{"id":104973,"date":"2026-09-17T18:19:52","date_gmt":"2026-09-17T11:19:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/tiga-orangutan-terdampak-karhutla-dievakuasi-di-kayong-utara\/"},"modified":"2026-09-17T18:19:52","modified_gmt":"2026-09-17T11:19:52","slug":"tiga-orangutan-terdampak-karhutla-dievakuasi-di-kayong-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/tiga-orangutan-terdampak-karhutla-dievakuasi-di-kayong-utara\/","title":{"rendered":"Tiga Orangutan Terdampak Karhutla Dievakuasi di Kayong Utara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789643549_8709fccacb86667df010.jpg\" alt=\"Tiga Orangutan Terdampak Karhutla Dievakuasi di Kayong Utara\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) bersama masyarakat dan sejumlah lembaga konservasi menyelamatkan tiga individu <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/orangutan\" title=\"orangutan\">orangutan<\/a> yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Operasi penyelamatan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui KSDA Wilayah I bersama Wildlife Rescue Unit (WRU), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, serta masyarakat melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Padu Banjar dan Penjalaan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar yang terdampak karhutla.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933125\/aktivis-nilai-kunjungan-wapres-ke-bosf-penting-agar-pemerintah-melihat-langsung-dampak-karhutla\" title=\"Aktivis Nilai Kunjungan Wapres ke BOSF Penting agar Pemerintah Melihat Langsung Dampak Karhutla\" target=\"_blank\">Aktivis Nilai Kunjungan Wapres ke BOSF Penting agar Pemerintah Melihat Langsung Dampak Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya penyelamatan satwa liar terdampak karhutla. Informasi dari masyarakat membantu tim merespons dengan cepat sehingga satwa dapat segera ditangani dan mendapatkan perawatan,&#8221; kata Murlan, Kamis (17\/9).<\/p>\n<p>Penyelamatan pertama dilakukan di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan. Laporan keberadaan orangutan diterima dari warga pada 10 September 2026. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi pada 12 September dan berhasil mengevakuasi induk betina berusia sekitar 20 tahun bernama Mama Penja bersama anak jantannya yang berusia satu tahun bernama Penja.<\/p>\n<p>Hasil pemeriksaan dokter YIARI menemukan luka bakar pada tangan dan kaki Mama Penja. Tim kemudian memberikan pengobatan dan antibiotik serta mengambil sampel medis sebelum mengevakuasi keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/932350\/24-satwa-liar-diselamatkan-dari-karhutla-di-kalbar\" title=\"24 Satwa Liar Diselamatkan dari Karhutla di Kalbar\" target=\"_blank\">24 Satwa Liar Diselamatkan dari Karhutla di Kalbar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada hari yang sama, tim bergerak ke Desa Padu Banjar untuk mengevakuasi orangutan jantan dewasa yang dilaporkan masuk ke kebun dan mendekati permukiman setelah hutan di sekitarnya terbakar.<\/p>\n<p>Orangutan berusia sekitar 15 tahun itu berhasil dievakuasi pada pukul 12.59 WIB. Hasil pemindaian <em>microchip<\/em> menunjukkan satwa tersebut merupakan Kumbang, individu yang sebelumnya pernah diselamatkan pada Februari 2022.<\/p>\n<p>Pemeriksaan awal menunjukkan Kumbang dalam kondisi liar dan relatif sehat. Namun, dokter menemukan benjolan luka lama bekas peluru senapan angin serta gejala batuk yang diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla.<\/p>\n<p>Ketiga orangutan tersebut kini berada di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani observasi dan penanganan medis. Pelepasliaran ke habitat asalnya ditunda hingga kondisi cuaca membaik dan kawasan hutan dipastikan aman dari ancaman kebakaran.<\/p>\n<p>BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mencatat sebanyak 23 orangutan telah dievakuasi. Selain itu, tim menyelamatkan sembilan trenggiling, tiga kukang, satu bekantan, satu musang, dan satu lutung kelabu.<\/p>\n<p>Tim masih melakukan pemantauan terhadap satwa di kawasan yang terbakar dan menyiagakan tim medis selama 24 jam.<\/p>\n<p>Di sisi lain, jumlah <em>hotspot<\/em> dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional tercatat 479 titik berdasarkan pemantauan hingga Rabu (16\/9) malam. Angka tersebut turun 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya.<\/p>\n<p>Kemenhut bersama tim gabungan tetap memperkuat pengendalian karhutla di lapangan karena risiko kebakaran dan dampak asap masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk terhadap habitat satwa liar.<\/p>\n<p>Kemenhut mengimbau masyarakat tidak menangkap atau mengevakuasi satwa liar secara mandiri. Jika menemukan satwa terdampak karhutla, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas dengan menyampaikan lokasi, kondisi satwa, serta dokumentasi apabila aman dilakukan. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934547\/tiga-orangutan-terdampak-karhutla-dievakuasi-di-kayong-utara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Antara) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) bersama masyarakat dan sejumlah lembaga konservasi menyelamatkan tiga individu orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Operasi penyelamatan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui KSDA Wilayah I bersama Wildlife Rescue Unit (WRU), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104973"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104973\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}