
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan operasional meliputi preservasi jalan, penataan rest area, serta optimalisasi layanan informasi sebagai langkah strategis meningkatkan pengalaman perjalanan (customer experience) para pengguna jalan tol.
Penguatan layanan ini dipaparkan saat kunjungan Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa langkah penataan ini selaras dengan arahan Danantara Indonesia untuk mendorong transformasi pelayanan di tubuh BUMN. Jasa Marga mengusung visi pergeseran dari sekadar penyedia infrastructure menjadi pengembang infraculture guna memberikan pelayanan terbaik.
“Tiga pilar ini memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan (support the journey), serta layanan informasi (inform the journey),” ujar Rivan dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Penguatan pada tiga pilar operasional Jasa Marga diimplementasikan secara menyeluruh melalui berbagai inovasi dan integrasi teknologi. Pada pilar preservasi jalan, Jasa Marga menerapkan sistem TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System) serta sarana Hawkeye untuk mendeteksi kondisi jalan lebih awal, yang dipadukan dengan integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe), Weigh In Motion (WIM), dan RFID Reader untuk memperketat pengawasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) demi menekan angka kecelakaan.
Sementara pada pilar rest area, perseroan bertransformasi mengubah tempat persinggahan biasa menjadi kawasan destinasi modern yang dilengkapi fasilitas rejuvenasi, penambahan SPKLU, penguatan UMKM, urban forest area, hingga sistem pengelolaan sampah (waste management).
Seluruh rangkaian operasional tersebut disempurnakan oleh pilar layanan informasi yang mengoptimalkan integrasi data lalu lintas secara real-time melalui pusat kontrol JMTC dan disalurkan secara langsung kepada pengguna jalan lewat aplikasi Travoy serta Radio Travoy FM.
Senior Director Transportation Sector DAM, Wamildan Tsani Panjaitan, mengapresiasi inovasi digital serta tata kelola rest area Jasa Marga, seperti yang diterapkan di KM 88A dan KM 88B Tol Cipularang. Ia menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan BUMN transportasi diukur dari manfaat langsung yang dirasakan oleh publik di lapangan.
“Keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan traffic maupun pendapatan tol, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan pengguna, antara lain kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang lancar, serta keselamatan yang terjamin,” kata Wamildan.
Transformasi pelayanan ini tercermin dari kenaikan Indeks Kepuasan Pelanggan Jasa Marga tahun 2025 yang meraih skor 5,13 dari skala 6,00. Sementara pada semester I 2026, tingkat kepuasan publik terhadap respons bantuan petugas Jasa Marga di lapangan mencapai angka 98,85 persen. (H-2)
