuat tubuh masih aktif mencerna makanan sehingga tidur terasa kurang nyaman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/933317\/13-dampak-negatif-sering-makan-tengah-malam\" title=\"13 Dampak Negatif Sering Makan Tengah Malam\" target=\"_blank\">13 Dampak Negatif Sering Makan Tengah Malam<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Memicu rasa begah<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan dalam jumlah banyak pada larut malam dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung.<\/p>\n<h3><strong>3. Meningkatkan risiko heartburn<\/strong><\/h3>\n<p>Berbaring tidak lama setelah makan dapat membuat sebagian orang lebih mudah mengalami sensasi panas atau tidak nyaman di dada akibat refluks.<\/p>\n<h3><strong>4. Memicu refluks asam<\/strong><\/h3>\n<p>Pada orang yang rentan terhadap GERD, makan mendekati waktu tidur dapat memperburuk gejala refluks.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/918264\/12-bahaya-sering-makan-tengah-malam\" title=\"12 Bahaya Sering Makan Tengah Malam\" target=\"_blank\">12 Bahaya Sering Makan Tengah Malam<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut<\/strong><\/h3>\n<p>Pencernaan yang masih berlangsung ketika tidur dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.<\/p>\n<h3><strong>6. Memengaruhi nafsu makan keesokan harinya<\/strong><\/h3>\n<p>Makan larut malam dalam jumlah banyak dapat membuat seseorang kurang lapar ketika sarapan.<\/p>\n<h3><strong>7. Mendorong pola makan tidak teratur<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan makan tengah malam dapat membuat jadwal makan sehari-hari menjadi kurang konsisten.<\/p>\n<h3><strong>8. Meningkatkan asupan kalori harian<\/strong><\/h3>\n<p>Jika makan tengah malam menjadi tambahan di luar kebutuhan makan sehari-hari, jumlah energi yang dikonsumsi dapat meningkat.<\/p>\n<h3><strong>9. Dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p>Kenaikan berat badan terutama berkaitan dengan kelebihan asupan energi secara keseluruhan. Kebiasaan makan larut malam dapat menjadi salah satu faktor jika menyebabkan asupan energi berlebihan.<\/p>\n<h3><strong>10. Memengaruhi pengaturan gula darah<\/strong><\/h3>\n<p>Waktu makan dapat berinteraksi dengan ritme sirkadian dan metabolisme tubuh. Efeknya dapat berbeda pada setiap orang.<\/p>\n<h3><strong>11. Berpotensi memengaruhi metabolisme<\/strong><\/h3>\n<p>Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang tidak selaras dengan ritme biologis tubuh dapat memengaruhi proses metabolisme.<\/p>\n<h3><strong>12. Membuat tidur terasa kurang nyaman<\/strong><\/h3>\n<p>Perut yang terlalu penuh dapat membuat seseorang sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.<\/p>\n<h3><strong>13. Dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kalori<\/strong><\/h3>\n<p>Pada sebagian orang, makan larut malam sering dikaitkan dengan pilihan makanan ringan yang tinggi gula atau lemak.<\/p>\n<h3><strong>14. Mengganggu rutinitas harian<\/strong><\/h3>\n<p>Kebiasaan makan terlalu larut dapat membuat waktu tidur, bangun, dan jadwal makan berikutnya menjadi kurang teratur.<\/p>\n<h3><strong>15. Dapat memperburuk keluhan pencernaan tertentu<\/strong><\/h3>\n<p>Orang yang memiliki masalah seperti refluks atau gangguan pencernaan tertentu mungkin lebih sensitif terhadap makan dekat waktu tidur.<\/p>\n<p>Jika sering lapar pada malam hari, usahakan makan secara teratur sepanjang hari, pilih makanan yang cukup mengenyangkan, dan hindari makan dalam porsi besar tepat sebelum tidur. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>halodoc, alodokter<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934704\/15-dampak-makan-tengah-malam\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Makan Tengah Malam(magnifik) MAKAN tengah malam adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau camilan pada waktu larut malam, umumnya beberapa jam setelah makan malam atau mendekati waktu tidur. Kebiasaan ini dapat terjadi karena rasa lapar, jadwal aktivitas, atau pola makan yang tidak teratur. 1. Mengganggu kualitas tidur Makan dalam jumlah banyak sebelum tidur dapat membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105134,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}