{"id":104630,"date":"2026-09-17T02:37:54","date_gmt":"2026-09-16T19:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/vaksin-hpv-bikin-anak-laki-laki-impoten-pemprov-jateng-tegaskan-klaim-ini-hoaks\/"},"modified":"2026-09-17T02:37:54","modified_gmt":"2026-09-16T19:37:54","slug":"vaksin-hpv-bikin-anak-laki-laki-impoten-pemprov-jateng-tegaskan-klaim-ini-hoaks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/vaksin-hpv-bikin-anak-laki-laki-impoten-pemprov-jateng-tegaskan-klaim-ini-hoaks\/","title":{"rendered":"Vaksin HPV Bikin Anak Laki-Laki Impoten Pemprov Jateng Tegaskan Klaim Ini Hoaks"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/16\/1789571347_bd95d6f9fe4bfb2fdfc8.jpeg\" alt=\"Vaksin HPV Bikin Anak Laki-Laki Impoten? Pemprov Jateng Tegaskan Klaim Ini Hoaks\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Pemprov Jateng)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INFORMASI mengenai vaksin masih kerap menjadi bahan perbincangan di media sosial. Salah satunya unggahan TikTok yang menyebut pemberian vaksin <em>Human Papilloma Virus<\/em> atau HPV kepada anak laki-laki bertujuan membuat mereka menjadi impoten. Klaim tersebut telah beredar di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan vaksin.<\/p>\n<p>Namun, informasi itu dinyatakan tidak benar. Pemprov Jawa Tengah melalui kanal Padhang Nasional pada 16 September 2026 memasukkan klaim tersebut sebagai hoaks. Klarifikasi ini diberikan untuk meluruskan narasi yang mengaitkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vaksin-hpv\" title=\"Vaksin HPV\">vaksin HPV<\/a> dengan impotensi pada anak laki-laki.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Klaim Vaksin HPV Disebut Bikin Impoten<\/h2>\n<p>Dalam unggahan yang beredar, anjuran vaksin HPV untuk anak laki-laki disebut memiliki tujuan tersembunyi, yaitu membuat anak laki-laki menjadi impoten. Narasi tersebut kemudian menyebar melalui media sosial TikTok dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/924792\/mitos-vaksin-hpv-sebabkan-kemandulan-cek-fakta-dan-penjelasan-medis\" title=\"Mitos Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan: Cek Fakta dan Penjelasan Medis\" target=\"_blank\">Mitos Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan: Cek Fakta dan Penjelasan Medis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan klarifikasi dalam artikelnya Padhang Nasional, klaim tersebut tidak benar. Vaksin HPV justru diberikan dengan tujuan melindungi tubuh dari infeksi virus HPV yang dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan.<\/p>\n<h2>Bukan untuk Menyebabkan Kemandulan<\/h2>\n<p>Dilansir dari Padhang Nasional menjelaskan bahwa pada laki-laki, vaksinasi HPV direkomendasikan untuk membantu mencegah kutil kelamin dan kanker anus. Dengan demikian, pemberian vaksin tersebut bukan ditujukan untuk menyebabkan gangguan kesuburan atau impotensi.<\/p>\n<p>Sebaliknya, vaksin HPV disebut dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi dan kesuburan, baik pada laki-laki maupun perempuan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/924797\/waspada-penularan-virus-hpv-melalui-kontak-seksual-dan-non-seksual\" title=\"Waspada Penularan Virus HPV Melalui Kontak Seksual dan Non-Seksual\" target=\"_blank\">Waspada Penularan Virus HPV Melalui Kontak Seksual dan Non-Seksual<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Keterangan tersebut sekaligus membantah narasi yang menghubungkan vaksin HPV dengan tujuan membuat anak laki-laki mengalami impotensi.<\/p>\n<h2>Vaksin HPV Disebut Aman<\/h2>\n<p>Selain meluruskan tujuan vaksinasi juga dijelaskan mengenai keamanannya. Vaksin HPV disebut telah terjamin aman dan umumnya tidak menimbulkan reaksi serius setelah pemberian imunisasi.<\/p>\n<p>Karena informasi mengenai vaksin dapat dengan mudah menyebar melalui media sosial, masyarakat perlu berhati-hati sebelum mempercayai sebuah klaim. Narasi yang tidak benar, terutama terkait kesehatan anak, dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak berdasar.<\/p>\n<p>Klarifikasi mengenai isu vaksin HPV ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak langsung mempercayai informasi kesehatan yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. (Netty Fatmawati Pane\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/934243\/vaksin-hpv-bikin-anak-laki-laki-impoten-pemprov-jateng-tegaskan-klaim-ini-hoaks\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Pemprov Jateng) INFORMASI mengenai vaksin masih kerap menjadi bahan perbincangan di media sosial. Salah satunya unggahan TikTok yang menyebut pemberian vaksin Human Papilloma Virus atau HPV kepada anak laki-laki bertujuan membuat mereka menjadi impoten. Klaim tersebut telah beredar di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan vaksin. Namun, informasi itu dinyatakan tidak benar. Pemprov [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104630"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104630\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}