{"id":104222,"date":"2026-09-16T09:12:37","date_gmt":"2026-09-16T02:12:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/1-900-pegawai-kemensos-terindikasi-judi-online-29-dari-sulsel\/"},"modified":"2026-09-16T09:12:37","modified_gmt":"2026-09-16T02:12:37","slug":"1-900-pegawai-kemensos-terindikasi-judi-online-29-dari-sulsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/1-900-pegawai-kemensos-terindikasi-judi-online-29-dari-sulsel\/","title":{"rendered":"1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, 29 dari Sulsel"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/16\/1789523625_65dee3ee838d74e8fecd.jpg\" alt=\"1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, 29  dari Sulsel\"\/><figcaption>Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulsel, Selasa (15\/9).(MI\/Lina Herlina)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusu\u00a0menyebut 1.900 pegawai di lingkup <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemensos\" title=\"Kemensos\">Kemensos<\/a> terindikasi main <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/judi-online\" title=\"Judi Online\">judi online<\/a> (judol) Dari jumlah itu, kata dia, 29 di antaranya dari Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>&#8220;Di Kementerian Sosial jumlah pegawainya lebih dari 40 ribu. Seribu sembilan ratusnya terindikasi main judol. Dua puluh sembilan diantaranya di daerah Sulawesi Selatan,&#8221; ujar Gus Ipul saat acara Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, pegawai Kemensos di Kabupaten Luwu Timur yang terindikasi main judol terbanyak. Berdasarkan data Kemensos, ada empat pegawai yang terindikasi judol dengan angka Rp13,24 juta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/929168\/kemensos-telusuri-14-juta-penerima-bansos-terindikasi-judol\" title=\"Kemensos Telusuri 1.4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol\" target=\"_blank\">Kemensos Telusuri 1.4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Disusul pegawai di Kabupaten Bone sebanyak tiga orang dengan nilai total deposit sebesar Rp59,13 juta. Posisi ketiga, Kabupaten Pangkep dengan jumlah tiga pegawai dengan nilai deposit mencapai Rp13,78 juta.<\/p>\n<p>&#8220;Total (deposit judol) di Sulsel Rp184,32 juta. Deposit terbesarnya Rp56 juta. Semua datanya kami terima dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),&#8221; ungkap antan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.<\/p>\n<p>Ia mengaku sedang melakukan pendalaman terhadap 1.900 pegawai yang teridikasi judol tersebut. Karena menurutnya, data yang dimiliki Kemensos sangat jelas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/928921\/ktp-penerima-bansos-disalahgunakan-dari-judi-online-hingga-beli-kendaraan\" title=\"KTP Penerima Bansos Disalahgunakan, dari Judi Online hingga Beli Kendaraan\" target=\"_blank\">KTP Penerima Bansos Disalahgunakan, dari Judi Online hingga Beli Kendaraan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Datanya jelas, sehingga tidak bisa bohong. Tentu ini data ada lampiran-lampiran, bukti-buktinya. Makanya ini menjadi pelajaran buat kita semua,&#8221; tegas Gus Ipul.<\/p>\n<p>Tentu saja, sanksi mulai yang ringan hingga berat untuk 1.900 pegawai Kemensos sudah disiapkan.<\/p>\n<p>&#8220;Ada sanksi ringan. Kalau yang iseng sekali dua kali kita akan dalami. Mungkin kalau dimanfaatkan orang lain kita akan minta dia lakukan penutupan rekening misalnya. Kita sedang dalami,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Namun, jika ditemukan fakta pegawai tersebut suddah kecanduan judol dan menggunakan uang kantor ancamannya adalah sanksi berat. Ia menegaskan sanksi berat sudah pasti diberhentikan atau dipecat.<\/p>\n<p>Selain pegawai, Gus Ipul juga mengungkapkan ada 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) atau penerima bantuan sosial (Bansos) di Sulsel terindikasi bermain judi <em>online <\/em>(Judol).<\/p>\n<p>Gus Ipul merinci nominal deposit terbesar yakni Rp232,63 juta dan dengan nominal rata-rata transaksi judol sebesar Rp1,6 juta per orang. \u201cItu menurut data dari PPATK,\u201d ulangnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data, Kota Makassar merupakan yang tertinggi yakni 3.324 KPM, disusul Kabupaten Bone sebanyak 2.001, Luwu 1.914, Gowa 1.842, Wajo sebanyak 1.314 dan terendah Bantaeng dengan kasus 373 KPM.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan oleh tim Kemensos, rekening atas nama penerima tak banyak yang mengakses Judol secara langsung. Transaksi Judol malah dilakukan oleh keluarga terdekat.<\/p>\n<p>Selain anak, Kemensos juga menemukan cucu, istri bahkan mertua juga menggunakan data KPM digunakan transaksi Judol.<\/p>\n<p>\u201cSetelah kita klarifikasi, terbanyak disalahgunakan adalah anaknya. Ini jadi pelajaran,\u201d ucapnya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/933904\/1900-pegawai-kemensos-terindikasi-judi-online-29--dari-sulsel\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mensos Saifullah Yusuf saat menghadiri Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulsel, Selasa (15\/9).(MI\/Lina Herlina) MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusu\u00a0menyebut 1.900 pegawai di lingkup Kemensos terindikasi main judi online (judol) Dari jumlah itu, kata dia, 29 di antaranya dari Sulawesi Selatan. &#8220;Di Kementerian Sosial jumlah pegawainya lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104222"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104222\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}