
SENSASI takut dan terkejut saat memasuki wahana rumah hantu ternyata tidak hanya memicu teriakan histeris. Respons alami tubuh terhadap rasa takut yang intens diketahui dapat memengaruhi kinerja jantung secara signifikan.
Dokter Penyakit Dalam IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, menjelaskan bahwa saat seseorang merasa terancam, tubuh akan mengaktifkan mekanisme pertahanan alami yang dikenal sebagai respons fight-or-flight (lawan atau lari).
“Saat menghadapi ancaman, tubuh bereaksi dengan peningkatan detak jantung, denyut nadi yang lebih cepat, dan keluarnya keringat,” ujar dr. Christy. Ia menambahkan bahwa mekanisme ini sebenarnya bertujuan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi atau menghindari situasi berbahaya.
Mekanisme Hormonal dan Beban Jantung
Dalam kondisi takut yang intens, sistem saraf simpatis akan aktif dan memicu pelepasan hormon, termasuk adrenalin. Hal ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat guna menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Di saat yang sama, pembuluh darah dapat menyempit yang berujung pada peningkatan tekanan darah.
Kombinasi antara detak jantung yang cepat dan tekanan darah tinggi ini meningkatkan beban kerja jantung secara drastis. Kondisi ini sangat berisiko bagi kelompok individu tertentu.
| Kelompok Berisiko Tinggi | Dampak Lonjakan Adrenalin |
|---|---|
| Penderita Hipertensi | Pelemahan otot jantung |
| Penyakit Arteri Koroner | Gagal jantung |
| Gangguan Irama Jantung | Serangan jantung (meski jarang terjadi) |
| Riwayat Sering Pingsan | Risiko fatalitas akibat ketakutan hebat |
Langkah Pertolongan Pertama
Jika ditemukan seseorang pingsan setelah mengalami ketakutan hebat di wahana permainan, dr. Christy menyarankan langkah-langkah mitigasi berikut:
- Baringkan korban dalam posisi telentang.
- Jika tidak ada cedera fisik dan korban masih bernapas, angkat kaki sekitar 30 sentimeter lebih tinggi dari posisi jantung.
- Longgarkan pakaian yang ketat untuk melancarkan sirkulasi.
- Pastikan korban tidak langsung berdiri setelah sadar kembali.
- Jika korban tidak sadar dalam waktu satu menit, segera hubungi layanan darurat.
- Periksa napas dan denyut nadi. Jika napas terhenti, segera lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) hingga bantuan medis tiba.
Meskipun kejadian fatal di wahana rumah hantu tergolong sangat jarang, dr. Christy menekankan pentingnya pertimbangan kondisi kesehatan jantung sebelum memutuskan untuk mengikuti aktivitas yang memicu rangsangan ketakutan intens. (Z-1)
