
SEMANGATÂ berkontribusi kepada bangsa hadir dalam berbagai bentuk. Bagi banyak generasi muda, kontribusi itu kini dapat diwujudkan melalui ide, kreativitas, dan kepedulian yang dibagikan di ruang digital untuk mengajak orang lain belajar dan ikut menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitar.
Semangat ini juga tercermin dalam perjalanan tiga kreator muda Jerhemy Owen, yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui berbagai inisiatif pelestarian alam; Elsa Novia yang memperkenalkan kembali sejarah dan budaya Tionghoa-Indonesia kepada generasi muda serta Hendri Alejandro, yang memanfaatkan ekosistem affiliate dan LIVE Shopping untuk membuka peluang bagi UMKM dan masyarakat di Desa Ibun, Bandung.
1. Konten Lingkungan
Jerhemy Owen sering membuat konten tentang isu keberlanjutan lingkungan melalui konten perjalanan dan storytelling yang menarik. Melalui kontennya, Owen mengajak jutaan pengikutnya untuk lebih peduli terhadap alam dan menerapkan praktik perjalanan yang bertanggung jawab. Saat ditemui Media Indonesia di acara Media Gathering #Serunya17an: Karya
Positif untuk Indonesia – Cara Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Menggerakkan
Perubahan Nyata yang digelar di Amanaia Satrio, Jakarta Selatan, Selasa (18/8), Owen mengatakan pada 2025 ia menginisiasi gerakan Wenanam.
Gerakan ini merupakan sebuah kampanye yang mengajak masyarakat berkontribusi dalam penanaman pohon melalui partisipasi di media sosial. Inisiatif ini berhasil menanam lebih dari 10.000 pohon yang berkontribusi pada pemulihan lebih dari 24 hektare kawasan hutan sekaligus mendukung kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Owen juga telah melanjutkan inisiatif ini dengan mengumpulkan hingga 250.000 bibit yang mulai ditanam pada Juli 2026 di kawasan Hutan Lindung di Aceh sebagai bagian upaya restorasi setelah banjir bandang.
2. Konten Budaya
Elsa Novia mengangkat sejarah dan budaya komunitas Tionghoa-Indonesia, khususnya Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng, melalui konten yang edukatif dan mudah dipahami. Elsa juga mengelola Benteng Walking Tour, tur budaya yang mengajak masyarakat menjelajahi berbagai situs warisan Tionghoa di Tangerang.
Kontennya mendapat perhatian dari masyarakat, media, serta Pemerintah Kota Tangerang untuk mendorong pengesahan makam Kapitan Tionghoa sebagai cagar budaya, sekaligus mempertemukannya dengan kreator budaya lain yang kini membangun komunitas untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.
3. Hendri Alejandro
Hendri Alejandro merupakan kreator afiliasi TikTok Shop by Tokopedia, entrepreneur, sekaligus pendiri Ibun Mall, sebuah akun afiliasi yang dibangun untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di Desa Ibun, Bandung, Jawa Barat.
Melalui Live Shopping, Hendri memanfaatkan ekosistem afiliasi untuk membantu meningkatkan penemuan (product discovery) dan penjualan berbagai produk dari label lokal, sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat di sekitarnya untuk ikut berkembang di ekonomi digital.
Saat ini, Ibun Mall telah mendukung lebih dari 30 UMKM lokal dan bekerja sama dengan lebih dari 100 host LIVE. Hendri juga mendirikan Komunitas Host 1 Miliar, yang kini beranggotakan lebih dari 300 kreator dari berbagai daerah di Indonesia sebagai wadah untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama.
Selain itu, melalui komunitas Ibun Mall, Hendri telah menjalin kolaborasi dengan lebih dari 100 merek nasional untuk menghadirkan berbagai pelatihan seputar siaran live bagi para kreator. (Nas/P-3)
