{"id":104071,"date":"2026-09-16T01:46:44","date_gmt":"2026-09-15T18:46:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/satelit-tiongkok-yaogan-50-02-pecah-43-puing-terdeteksi-di-orbit-bumi\/"},"modified":"2026-09-16T01:46:44","modified_gmt":"2026-09-15T18:46:44","slug":"satelit-tiongkok-yaogan-50-02-pecah-43-puing-terdeteksi-di-orbit-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/09\/16\/satelit-tiongkok-yaogan-50-02-pecah-43-puing-terdeteksi-di-orbit-bumi\/","title":{"rendered":"Satelit Tiongkok Yaogan-50 (02) Pecah, 43 Puing Terdeteksi di Orbit Bumi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/09\/15\/1789485005_cf1eb466cf37d53d385c.jpg\" alt=\"Satelit Tiongkok Yaogan-50 (02) Pecah, 43 Puing Terdeteksi di Orbit Bumi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Doc Futurism)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yaogan-50\" title=\"Yaogan-50\">Yaogan-50<\/a> (02) diluncurkan Tiongkok pada 15 Maret 2026 menggunakan roket <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/long-march-6a\" title=\"Long March 6A\">Long March 6A<\/a>. Satelit itu kemudian ditempatkan pada orbit sekitar 952 kilometer di atas permukaan Bumi. Jalurnya memiliki kemiringan sekitar 142 derajat dan tergolong sangat retrograde karena bergerak berlawanan arah dengan rotasi Bumi.<\/p>\n<p>Beberapa bulan setelah diluncurkan, Yaogan-50 (02) mengalami fragmentasi. Pada 4 September, Angkatan Luar Angkasa AS mencatat 43 Puing yang berasal dari pecahan satelit tersebut. Serpihan itu berada pada ketinggian sekitar 600 hingga 1.100 kilometer dari permukaan Bumi dan masih mengikuti karakteristik orbit satelit sebelumnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Yaogan-50 merupakan seri satelit penginderaan jauh yang oleh Tiongkok disebut digunakan untuk survei lahan nasional, memperkirakan hasil panen, serta mendukung pencegahan dan mitigasi bencana.<\/p>\n<h3><strong>Serpihan Berpotensi Bertahan Lama<\/strong><\/h3>\n<p>Ketinggian serpihan menjadi perhatian karena menentukan berapa lama benda tersebut dapat bertahan di orbit. Serpihan yang berada di bawah 600 kilometer biasanya lebih cepat kehilangan ketinggian akibat gesekan dengan atmosfer dan dapat kembali memasuki atmosfer Bumi dalam beberapa tahun.<\/p>\n<p>Namun, pada ketinggian sekitar 800 kilometer, serpihan dapat bertahan selama berabad-abad. Sementara itu, benda yang berada di atas 1.000 kilometer berpotensi tetap mengorbit hingga ribuan tahun.<\/p>\n<p>Keberadaan 43 serpihan tersebut juga meningkatkan kemungkinan terjadinya tabrakan dengan pesawat ruang angkasa atau benda lain yang berada di orbit. Tabrakan dapat menghasilkan pecahan baru dan memperbesar jumlah sampah antariksa.<\/p>\n<p>Hingga kini, penyebab fragmentasi Yaogan-50 (02) belum diketahui. Kemungkinan yang disebut mencakup kegagalan sistem propulsi atau baterai, maupun tabrakan dengan objek lain.<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>Gizmodo<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/933796\/satelit-tiongkok-yaogan-50-02-pecah-43-puing-terdeteksi-di-orbit-bumi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Doc Futurism) Yaogan-50 (02) diluncurkan Tiongkok pada 15 Maret 2026 menggunakan roket Long March 6A. Satelit itu kemudian ditempatkan pada orbit sekitar 952 kilometer di atas permukaan Bumi. Jalurnya memiliki kemiringan sekitar 142 derajat dan tergolong sangat retrograde karena bergerak berlawanan arah dengan rotasi Bumi. Beberapa bulan setelah diluncurkan, Yaogan-50 (02) mengalami fragmentasi. Pada 4 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":104072,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-104071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104071"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104071\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/104072"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}