{"id":104854,"date":"2026-09-17T13:08:45","date_gmt":"2026-09-17T06:08:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/ahli-minta-warga-waspada-namun-tidak-panik-dengan-potensi-gempa-besar\/"},"modified":"2026-09-17T13:08:45","modified_gmt":"2026-09-17T06:08:45","slug":"ahli-minta-warga-waspada-namun-tidak-panik-dengan-potensi-gempa-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/ahli-minta-warga-waspada-namun-tidak-panik-dengan-potensi-gempa-besar\/","title":{"rendered":"Ahli Minta Warga Waspada namun tidak Panik dengan Potensi Gempa Besar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789624867_4f302959dfdb5d576f77.png\" alt=\"Ahli Minta Warga Waspada namun tidak Panik dengan Potensi Gempa Besar\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>AKADEMISI sekaligus anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan bahwa aktivitas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa\" title=\"gempa\">gempa<\/a> <i>swarm<\/i> yang terjadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak dapat diartikan sebagai pertanda pasti akan datangnya gempa bumi berkekuatan besar.<\/p>\n<p>Menurut Daryono, karakteristik gempa <i>swarm<\/i> sering kali disalahpahami oleh masyarakat sebagai awal dari bencana yang lebih besar. Padahal, secara ilmiah, rangkaian gempa ini memiliki pola yang berbeda dengan gempa tektonik pada umumnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;<i>Swarm<\/i> tidak selalu berarti gempa akan terus membesar. Sebagian rangkaian <i>swarm<\/i> dapat mereda secara bertahap,&#8221; ujar Daryono di Bandung, Kamis (17\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934390\/bmkg-catat-118-gempa-di-kabupaten-bandung-membentuk-pola-kelurusan\" title=\"BMKG Catat 118 Gempa di Kabupaten Bandung, Membentuk Pola Kelurusan\" target=\"_blank\">BMKG Catat 118 Gempa di Kabupaten Bandung, Membentuk Pola Kelurusan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Memahami Fenomena Earthquake Swarm<\/h3>\n<p>Daryono menjelaskan bahwa <i>earthquake swarm<\/i> adalah rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam suatu kawasan dan periode tertentu tanpa adanya satu gempa utama (<i>mainshock<\/i>) yang secara jelas mendominasi rangkaian tersebut. Fenomena ini menunjukkan adanya aktivitas deformasi dan pelepasan tegangan di kerak bumi.<\/p>\n<p>Penyebab munculnya <i>swarm<\/i> bisa beragam, mulai dari pergeseran sesar lokal hingga aktivitas vulkanik atau hidrotermal di bawah permukaan. &#8220;Pola <i>swarm<\/i> harus dibaca berdasarkan data seismologi secara terus-menerus, bukan berdasarkan jumlah gempa semata,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Data Aktivitas Gempa Pangalengan (16-17 September 2026):<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"border-bottom: 1px solid #ddd; text-align: left;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px;\">Waktu Kejadian<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px;\">Magnitudo<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px;\">Lokasi &amp; Kedalaman<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Rabu (16\/9) &#8211; Kamis (17\/9)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Variatif (Puluhan kali)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Kawasan Pangalengan dan sekitarnya<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #fff;\">&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">Kamis (17\/9) 04.59 WIB<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">M 2,6<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px;\">23 km Selatan Kab. Bandung (Kedalaman 3 km)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kedekatan dengan Sesar Garsela<\/h3>\n<p>Wilayah Pangalengan secara geografis berada di Jawa Barat bagian selatan dengan kondisi deformasi kerak bumi yang kompleks. Wilayah ini berdekatan dengan sistem Sesar Garsela (Garut Selatan), salah satu struktur sesar aktif yang paling produktif menghasilkan aktivitas seismik di Jawa Barat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/932506\/gempa-magnitudo-59-guncang-kepulauan-seribu-sabtu-pagi-tidak-berpotensi-tsunami\" title=\"Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami\" target=\"_blank\">Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi Tsunami<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Daryono menyebutkan bahwa gempa dengan sumber dangkal, seperti yang terjadi pada Kamis pagi dengan kedalaman hanya tiga kilometer, dapat menghasilkan guncangan yang terasa cukup kuat meskipun magnitudonya kecil. Kondisi geologi setempat juga sangat memengaruhi tingkat guncangan yang dirasakan oleh masyarakat.<\/p>\n<h3>Imbauan Kesiapsiagaan<\/h3>\n<p>Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Daryono menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi mandiri, seperti:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Memastikan kondisi struktur bangunan tetap kokoh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengamankan perabot rumah tangga yang mudah jatuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memahami prosedur keselamatan <i>drop, cover, and hold on<\/i> (merunduk, berlindung, dan berpegangan) saat guncangan terjadi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mewaspadai potensi bahaya sekunder seperti tanah longsor, terutama bagi warga di area perbukitan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;Masyarakat tidak perlu mengaitkan setiap peningkatan aktivitas gempa <i>swarm<\/i> dengan kemungkinan terjadinya gempa besar. Yang terpenting adalah tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>,&#8221; pungkasnya. (Ant\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934391\/ahli-minta-warga-waspada-namun-tidak-panik-dengan-potensi-gempa-besar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) AKADEMISI sekaligus anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Daryono, menegaskan bahwa aktivitas gempa swarm yang terjadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak dapat diartikan sebagai pertanda pasti akan datangnya gempa bumi berkekuatan besar. Menurut Daryono, karakteristik gempa swarm sering kali disalahpahami oleh masyarakat sebagai awal dari bencana yang lebih besar. Padahal, secara ilmiah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}