{"id":104115,"date":"2026-09-16T03:40:38","date_gmt":"2026-09-15T20:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/pakar-soroti-aspek-seakeeping-dalam-insiden-kapal-virgo-transport-8\/"},"modified":"2026-09-16T03:40:38","modified_gmt":"2026-09-15T20:40:38","slug":"pakar-soroti-aspek-seakeeping-dalam-insiden-kapal-virgo-transport-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/pakar-soroti-aspek-seakeeping-dalam-insiden-kapal-virgo-transport-8\/","title":{"rendered":"Pakar Soroti Aspek Seakeeping dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/15\/1789479669_3dd27f87a6b801a2ee5c.jpg\" alt=\"Pakar Soroti Aspek Seakeeping dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pakar hidrodinamika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, I Ketut Aria Pria Utama, menyoroti aspek performa kapal di laut atau <i>seakeeping<\/i> terkait insiden terbaliknya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kapal-virgo-transport-8\" title=\"Kapal Virgo Transport 8\">Kapal Virgo Transport 8<\/a> di perairan Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur. Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS tersebut menekankan pentingnya kesesuaian desain kapal dengan karakteristik perairan tempat kapal tersebut beroperasi. Hal ini menjadi krusial, terutama bagi kapal-kapal yang dirancang untuk wilayah perairan Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu dikritisi adalah apakah desain kapal buatan Jepang itu sesuai dan direkomendasikan untuk berlayar di lautan Indonesia dengan gelombang tinggi,&#8221; ujar Prof. Ketut di Surabaya, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pria yang akrab disapa Ikap ini menjelaskan bahwa aspek <i>seakeeping<\/i>\u2014yakni kemampuan kapal untuk menghadapi kondisi gelombang\u2014sering kali kurang diperhatikan. Padahal, pengabaian aspek ini dapat memicu masalah serius pada stabilitas dan kenyamanan gerak kapal saat beroperasi di laut lepas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/932978\/69-penumpang-selamat-kapal-virgo-transport-8-tiba-di-banjarmasin\" title=\"69 Penumpang Selamat Kapal Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin\" target=\"_blank\">69 Penumpang Selamat Kapal Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kapal\u00a0Virgo Transport 8, yang terbalik pada Minggu (13\/9\/2026), diketahui merupakan kapal jenis <i>roll-on\/roll-off<\/i> (roro) impor asal Jepang yang telah berusia sekitar 30 tahun. Meski demikian, Ikap menilai usia kapal bukan faktor utama penyebab kecelakaan, asalkan perawatan dilakukan secara optimal.<\/p>\n<h3>Perbedaan Karakteristik Perairan<\/h3>\n<p>Ikap memaparkan adanya perbedaan signifikan antara karakteristik perairan Jepang dan Indonesia. Di Jepang, jarak antarpulau relatif dekat, sementara Indonesia memiliki wilayah perairan terbuka dengan potensi gelombang besar yang lebih ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Karakteristik rute pelayaran yang ekstrem ini menuntut standar desain lambung kapal yang berbeda,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/933212\/basarnas-kapal-virgo-transport-8-karam-karena-dihantam-ombak-3-meter\" title=\"Basarnas: Kapal Virgo Transport 8 Karam Karena Dihantam Ombak 3 Meter\" target=\"_blank\">Basarnas: Kapal Virgo Transport 8 Karam Karena Dihantam Ombak 3 Meter<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menambahkan, kapal feri roro dari negara empat musim umumnya memiliki desain lambung tertutup penuh. Sebaliknya, kapal yang beroperasi di Indonesia sering kali memiliki bukaan pada sisi samping. Hal ini dilakukan untuk menghemat energi dan mengurangi beban pajak ruang tertutup (<i>enclosed space<\/i>), namun berisiko terhadap stabilitas jika terjadi cuaca buruk.<\/p>\n<h3>Risiko Sloshing Effect dan Muatan<\/h3>\n<p>Selain desain, Prof. Ketut juga menyoroti risiko masuknya air dalam jumlah besar ke badan kapal akibat gelombang tinggi atau pintu <i>ramp door<\/i> yang tidak kedap air. Air yang masuk ke dek tanpa sistem pompa yang memadai dapat menimbulkan efek permukaan bebas atau <i>sloshing effect<\/i>.<\/p>\n<p>&#8220;Air yang bergoyang di dalam dek menyebabkan kapal tidak stabil. Risiko ini semakin diperparah jika kendaraan yang dimuat tidak diikat (<i>lashing<\/i>) dengan benar, sehingga bergeser dan mengubah titik pusat massa kapal secara drastis,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sebagai langkah antisipasi ke depan, Ikap mendorong adanya edukasi prosedur keselamatan yang lebih ketat bagi penumpang sebelum kapal berangkat. Menurutnya, pemahaman penumpang mengenai langkah evakuasi mandiri sangat krusial untuk menghadapi situasi darurat yang tidak terduga di tengah laut. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933760\/pakar-soroti-aspek-seakeeping-dalam-insiden-kapal-virgo-transport-8\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Pakar hidrodinamika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, I Ketut Aria Pria Utama, menyoroti aspek performa kapal di laut atau seakeeping terkait insiden terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur. Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS tersebut menekankan pentingnya kesesuaian desain kapal dengan karakteristik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104115"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104115\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}