{"id":104113,"date":"2026-09-16T03:35:40","date_gmt":"2026-09-15T20:35:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/pentingnya-memahami-konteks-ingredients-produk-wellness-bagi-konsumen\/"},"modified":"2026-09-16T03:35:40","modified_gmt":"2026-09-15T20:35:40","slug":"pentingnya-memahami-konteks-ingredients-produk-wellness-bagi-konsumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/pentingnya-memahami-konteks-ingredients-produk-wellness-bagi-konsumen\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memahami Konteks Ingredients Produk Wellness bagi Konsumen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/15\/1789479781_f800ddbd43b801805485.jpg\" alt=\"Pentingnya Memahami Konteks Ingredients Produk Wellness bagi Konsumen\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERTUMBUHAN industri <i>wellness<\/i> yang pesat membawa beragam pilihan produk ke tengah masyarakat. Namun, kemudahan akses informasi di media sosial sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman yang utuh mengenai kandungan atau <i>ingredients<\/i> produk. Hal ini menuntut <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/konsumen\" title=\"konsumen\">konsumen<\/a> untuk lebih kritis dan tidak sekadar terpaku pada klaim manfaat atau nama bahan yang tercantum pada label.<\/p>\n<p>Ahli Gizi Melliana, S.Tr.Gz, menekankan bahwa konsumen sebaiknya tidak terburu-buru memberikan label &#8220;baik&#8221; atau &#8220;buruk&#8221; pada suatu kandungan hanya berdasarkan namanya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Menurutnya, setiap bahan harus dilihat berdasarkan fungsi dan konteks penggunaannya di dalam produk secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/630996\/rds-gandeng-epson-rds-ajak-pelaku-umkm-perkuat-produk-melalui-label\" title=\"RDS Gandeng Epson, RDS Ajak Pelaku UMKM Perkuat Produk Melalui Label\" target=\"_blank\">RDS Gandeng Epson, RDS Ajak Pelaku UMKM Perkuat Produk Melalui Label<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKetika melihat sebuah <i>ingredients<\/i>, konsumen sebaiknya tidak langsung memberikan label baik atau buruk hanya berdasarkan namanya. Jadi, yang penting bukan hanya mengenal nama <i>ingredients<\/i>, tetapi memahami informasi mengenai kandungan tersebut secara utuh,\u201d ujar Melliana.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa potongan informasi singkat yang sering beredar di media sosial dapat membentuk persepsi yang keliru. Tanpa pemahaman konteks, konsumen berisiko mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak utuh.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, penelusuran lebih lanjut melalui sumber kredibel atau tenaga profesional sangat disarankan sebelum memutuskan untuk menggunakan sebuah produk.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/536688\/rencana-bpom-labelisasi-galon-guna-ulang-apa-urgensinya\" title=\"Rencana BPOM Labelisasi Galon Guna Ulang, Apa Urgensinya?\" target=\"_blank\">Rencana BPOM Labelisasi Galon Guna Ulang, Apa Urgensinya?<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Edukasi sebagai Kunci Pemilihan Produk<\/h3>\n<p>Membaca <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/label-kemasan\" title=\"label kemasan\">label kemasan<\/a> memang merupakan langkah awal yang baik, namun hal itu belum cukup. Konsumen perlu memahami peran spesifik dari setiap bahan, terutama pada produk yang menawarkan klaim kesehatan tertentu. Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih aktif mencari tahu sebelum membeli menjadi momentum penting bagi <i>brand<\/i> untuk memberikan transparansi informasi.<\/p>\n<p>Kondisi ini direspons oleh LENCIR, sebuah <i>brand wellness<\/i> yang mulai aktif menggandeng tenaga profesional untuk memberikan edukasi mengenai kandungan produk mereka. Melalui pendekatan ini, LENCIR berupaya menerjemahkan istilah-istilah teknis <i>ingredients<\/i> ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat awam.<\/p>\n<p>Owner Brand LENCIR, Michelle Halim, menyatakan bahwa edukasi adalah pilar utama komunikasi mereka dengan pelanggan.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin konsumen bukan hanya mengenal produk LENCIR, tetapi juga memahami <i>ingredients<\/i> yang ada di dalamnya. Kami percaya bahwa konsumen yang mendapatkan informasi dengan baik akan lebih kritis dan lebih sadar dalam menentukan pilihan,\u201d jelas Michelle.<\/p>\n<h3>Panduan Menjadi Konsumen Kritis<\/h3>\n<p>Untuk membantu konsumen menavigasi banyaknya informasi produk <i>wellness<\/i>, berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi sebuah produk:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Pertimbangan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Tindakan Konsumen<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pembacaan Label<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Mengenali nama bahan dan urutan konsentrasinya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Fungsi &amp; Konteks<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Mencari tahu mengapa bahan tersebut digunakan dalam produk tersebut.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Validasi Informasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Menghindari klaim instan dari media sosial dan merujuk pada tenaga profesional.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kredibilitas<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Memeriksa legalitas, keamanan, dan reputasi brand.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya detail produk, diharapkan masyarakat tidak lagi sekadar mengikuti tren. Pemahaman yang utuh mengenai <i>ingredients<\/i> akan membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan mereka sendiri. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/933762\/pentingnya-memahami-konteks-ingredients-produk-wellness-bagi-konsumen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) PERTUMBUHAN industri wellness yang pesat membawa beragam pilihan produk ke tengah masyarakat. Namun, kemudahan akses informasi di media sosial sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman yang utuh mengenai kandungan atau ingredients produk. Hal ini menuntut konsumen untuk lebih kritis dan tidak sekadar terpaku pada klaim manfaat atau nama bahan yang tercantum pada label. Ahli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104114,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}