{"id":104381,"date":"2026-09-16T15:54:53","date_gmt":"2026-09-16T08:54:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/polres-pekalongan-kota-akan-evaluasi-simbangkulon-night-carnival-sknc-jika-digelar-tahun-depan\/"},"modified":"2026-09-16T15:54:53","modified_gmt":"2026-09-16T08:54:53","slug":"polres-pekalongan-kota-akan-evaluasi-simbangkulon-night-carnival-sknc-jika-digelar-tahun-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/polres-pekalongan-kota-akan-evaluasi-simbangkulon-night-carnival-sknc-jika-digelar-tahun-depan\/","title":{"rendered":"Polres Pekalongan Kota akan Evaluasi Simbangkulon Night Carnival (SKNC) Jika Digelar Tahun Depan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/16\/1789548241_1957eb1a3202c2aef017.jpg\" alt=\"Polres Pekalongan Kota akan Evaluasi Simbangkulon Night Carnival (SKNC) Jika Digelar Tahun Depan\"\/><figcaption>Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias.(MI\/Supardji Rasban)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polres-pekalongan-kota\" title=\"Polres Pekalongan Kota\">POLRES Pekalongan Kota<\/a>, Polda Jawa Tengah, akan mengevaluasi Simbangkulon Night Carnival\u00a0 (SKNC) jika kembali digelar Tahun Depan. Namun, penyelenggaraannya akan dievaluasi dan perizinannya bakal dikaji lebih detail.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, menanggapi kasus SKNC setelah muncul polemik terkait salah satu atraksi teatrikal dalam kegiatan yang digelar warga Simbangkulon dan membuat heboh tersebut<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/913900\/pemuda-di-pekalongan-laporkan-penganiayaan-dan-keterlibatan-polisi\" title=\"Pemuda di Pekalongan Laporkan Penganiayaan dan Keterlibatan Polisi\" target=\"_blank\">Pemuda di Pekalongan Laporkan Penganiayaan dan Keterlibatan Polisi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Apabila kegiatan serupa kembali diajukan, kami akan melihat lebih detail bentuk kegiatan yang akan digelar sebelum memberikan izin. Lebih detail lagi nant kita juga mengantisipasi untuk kegiatannya jangan dilakukan malam. Ya, mungkin bisa nanti sore, di lapangan,&#8221; ujar Dies, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p>Dies menuturkan pihaknya akan mendorong agar kegiatan karnaval berikutnya mengangkat budaya lokal Pekalongan. Beberapa identitas daerah seperti batik, budaya pawai seni, tari, hingga identitas Pekalongan sebagai Kota Santri yang bisa menjadi sumber kreativitas dalam kegiatan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang bentuk kegiatannya berkaitan dengan budaya-budaya lokal sini, kita akan bantu untuk melakukan pengamanan dan berikan izin,&#8221; terang Dies.<\/p>\n<p>Dies menyebut selain tema kegiatan, lokasi pelaksanaan juga menjadi perhatian. Pihaknya tidak ingin karnaval kembali digelar di jalan dalam waktu lama karena dapat menghambat lalu lintas dan merugikan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti lokasinya akan ditentukan tidak terlalu jauh untuk pawainya. Dan atraksi-atraksi yang dilakukan, kita juga imbau untuk mengangkat budaya-budaya lokal Pekalongan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Dies dalam pengajuan izin SKNC sebelumnya, panitia mengajukan proposal melalui Polsek yang kemudian memberikan rekomendasi kepada Polres.<\/p>\n<p>Namun, proposal tersebut belum mencantumkan secara rinci tema atraksi yang akan ditampilkan. Saat itu hanya memperoleh informasi mengenai jumlah peserta pawai. &#8220;Dalam proposal itu tidak disebutkan tema-temanya, karena mereka juga menyampaikan itu kejutan,&#8221; ucap Dies.<\/p>\n<p>Lanjut Dies, kegiatan tersebut merupakan rangkaian khitanan massal dengan sekitar 120 anak yang ikut dalam pawai. Terkait polemik atraksi yang kemudian viral dan dikaitkan dengan simbol satanis, Dies mengatakan polisi telah melakukan klarifikasi dengan panitia.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menambahkan panitia tidak bermaksud membawa pesan satanis, melainkan mengadopsi referensi dari kegiatan karnaval di Malang tanpa memahami secara utuh makna yang melekat pada kostum dan atraksi tersebut. &#8220;Namanya berita viral ini kan tidak bisa kita bendung, nanti juga akan hilang dengan sendirinya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dies menegaskan, jika tahun depan masyarakat kembali mengajukan izin, polisi akan mengkaji bentuk kegiatannya terlebih dahulu. &#8220;Kegiatan yang dinilai positif dan mengangkat budaya lokal akan mendapat dukungan pengamanan dari kepolisian,&#8221; pungkasnya. (E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/934031\/polres-pekalongan-kota-akan-evaluasi-simbangkulon-night-carnival-sknc-jika-digelar-tahun-depan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias.(MI\/Supardji Rasban) \u00a0 POLRES Pekalongan Kota, Polda Jawa Tengah, akan mengevaluasi Simbangkulon Night Carnival\u00a0 (SKNC) jika kembali digelar Tahun Depan. Namun, penyelenggaraannya akan dievaluasi dan perizinannya bakal dikaji lebih detail. Hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, menanggapi kasus SKNC setelah muncul polemik terkait salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}