{"id":104760,"date":"2026-09-17T08:55:51","date_gmt":"2026-09-17T01:55:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/karhutla-gunung-butak-dan-kawi-meluas-hingga-ke-kabupaten-blitar\/"},"modified":"2026-09-17T08:55:51","modified_gmt":"2026-09-17T01:55:51","slug":"karhutla-gunung-butak-dan-kawi-meluas-hingga-ke-kabupaten-blitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/karhutla-gunung-butak-dan-kawi-meluas-hingga-ke-kabupaten-blitar\/","title":{"rendered":"Karhutla Gunung Butak dan Kawi Meluas hingga ke Kabupaten Blitar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/17\/1789606424_545409df05949a56d1c3.jpg\" alt=\"Karhutla Gunung Butak dan Kawi Meluas hingga ke Kabupaten Blitar\"\/><figcaption>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur(Dok.BPBD Kab. Malang)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\n<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran\" title=\"Kebakaran\">KEBAKARAN<\/a> hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-kawi\" title=\"Gunung Kawi\">Gunung Kawi<\/a> kini meluas hingga ke wilayah Kabupaten <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/blitar\" title=\"Blitar\">Blitar<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-timur\" title=\"Jawa Timur\">Jawa Timur<\/a>.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Api sudah mulai merambat ke sisi lereng selatan Gunung Butak. Itu masuk wilayah administratif Kabupaten Blitar, masuknya Desa Krisik,&#8221; ujar Administratur Perum Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, dikutip Kamis, (17\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tim pemadam gabungan telah dikerahkan namun terkendala medan yang curam. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mengonfirmasi titik api telah merambat jauh ke sisi lereng selatan. Area terimbas di wilayah administratif Blitar tersebut dipastikan masuk ke dalam kawasan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/387381\/selamatkan-anak-bungsu-seorang-ibu-ikut-terjebak-kebakaran\" title=\"Selamatkan Anak Bungsu, Seorang Ibu Ikut Terjebak Kebakaran\" target=\"_blank\">Selamatkan Anak Bungsu, Seorang Ibu Ikut Terjebak Kebakaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Api masuk hingga kawasan Blitar sejak Selasa (15\/9). Kobaran api merambat akibat faktor kecepatan angin yang tinggi dan membakar vegetasi kering di sepanjang jalur lereng terlahap dengan cepat.<\/p>\n<p>&#8220;Api sudah masuk Blitar itu perkiraan kami sudah sejak kemarin, karena api bertiup cukup kencang,&#8221; tutur Kelik.<\/p>\n<p>Adapun total luas lahan yang hangus terbakar di area Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar diperkirakan mencapai 1.050 hektare.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/915274\/kebakaran-hutan-dan-lahan-masih-terjadi-setiap-hari-di-jawa-barat\" title=\"Kebakaran Hutan dan Lahan masih Terjadi setiap Hari di Jawa Barat\" target=\"_blank\">Kebakaran Hutan dan Lahan masih Terjadi setiap Hari di Jawa Barat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk memadamkan api di Gunung Butak dan Gunung Kawi, helikopter water bombing telah dikerahkan selama tiga hari terakhir.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Api belum juga padam,&#8221; kata Kelik.<\/p>\n<p>Helikopter \u00a0sempat melakukan pemandian air sebanyak 11 kali hingga pukul 11.00 WIB, kemarin (16\/9). Namun, seluruh operasi udara terpaksa dihentikan total karena situasi cuaca yang dinilai sangat membahayakan penerbangan.<\/p>\n<p>Tantangan lain, ungkap dia, medan yang ekstrem akibat topografi lereng terjal. Hal itu membuat petugas sulit menjangkau dengan kendaraan. Fokus saat ini, terang dia, tim pemadaman membuat sekat bakar secara manual guna menahan laju perambatan api agar tidak meluas.<\/p>\n<p>Pelokalisiran dan pemantauan pergerakan api dilakukan dari sejumlah posko siaga di sekitar lereng Gunung Buthak-Kawi. Ratusan personel gabungan disebar secara bergelombang dari lima hingga enam posko pemantauan.<\/p>\n<p>\u201cAda pos di Ngantang, Pujon Selatan, Pendakian Buthak-Panderman, Selorejo, Wagir atau Krecek, masing masing posko mengirimkan personel untuk membantu pemadaman,&#8221; tukasnya. (Ant\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934328\/karhutla-gunung-butak-dan-kawi-meluas-hingga-ke-kabupaten-blitar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur(Dok.BPBD Kab. Malang) &#13; KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawi kini meluas hingga ke wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur.\u00a0 &#8220;Api sudah mulai merambat ke sisi lereng selatan Gunung Butak. Itu masuk wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}