{"id":105009,"date":"2026-09-17T19:55:03","date_gmt":"2026-09-17T12:55:03","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/pertumbuhan-gunung-anak-krakatau-meroket-cepat-ini-penjelasan-pvmbg\/"},"modified":"2026-09-17T19:55:03","modified_gmt":"2026-09-17T12:55:03","slug":"pertumbuhan-gunung-anak-krakatau-meroket-cepat-ini-penjelasan-pvmbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/pertumbuhan-gunung-anak-krakatau-meroket-cepat-ini-penjelasan-pvmbg\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789649182_4d0cc484c5cf6c285a93.jpg\" alt=\"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG\"\/><figcaption>Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9\/9\/2026).(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"0\">PUSAT\u00a0Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pvmbg\" title=\"PVMBG\">PVMBG<\/a>) Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan penjelasan resmi terkait laju pembentukan fisik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-anak-krakatau\" title=\"Gunung Anak Krakatau\">Gunung Anak Krakatau<\/a> di Selat Sunda yang terpantau sangat pesat. Meskipun pertumbuhannya tergolong cepat, lembaga tersebut memastikan kondisinya saat ini masih aman dan terkendali.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan di Bandung, Kamis, bahwa fenomena tersebut merupakan siklus normal dari dinamika pembentukan gunung api muda. Hingga kini, aktivitas vulkanik tersebut dinilai belum memicu potensi ancaman keruntuhan longsor maupun gelombang tsunami.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">Berdasarkan hasil pemantauan, karakteristik erupsi telah kembali pada pola strombolian normal berdurasi singkat. Bahkan, catatan pengamatan menunjukkan tidak ada aktivitas letusan setelah erupsi awal September 2026, tepatnya pada Senin (14\/9) dan Selasa (15\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/933600\/gunung-anak-krakatau-alami-pertumbuhan-cepat-ancaman-keruntuhan-tidak-sebabkan-tsunami\" title=\"Gunung Anak Krakatau Alami Pertumbuhan Cepat, Ancaman Keruntuhan tidak Sebabkan Tsunami\" target=\"_blank\">Gunung Anak Krakatau Alami Pertumbuhan Cepat, Ancaman Keruntuhan tidak Sebabkan Tsunami<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">&#8220;Potensi erupsi masih ada, tetapi jangan terlalu dikhawatirkan karena ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Anak Krakatau yang merupakan gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya,&#8221; kata Rita, Kamis (17\/9).<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Faktor Pendorong dan Analisis Ilmiah<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Lebih lanjut, Rita memaparkan bahwa pertumbuhan fisik yang sangat cepat ini dipicu oleh sejumlah faktor utama, antara lain:<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Selain itu, pergeseran arah subduksi lempeng tektonik dari wilayah Sumatera mengarah ke Selat Sunda turut membuka jalur bagi pergerakan magma menuju permukaan tanpa hambatan signifikan. Kondisi ini membuat material pijar bersuhu tinggi dan cair tersebut menumpuk dengan cepat guna membentuk struktur morfologi tubuh gunung.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Imbauan dan Antisipasi Keselamatan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Di tengah berlangsungnya proses pencarian tim jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, pihak PVMBG mengimbau masyarakat luas serta para pemangku kepentingan agar tidak mudah panik menghadapi isu potensi keruntuhan tubuh gunung atau <i data-index-in-node=\"248\" data-path-to-node=\"10\">flank collapse<\/i> yang dikhawatirkan memicu tsunami.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">&#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertumbuhan-gunung-anak-krakatau\" title=\"pertumbuhan gunung anak krakatau\">Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau<\/a> ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, karena tubuhnya sekarang ketinggiannya masih sekitar 150-an meter dan slope-nya (kemiringan lereng) juga masih landai. Jadi sekali lagi, saat ini kalau terjadi runtuhan itu tidak akan menyebabkan tsunami,&#8221; ucap Rita.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Guna menjamin aspek keselamatan publik di kawasan perbatasan perairan Lampung dan Banten tersebut, PVMBG menegaskan komitmennya untuk terus menyiagakan pemantauan ketat serta berkelanjutan selama 24 jam penuh terhadap segala bentuk perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934602\/pertumbuhan-gunung-anak-krakatau-meroket-cepat-ini-penjelasan-pvmbg\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9\/9\/2026).(Antara) PUSAT\u00a0Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan penjelasan resmi terkait laju pembentukan fisik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terpantau sangat pesat. Meskipun pertumbuhannya tergolong cepat, lembaga tersebut memastikan kondisinya saat ini masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":105010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-105009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/105010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}