{"id":104479,"date":"2026-09-16T20:04:41","date_gmt":"2026-09-16T13:04:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/dorong-waste-to-value-melalui-proyek-decentralized-waste-management-di-bandung\/"},"modified":"2026-09-16T20:04:41","modified_gmt":"2026-09-16T13:04:41","slug":"dorong-waste-to-value-melalui-proyek-decentralized-waste-management-di-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/dorong-waste-to-value-melalui-proyek-decentralized-waste-management-di-bandung\/","title":{"rendered":"Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Bandung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/16\/1789563476_5d80123b674d9f67b30f.jpeg\" alt=\"Dorong Waste-to-Value melalui Proyek Decentralized Waste Management di Bandung\"\/><figcaption>Ilustrasi(Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERTAMINA New &amp; Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, terkait pengembangan proyek percontohan <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/decentralized-waste-management\" title=\"Decentralized Waste Management\">Decentralized Waste Management<\/a><\/em> (DWM) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kota-bandung\" title=\"kota bandung\">Kota Bandung<\/a> pada Senin, (14\/9). Proyek ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat mengubah sampah menjadi sumber daya dan energi bernilai tambah.<\/p>\n<p>Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, Managing Director Technology Advancement Danantara Dwi Susanto, Managing Director Development Investment PT Danantara Development Management Fund M. Rachmat Kaimuddin, serta Managing Director Legal &amp; Corporate Affairs PT Danantara Development Management Fund Irawady Azwar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Melalui konsep DWM, sampah perkotaan tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dipulihkan dan dimanfaatkan kembali. Dalam konsep awal, fasilitas ini dirancang untuk mengolah sekitar 300 ton <em>municipal solid waste<\/em> (MSW) per hari melalui rangkaian proses <em>mechanical sorting<\/em> dan <em>material recovery<\/em>, antara lain <em>bag opening, screening, magnetic separation, ballistic separation<\/em>, dan <em>eddy current separation<\/em>. Proses tersebut akan memisahkan material yang masih memiliki nilai daur ulang, fraksi organik atau <em>fines,<\/em> serta fraksi <em>combustible<\/em> yang dapat diproses lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/795008\/pemkot-bandung-jajaki-kerja-sama-pengolahan-sampah-dengan-perusahaan-tiongkok\" title=\"Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Perusahaan Tiongkok\" target=\"_blank\">Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Perusahaan Tiongkok<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Director Proyek &amp; Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting menyampaikan bahwa pengembangan DWM membawa paradigma baru dalam pengelolaan sampah dengan mengedepankan pendekatan <em>waste-to-value<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cSampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui proyek ini, kita ingin mendorong transformasi dari <em>waste<\/em> menjadi <em>resource<\/em>, dan selanjutnya dari <em>waste<\/em> menjadi <em>value<\/em>. Material yang masih bernilai dapat dipulihkan, sementara fraksi yang memiliki nilai energi dapat dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif dengan kualitas yang lebih terkontrol,\u201d ujar Norman dikutip Rabu (16\/9).<\/p>\n<p>Dari sisi teknologi, DWM mengintegrasikan proses <em>mechanical sorting, material recovery<\/em>, dan <em>fuel preparation<\/em>. Fraksi <em>combustible<\/em> yang telah dipisahkan dapat melalui proses pencacahan, pengeringan, pencampuran, dan pengendalian kualitas untuk menghasilkan <em>Solid Recovered Fuel <\/em>(SRF) dengan karakteristik yang lebih konsisten. SRF tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan sebagian penggunaan bahan bakar fosil, baik melalui <em>co-firing<\/em> pada pembangkit listrik maupun untuk kebutuhan energi di sektor industri.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/933254\/hadapi-musim-hujan-pemkot-bandung-siapkan-mitigasi-dan-perkuat-pengelolaan-sampah-dari-hulu\" title=\"Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi dan Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu\" target=\"_blank\">Hadapi Musim Hujan, Pemkot Bandung Siapkan Mitigasi dan Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam konsep yang sedang dikaji, fraksi <em>combustible<\/em> dari MSW juga dapat dikombinasikan dengan sekam untuk menghasilkan <em>blended <\/em>SRF, yang selanjutnya akan diverifikasi berdasarkan karakteristik bahan baku, kualitas produk, keberlanjutan <em>supply chain<\/em>, serta kebutuhan calon <em>offtaker<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cNilai teknologi proyek ini bukan hanya terletak pada mesin pengolah sampah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem yang mampu mengubah sampah yang sangat heterogen menjadi material dan bahan bakar yang lebih konsisten, terukur, dan memiliki nilai ekonomi. Inilah yang membedakan pendekatan <em>waste-to-value<\/em> dengan pengelolaan sampah konvensional,\u201d lanjut Norman.<\/p>\n<p>Keberhasilan proyek ini akan membutuhkan integrasi di sepanjang rantai nilai, mulai dari kepastian pasokan dan karakteristik sampah, kesiapan lahan dan infrastruktur, ketersediaan bahan pendukung, kualitas produk, hingga kepastian <em>offtaker<\/em>. Dalam struktur awal proyek, PNRE direncanakan berperan sebagai <em>developer<\/em> sekaligus operator dengan dukungan pemerintah daerah serta mitra <em>engineering, procurement and construction<\/em> (EPC), <em>technology provider, supplier<\/em>, dan <em>offtaker<\/em>. Setelah penandatanganan MoU, para pihak akan melanjutkan kajian melalui <em>feasibility study<\/em> yang mencakup karakteristik dan <em>supply chain<\/em> sampah, spesifikasi produk akhir, <em>supply chain<\/em> sekam, pemilihan <em>technology provider<\/em>, konfigurasi teknologi, utilitas, pekerjaan sipil, serta kebutuhan perizinan.<\/p>\n<p>Pertamina NRE berharap proyek percontohan DWM di Bandung dapat menjadi model pengelolaan sampah yang <em>technically proven, commercially viable, environmentally sustainable<\/em>, dan <em>replicable<\/em> untuk dikembangkan di berbagai kota di Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cAmbisi kita tidak berhenti pada pembangunan satu fasilitas. Yang ingin kita bangun adalah sebuah model. Jika Bandung dapat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah terintegrasi dapat berjalan secara teknis, ekonomis, dan berkelanjutan, maka model ini berpotensi direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, persoalan sampah dapat kita transformasikan menjadi bagian dari solusi energi sekaligus ekonomi sirkular,\u201d tutup Norman. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/934171\/dorong-waste-to-value-melalui-proyek-decentralized-waste-management-di-bandung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Istimewa) PERTAMINA New &amp; Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya terhadap ekonomi sirkular melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Danantara, Jakarta, terkait pengembangan proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) Kota Bandung pada Senin, (14\/9). Proyek ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pengelolaan sampah terintegrasi yang dapat mengubah sampah menjadi sumber daya dan energi bernilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}