{"id":105083,"date":"2026-09-17T23:04:42","date_gmt":"2026-09-17T16:04:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/memainkan-peran-perkuat-hilirisasi-nasional\/"},"modified":"2026-09-17T23:04:42","modified_gmt":"2026-09-17T16:04:42","slug":"memainkan-peran-perkuat-hilirisasi-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/memainkan-peran-perkuat-hilirisasi-nasional\/","title":{"rendered":"Memainkan Peran Perkuat Hilirisasi Nasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789660958_da8cca4092f7bf3d0bdd.jpg\" alt=\"Memainkan Peran Perkuat Hilirisasi Nasional\"\/><figcaption>PLTA Balangbano milik PT Vale Indonesia dan Pabrik pengolahan biji nikel PT Vale.(MI\/Lina Herlina)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PEMERINTAH terus menempatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hilirisasi\" title=\"hilirisasi\">hilirisasi<\/a> sebagai bagian penting dalam strategi meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam Indonesia. Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/danantara\" title=\"Danantara\">Danantara<\/a> Indonesia), Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> ingin mendorong optimalisasi kekayaan negara sekaligus memperbesar kontribusi Badan Usaha Milik Negara (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bumn\" title=\"BUMN\">BUMN<\/a>) terhadap pembangunan industri nasional.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14\/8), Prabowo menjelaskan, Danantara mengemban dua agenda besar. Selain melakukan pembenahan terhadap struktur BUMN, lembaga tersebut juga diarahkan untuk mengubah keuntungan perusahaan negara menjadi sumber pendanaan bagi investasi yang produktif.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurut Kepala Negara, pembenahan dibutuhkan karena masih terdapat perusahaan negara yang memiliki organisasi terlalu besar, tingkat efisiensi yang rendah, dan produktivitas yang belum optimal. Pada saat yang sama, keuntungan BUMN diharapkan dapat diputar kembali untuk membangun industri dengan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/926927\/bintang-kehormatan-disiapkan-untuk-pimpinan-danantara\" title=\"Bintang Kehormatan Disiapkan untuk Pimpinan Danantara\" target=\"_blank\">Bintang Kehormatan Disiapkan untuk Pimpinan Danantara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Agenda tersebut mulai direalisasikan melalui sejumlah proyek hilirisasi. Selama 2026, Danantara telah mengawali 26 proyek yang terbagi dalam dua gelombang. Sebanyak 13 proyek melakukan <em>groundbreaking<\/em> pada 6 Februari 2026, kemudian 13 proyek lainnya menyusul pada 29 April 2026.<\/p>\n<p>Arah kebijakan pemerintah juga mulai diperluas. Tidak hanya memperkuat pengolahan bahan mentah atau penghiliran, Prabowo mendorong penguasaan sektor hulu melalui investasi dan kemungkinan akuisisi perusahaan-perusahaan unggulan di dunia.<\/p>\n<p>Investasi tersebut ditujukan untuk mempercepat transfer berbagai kemampuan yang belum sepenuhnya dikuasai Indonesia. Dari perusahaan global yang diinvestasikan, pemerintah berharap dapat memperoleh teknologi, kekayaan intelektual, kemampuan manajerial, pengalaman industri, jaringan distribusi, sekaligus akses ke pasar internasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/926153\/investasi-tumbuh-danantara-perkuat-dampak-ekonomi-nasional-secara-terukur\" title=\"Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur\" target=\"_blank\">Investasi Tumbuh, Danantara Perkuat Dampak Ekonomi Nasional secara Terukur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat,&#8221; ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Dengan strategi itu, penguatan industri nasional tidak hanya bertumpu pada pengolahan kekayaan alam di dalam negeri. Pemerintah juga berupaya memperoleh teknologi dan kapasitas industri dari perusahaan global. Dalam skema tersebut, kekuatan finansial BUMN dan Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pembiayaan.<\/p>\n<h2>Mineral Dominan<\/h2>\n<p>Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar dalam investasi hilirisasi nasional. Pada triwulan I 2026, investasi hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67% dari total investasi hilirisasi yang mencapai Rp147,5 triliun.<\/p>\n<p>Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut investasi hilirisasi pada periode tersebut menyumbang 29,6% terhadap keseluruhan realisasi investasi nasional. Adapun total investasi nasional tercatat Rp498,8 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun,&#8221; kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.<\/p>\n<p>Realisasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/investasi-mineral\" title=\"Investasi Mineral\">investasi mineral<\/a> tersebut terutama berasal dari komoditas strategis seperti nikel, tembaga, besi dan baja, bauksit, serta timah. Nikel menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp41,5 triliun atau sekitar 42% dari total investasi mineral.<\/p>\n<p>Berikutnya, investasi tembaga mencapai Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, dan timah Rp2,5 triliun. Sementara nilai lainnya berasal dari komoditas seperti emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, pasir silika, serta logam tanah jarang.<\/p>\n<p>Arus investasi tersebut sekaligus memperkuat posisi perusahaan tambang negara dalam rantai industri nasional. Di Grup <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mind-id\" title=\"Mind Id\">MIND ID<\/a>, misalnya, ANTAM berperan dalam komoditas nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada tembaga, sedangkan PT Timah bergerak di sektor timah.<\/p>\n<p>Dampak hilirisasi juga terlihat dari semakin tersebarnya kegiatan investasi ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. Sekitar 75% investasi hilirisasi berada di luar Jawa dan sebagian besar mengarah ke daerah-daerah penghasil mineral.<\/p>\n<p>Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi dua wilayah yang berkembang pesat sebagai pusat pengolahan nikel sekaligus pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Pada triwulan I 2026, investasi di Sulawesi Tengah mencapai Rp32,1 triliun atau 6,4% dari total investasi nasional. Sementara Maluku Utara membukukan Rp25,2 triliun atau sekitar 5%.<\/p>\n<p>Pemerintah juga mulai memperluas hilirisasi ke sektor di luar mineral. Beberapa komoditas yang menjadi sasaran pengembangan antara lain semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk 2027, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun. Target tersebut meningkat 13,8% dari sasaran investasi 2026 yang berada di angka Rp2.041,3 triliun. Dalam pencapaian target itu, sektor hilirisasi mineral masih dipandang sebagai salah satu penopang penting.<\/p>\n<h2>Mandat MIND ID<\/h2>\n<p>Kebijakan hilirisasi tersebut berjalan beriringan dengan penguatan peran Holding BUMN Industri Pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), dalam mengelola sumber daya mineral nasional.<\/p>\n<p>Tugas MIND ID tidak sebatas menjalankan kegiatan pertambangan. Holding ini juga didorong meningkatkan produksi, mempercepat hilirisasi, memperbaiki tata kelola, serta membangun ekosistem industri yang saling terhubung. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperbesar manfaat ekonomi dari kekayaan mineral.<\/p>\n<p>Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan potensi ekonomi industri pertambangan Indonesia masih sangat besar. Pengelolaan mineral melalui perusahaan milik negara, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk memperbesar penciptaan nilai ekonomi di dalam negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,&#8221; jelasnya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p>Kontribusi ekonomi MIND ID tercermin dalam Laporan Keberlanjutan 2025. Grup tersebut menghasilkan <em>Generated Economic Value<\/em>\u00a0sebesar Rp185,16 triliun dan <em>Distributed Economic Value<\/em> Rp180,30 triliun. Adapun kontribusi langsung kepada negara melalui dividen, pajak, dan berbagai kewajiban lainnya mencapai Rp32,82 triliun.<\/p>\n<p>Untuk memperbesar nilai tambah yang tercipta di dalam negeri, MIND ID menjalankan sejumlah proyek strategis. Pengembangan tersebut mencakup pembangunan rantai industri bauksit, alumina hingga aluminium secara terintegrasi, pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, serta pembangunan rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik.<\/p>\n<p>Di luar agenda hilirisasi, MIND ID juga menjalankan fungsi strategis dalam menjaga pasokan energi. Melalui PT Bukit Asam Tbk, grup secara konsisten memenuhi dan bahkan melampaui kewajiban <em>Domestic Market Obligation<\/em>\u00a0(DMO) batu bara bagi pembangkit listrik.<\/p>\n<p>Maroef menyatakan kesiapan MIND ID didukung oleh sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, dan jaringan industri yang dimiliki. Kapasitas tersebut akan digunakan untuk menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan mineral nasional, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Penguatan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperbesar penerimaan negara dari pengelolaan sumber daya alam.<\/p>\n<p>&#8220;Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<h2>Dorong Nilai Tambah<\/h2>\n<p>Di sisi lain, perkembangan hilirisasi mineral kini memasuki fase yang dinilai lebih penting. Setelah berbagai investasi masuk ke fasilitas pengolahan dan proyek baru mulai berjalan, tantangan selanjutnya adalah memastikan kegiatan tersebut mampu bergerak lebih jauh dari sekadar mengolah bahan mentah.<\/p>\n<p>Periset Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan industri hilirisasi pertambangan Indonesia kini berada pada tahap yang lebih kompleks. Menurut dia, keberhasilan tidak lagi cukup diukur dari banyaknya smelter yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan fasilitas tersebut menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi dan terhubung dengan industri domestik.<\/p>\n<p>&#8220;Nikel masih menjadi tulang punggung, tetapi komposisinya mulai bergeser ke tembaga, bauksit, besi baja, dan mineral lainnya,&#8221; kata Yusuf saat dihubungi, Kamis (17\/9).<\/p>\n<p>Ia menilai realisasi investasi hilirisasi mineral sebesar Rp98,3 triliun pada triwulan I 2026 menunjukkan bahwa struktur investasi mulai bergerak lebih beragam.<\/p>\n<p>Dari sisi ekonomi, hilirisasi telah mengubah sebagian pola produksi dan ekspor. Bahan tambang yang sebelumnya dikirim dalam bentuk mentah mulai diproses menjadi feronikel, <em>mixed hydroxide precipitate<\/em> (MHP), katoda tembaga, alumina, aluminium, hingga bahan baku baterai.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut kemudian menciptakan kebutuhan terhadap berbagai sektor pendukung, seperti listrik, pelabuhan, transportasi, konstruksi, dan tenaga kerja terampil. Pada saat yang sama, penerimaan negara dapat meningkat melalui pajak, PNBP, dan dividen.<\/p>\n<p>Yusuf mencatat investasi hilirisasi pada 2025 mencapai sekitar Rp584 triliun. Pada tahun yang sama, MIND ID mencatat pendapatan sekitar Rp159 triliun serta memberikan kontribusi melalui pajak, PNBP, dan dividen yang hampir mencapai Rp93 triliun.<\/p>\n<h2>Rantai Industri<\/h2>\n<p>Meski perkembangan tersebut menunjukkan kemajuan, Yusuf melihat pendalaman rantai industri masih menjadi pekerjaan besar. Pada komoditas nikel, misalnya, sejumlah fasilitas pengolahan masih menghasilkan produk antara seperti <em>nickel pig iron<\/em>\u00a0(NPI) dan baja tahan karat. Sementara itu, pengembangan menuju prekursor, katoda, dan sel baterai masih perlu diperkuat.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat sebagian nilai tambah belum sepenuhnya berada pada tahap akhir pengolahan. Yusuf mencontohkan pengembangan teknologi <em>high pressure acid leach<\/em>\u00a0(HPAL) di Pomalaa yang memungkinkan bijih nikel kadar rendah diolah menjadi bahan baku industri baterai.<\/p>\n<p>Namun, menurutnya, dampak ekonominya akan jauh lebih besar apabila bahan tersebut dapat masuk ke industri lanjutan yang berada di Indonesia.<\/p>\n<p>Keterkaitan antarindustri sudah mulai terlihat pada komoditas lainnya. Smelter tembaga Freeport di Gresik menghasilkan katoda yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kawat dan pipa. Asam sulfat sebagai produk samping juga dapat diserap oleh industri pupuk.<\/p>\n<p>Pada komoditas bauksit, pengolahan mulai dikembangkan dari bijih menjadi alumina dan kemudian aluminium. Yusuf menilai model terintegrasi tersebut perlu diperluas agar semakin banyak hasil tambang dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Semakin banyak produk tambang yang terhubung dengan industri domestik, semakin besar pula efek bergandanya terhadap perekonomian,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, perusahaan tambang dan holding seperti MIND ID memiliki posisi penting dalam memperdalam hilirisasi. Perusahaan tidak hanya perlu meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan berbagai proyek dapat saling terhubung sehingga keluaran dari satu fasilitas menjadi input bagi industri berikutnya.<\/p>\n<p>Dengan cara tersebut, proses hilirisasi dapat berkembang menjadi ekosistem industri yang menyambungkan kegiatan dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<h2>Kritik Capaian<\/h2>\n<p>Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi memberikan penilaian yang lebih kritis. Ia mengatakan perkembangan hilirisasi sejak mulai didorong pada era pemerintahan Joko Widodo hingga sekarang masih belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah.<\/p>\n<p>Fahmy menyoroti industri nikel sebagai salah satu contohnya. Menurutnya, perkembangan yang ada lebih banyak mencerminkan proses smelterisasi, ketika nikel diolah menjadi produk turunan awal sebelum dikirim ke Tiongkok untuk mendapatkan pengolahan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Menurut Fahmy, kondisi tersebut membuat porsi nilai tambah yang dihasilkan dari rantai industri tersebut lebih banyak dinikmati oleh negara yang melakukan proses lanjutan. Ia juga menilai hilirisasi batu bara masih belum banyak berkembang.<\/p>\n<p>Padahal, menurut Fahmy, hilirisasi sangat penting untuk mengubah pola pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang selama ini cenderung mengambil komoditas kemudian menjualnya.<\/p>\n<p>Ia menilai hilirisasi akan memberikan manfaat maksimal apabila dua hal dapat berjalan bersamaan, yakni peningkatan nilai tambah dan terbentuknya ekosistem industrialisasi dari hulu sampai hilir.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, pengolahan nikel idealnya tidak berhenti pada bijih atau produk awal, tetapi berlanjut menjadi baja tahan karat, bahan baku baterai, hingga mendukung produksi kendaraan listrik di dalam negeri.<\/p>\n<p>Jika rantai tersebut terbentuk, manfaat ekonominya dinilai akan semakin luas. Selain menghasilkan nilai tambah, industrialisasi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membantu menekan kemiskinan.<\/p>\n<h2>Peran MIND ID<\/h2>\n<p>Posisi MIND ID kembali menjadi sorotan dalam upaya memperpanjang rantai industri tersebut. Yusuf menilai holding pertambangan ini memiliki peran penting dalam mengintegrasikan berbagai proyek sehingga hasil pengolahan mineral dapat diserap oleh industri berikutnya di dalam negeri.<\/p>\n<p>Sementara itu, Fahmy menilai kontribusi MIND ID dalam mendorong agenda hilirisasi masih perlu diperbesar.<\/p>\n<p>&#8220;Paradigmanya masih mencari mudah, gali-jual, tanpa ada nilai tambah sama sekali. Paradigma itu masih melekat pada hampir semua pengusaha tambang,&#8221; kata dia.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Fahmy, MIND ID semestinya dapat mengambil peran sebagai contoh bagi pelaku industri pertambangan lainnya dengan membangun rantai pengolahan yang benar-benar terhubung dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p>Jika model tersebut berhasil diterapkan oleh perusahaan negara, ia menilai perusahaan tambang swasta dapat terdorong untuk mengembangkan pola serupa.<\/p>\n<p>Fahmy juga mengakui bahwa pengembangan hilirisasi membutuhkan teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai Indonesia. Namun, keterbatasan tersebut dinilai dapat diatasi melalui pengembangan teknologi secara konsisten dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi masalahnya itu ada di keengganan untuk melakukan hilirisasi. Dan hilirisasi itu memang membutuhkan teknologi, yang memang belum kita miliki. Tapi kalau itu dikembangkan dalam waktu 5-10 tahun pasti kita bisa melahirkan teknologi yang dibutuhkan untuk hilirisasi tadi,&#8221; tutur Fahmy.<\/p>\n<h2>Prospek ke Depan<\/h2>\n<p>Indonesia masih memiliki peluang besar untuk memperluas industri hilir berbasis mineral. Yusuf melihat ketersediaan nikel, tembaga, dan bauksit sebagai modal penting untuk mengembangkan elektrifikasi, industri aluminium, serta rantai pasok energi baru.<\/p>\n<p>Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan hilirisasi ke depan akan ditentukan oleh sejumlah faktor, termasuk kemampuan menghasilkan produk berkualitas, menjaga biaya energi tetap kompetitif, serta memastikan pengelolaan lingkungan dan limbah memenuhi standar industri.<\/p>\n<p>Menurut Yusuf, kebijakan membatasi pembangunan smelter nikel baru dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan fasilitas yang telah tersedia. Investasi selanjutnya dapat diarahkan pada tahapan pengolahan yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Beberapa tahun ke depan akan menjadi fase penting untuk melihat hasil dari strategi ini. Ukurannya bukan lagi berapa banyak smelter yang dibangun, tetapi seberapa jauh produk mineral Indonesia masuk ke industri manufaktur dalam negeri,&#8221; ujar Yusuf.<\/p>\n<p>Fahmy juga melihat prospek hilirisasi masih terbuka, dengan catatan kebijakan dijalankan melalui peta jalan yang jelas dan konsisten. Menurutnya, Indonesia memiliki keuntungan karena ditopang ketersediaan bahan baku mineral yang dapat menjadi dasar pengembangan industri domestik.<\/p>\n<p>Jika pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, industrialisasi berbasis sumber daya alam dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Bukan hanya melalui peningkatan nilai tambah, tetapi juga lewat penciptaan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan.<\/p>\n<p>Keberhasilan hilirisasi akan ditentukan oleh sejauh mana mineral Indonesia dapat masuk lebih dalam ke rantai manufaktur domestik. Integrasi industri baterai, tembaga, aluminium, dan komoditas strategis lainnya menjadi bagian penting agar kekayaan alam tidak berhenti sebagai bahan olahan, tetapi mampu menjadi fondasi bagi penguatan industri nasional. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/934706\/memainkan-peran-perkuat-hilirisasi-nasional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PLTA Balangbano milik PT Vale Indonesia dan Pabrik pengolahan biji nikel PT Vale.(MI\/Lina Herlina) PEMERINTAH terus menempatkan hilirisasi sebagai bagian penting dalam strategi meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam Indonesia. Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Presiden Prabowo Subianto ingin mendorong optimalisasi kekayaan negara sekaligus memperbesar kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}