{"id":104628,"date":"2026-09-17T02:32:38","date_gmt":"2026-09-16T19:32:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/ojk-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp1483-triliun\/"},"modified":"2026-09-17T02:32:38","modified_gmt":"2026-09-16T19:32:38","slug":"ojk-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp1483-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/17\/ojk-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp1483-triliun\/","title":{"rendered":"OJK Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp148,3 Triliun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/16\/1789571526_691d19f94e08e9bf355a.jpg\" alt=\"OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp148,3 Triliun\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ojk\" title=\"OJK\">OJK<\/a>) mencatat nilai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penghimpunan-dana\" title=\"Penghimpunan dana\">penghimpunan dana<\/a> di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pasar-modal\" title=\"pasar modal\">pasar modal<\/a> Indonesia telah mencapai Rp148,3 triliun per 6 September 2026. Angka ini merupakan bagian dari upaya otoritas untuk mengejar target total penghimpunan dana sebesar Rp250 triliun hingga akhir tahun ini.<\/p>\n<p>Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa target tersebut selaras dengan komitmen yang disampaikan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) awal tahun 2026. Meski mengejar target besar, OJK menegaskan tidak akan mengabaikan aspek fundamental calon emiten.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cDalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten,\u201d ujar Hasan Fawzi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16\/9).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/920601\/ojk-harap-msci-fair-dalam-reviu-indeks-agustus-2026\" title=\"OJK Harap MSCI Fair dalam Reviu Indeks Agustus 2026\" target=\"_blank\">OJK Harap MSCI Fair dalam Reviu Indeks Agustus 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Fokus pada Kualitas dan Diversifikasi Pendanaan<\/h2>\n<p>Hasan menekankan bahwa fokus OJK tidak hanya terpaku pada jumlah penawaran umum perdana saham atau <i>initial public offering<\/i> (IPO). Otoritas memantau keseluruhan aktivitas penghimpunan dana di pasar modal, termasuk instrumen pendanaan lainnya.<\/p>\n<p>Untuk mendorong pertumbuhan jumlah emiten baru, OJK bersama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bursa-efek-indonesia\" title=\"Bursa Efek Indonesia\">Bursa Efek Indonesia<\/a> (BEI) aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan <i>coaching clinic<\/i> di berbagai daerah di Indonesia guna menjaring potensi perusahaan lokal untuk melantai di bursa.<\/p>\n<p>Berdasarkan data per 6 September 2026, terdapat tujuh perusahaan yang saat ini berada dalam <i>pipeline<\/i> pendaftaran IPO. Perkiraan target dana maksimum dari ketujuh calon emiten tersebut mencapai Rp4,02 triliun.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/903729\/peringatan-msci-bayangi-status-emerging-market-indonesia\" title=\"Peringatan MSCI Bayangi Status Emerging Market Indonesia\" target=\"_blank\">Peringatan MSCI Bayangi Status Emerging Market Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tantangan Pasar Global dan Geopolitik<\/h2>\n<p>Mengenai realisasi IPO tahun ini yang dinilai lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, Hasan mengungkapkan adanya pengaruh dari dinamika pasar global. Ketidakpastian situasi internasional menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan dalam menentukan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal.<\/p>\n<p>\u201cTermasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi <i>timing<\/i> perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,\u201d jelas Hasan.<\/p>\n<p>Selain faktor eksternal, OJK juga bersikap selektif dalam memberikan persetujuan. Hasan menyebutkan terdapat beberapa rencana IPO yang belum mendapatkan lampu hijau karena otoritas masih menuntut peningkatan kualitas keterbukaan informasi dari calon emiten tersebut demi perlindungan investor. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/934246\/ojk-penghimpunan-dana-pasar-modal-tembus-rp1483-triliun\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp148,3 triliun per 6 September 2026. Angka ini merupakan bagian dari upaya otoritas untuk mengejar target total penghimpunan dana sebesar Rp250 triliun hingga akhir tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104629,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}