{"id":104788,"date":"2026-09-17T10:27:39","date_gmt":"2026-09-17T03:27:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/prabowo-subianto-dorong-karhutla-masuk-kategori-terorisme-ekologi\/"},"modified":"2026-09-17T10:27:39","modified_gmt":"2026-09-17T03:27:39","slug":"prabowo-subianto-dorong-karhutla-masuk-kategori-terorisme-ekologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/prabowo-subianto-dorong-karhutla-masuk-kategori-terorisme-ekologi\/","title":{"rendered":"Prabowo Subianto Dorong Karhutla Masuk Kategori Terorisme Ekologi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789615478_bc974e19d5f08e916c66.jpg\" alt=\"Prabowo Subianto Dorong Karhutla Masuk Kategori Terorisme Ekologi\"\/><figcaption>Pewarta merekam gambar saat kebakaran lahan terjadi di Tanjung Pauh Hilir, Kerinci, Jambi, Selasa (15\/9\/2026).( ANTARA\/Wahdi Septiawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PRESIDEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"prabowo subianto\">Prabowo Subianto<\/a> menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penegakan-hukum\" title=\"penegakan hukum\">penegakan hukum<\/a> terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/karhutla\" title=\"karhutla\">karhutla<\/a>). Dalam arahan terbarunya, Kepala Negara mendorong agar tindakan pembakaran lahan secara sengaja dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa atau &#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/terorisme-ekologi\" title=\"Terorisme Ekologi\">terorisme ekologi<\/a>&#8220;.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas secara hibrida mengenai penanganan berbagai bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Prabowo menilai dampak yang ditimbulkan oleh karhutla sangat serius, tidak hanya merusak ekosistem nasional tetapi juga berdampak pada kesehatan dan hubungan antarnegara akibat polusi asap lintas batas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/925619\/akademisi-apresiasi-ketegasan-presiden-prabowo-tangani-karhutla-dan-sanksi-korporasi\" title=\"Akademisi Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla dan Sanksi Korporasi\" target=\"_blank\">Akademisi Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla dan Sanksi Korporasi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Penguatan Sanksi dan Revisi Undang-Undang<\/h3>\n<p>Guna memberikan efek jera yang maksimal, Presiden telah menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Hukum untuk mengkaji ulang regulasi terkait sanksi bagi pembakar hutan. Jika diperlukan, pemerintah akan mengajukan revisi undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memperberat hukuman.<\/p>\n<p>&#8220;Saya katakan itu coba nanti Mensesneg dengan Menteri Hukum didalami supaya masalah sanksi-sanksi hukumnya, mungkin undang-undangnya kita minta ke DPR untuk diperberat bahwa ini kita golongkan terorisme ekologi. Ini sangat serius,&#8221; tegas Prabowo sebagaimana dikutip pada Kamis (17\/9).<\/p>\n<h3>Instruksi Pencabutan Perda dan Larangan Total<\/h3>\n<p>Selain fokus pada sanksi pidana, Presiden juga menyoroti regulasi di tingkat daerah. Ia meminta Menteri Dalam Negeri untuk memastikan pemerintah daerah mencabut peraturan daerah (Perda) yang masih memberikan celah atau izin bagi masyarakat untuk melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/932875\/27-ribu-hektare-konsesi-terbakar-klh-segel-50-badan-usaha-terkait-karhutla\" title=\"27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar, KLH Segel 50 Badan Usaha terkait Karhutla\" target=\"_blank\">27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar, KLH Segel 50 Badan Usaha terkait Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Prabowo menekankan bahwa alasan tradisi atau kearifan lokal tidak boleh lagi dijadikan pembenaran untuk membakar lahan. Sebagai solusinya, pemerintah berkomitmen memberikan bantuan teknis bagi masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan tanpa api.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin: 20px 0; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Poin Utama Arahan Presiden Prabowo Terkait Karhutla:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Tindakan\/Instruksi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Klasifikasi Kejahatan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Diusulkan masuk kategori &#8220;Terorisme Ekologi&#8221;.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Regulasi Nasional<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Mensesneg &amp; Menkum mengkaji revisi UU untuk memperberat sanksi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Regulasi Daerah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Mendagri diminta memastikan pencabutan Perda yang mengizinkan pembakaran lahan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Metode Buka Lahan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Dilarang total menggunakan api; pemerintah siap bantu alat\/teknologi buka lahan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Estimasi Kerawanan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Kondisi rawan diperkirakan bertahan hingga 1,5 bulan ke depan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Presiden menutup arahannya dengan menegaskan bahwa mitigasi harus dilakukan secara maksimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia tidak lagi mengirimkan asap ke negara tetangga yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sudah bekerja maksimal untuk mitigasi masalah-masalah ini,&#8221; pungkasnya. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/934352\/prabowo-subianto-dorong-karhutla-masuk-kategori-terorisme-ekologi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pewarta merekam gambar saat kebakaran lahan terjadi di Tanjung Pauh Hilir, Kerinci, Jambi, Selasa (15\/9\/2026).( ANTARA\/Wahdi Septiawan) PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam arahan terbarunya, Kepala Negara mendorong agar tindakan pembakaran lahan secara sengaja dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa atau &#8220;terorisme ekologi&#8220;. Pernyataan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104789,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104788\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}