
PARA peneliti berhasil melacak pergerakan pusaran air samudra raksasa di lepas pantai Afrika Tengah selama 49 hari. Pusaran air jenis anticyclonic eddy ini terbukti mampu membawa volume air tawar yang sangat besar dari Sungai Kongo hingga sejauh 200 kilometer (124 mil) ke arah lautan lepas Samudra Atlantik.
Sebagai sungai terbesar kedua di dunia berdasarkan volume debitnya, Sungai Kongo melepaskan sekitar 40.000 meter kubik air tawar setiap detik ke Samudra Atlantik. Namun, bagaimana air tawar beserta nutrisi di dalamnya menyebar ke lautan lepas sebelumnya belum terpeta secara mendetail.
Melalui studi yang dipublikasikan di jurnal Journal of Geophysical Research: Oceans, tim peneliti memanfaatkan model komputer beresolusi tinggi NEMO yang dipadukan dengan pengamatan satelit serta pengukuran langsung di laut. Hasil analisis mengonfirmasi penyebaran air tawar ini tidak berlangsung secara lambat atau konstan, melainkan didorong oleh fenomena arus laut berdurasi singkat namun berdaya kuat.
Salah satu fenomena menonjol terdeteksi pada Maret hingga April 2016. Sebuah pusaran air antisiklonik raksasa, yang berputar berlawanan arah jarum jam di Belahan Bumi Selatan, terbentuk tepat di dekat area semburan air tawar Sungai Kongo.
Pusaran air tersebut bertahan selama 49 hari dan terus membesar hingga mencapai radius sekitar 150 kilometer. Saat berputar, pusaran ini mengurung air tawar berkalinitas rendah dari Sungai Kongo di bagian pusatnya, lalu membawanya bergerak ke arah barat sejauh 200 kilometer meninggalkan garis pantai sebelum akhirnya terurai.
Untuk memastikan asal-usul air yang terperangkap di dalam pusaran tersebut, para peneliti menjalankan simulasi pelacakan partikel. Mereka melepaskan lebih dari 5.000 partikel virtual di dalam model komputer dan melacak pergerakannya secara mundur. Hasilnya mengonfirmasi bahwa air yang berada di pusat pusaran pada bulan April berasal dari area selatan semburan Sungai Kongo pada awal Maret.
Temuan ini membuktikan peran krusial pusaran air laut skala menengah (mesoscale eddies) dalam mendistribusikan air tawar, karbon organik terlarut, serta nutrisi dari daratan jauh ke Samudra Atlantik tropis. Material-material ini sangat penting bagi kelangsungan ekosistem laut dan perikanan kawasan. Meski demikian, para peneliti menyayangkan bahwa analisis mendalam ini baru berfokus pada rekaman data satu tahun penuh, sehingga penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami variasi antar-tahun. (Earth/Z-2)
