
MENCAMPURKAN minuman energi dengan alkohol dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Kandungan kafein dalam minuman energi tidak menghilangkan efek alkohol pada tubuh.
Sebaliknya, kafein dapat membuat seseorang merasa tidak terlalu mabuk sehingga berpotensi mengonsumsi lebih banyak alkohol dan mengalami gangguan akibat alkohol yang lebih berat.
Minuman energi umumnya mengandung kafein dalam jumlah cukup tinggi serta bahan stimulan lain yang dapat meningkatkan kewaspadaan, detak jantung, dan tekanan darah. Ketika dicampurkan dengan alkohol, efek stimulan tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih waspada meskipun kemampuan tubuh akibat alkohol tetap terganggu.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kafein tidak mengurangi efek alkohol terhadap tubuh. Rasa lebih berenergi atau lebih sadar setelah mengonsumsi campuran tersebut justru dapat membuat seseorang salah menilai tingkat mabuknya dan terus minum.
Salah satu bahaya utama dari kombinasi alkohol dan minuman energi adalah meningkatnya kemungkinan binge drinking atau konsumsi alkohol dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
CDC menyebut orang yang mencampurkan alkohol dengan minuman energi lebih mungkin melaporkan perilaku binge drinking dibandingkan mereka yang tidak mencampurkannya.
Kafein yang menutupi sebagian rasa kantuk dan sedasi akibat alkohol juga dapat membuat seseorang merasa masih mampu beraktivitas, padahal koordinasi, penilaian, dan kemampuan mengambil keputusan tetap terganggu. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera.
Berisiko terhadap Jantung
Kombinasi alkohol dan kafein dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dengan meningkatkan tekanan darah dan memicu detak jantung tidak teratur. Minuman energi juga dapat meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung akibat kandungan kafein dan stimulan lainnya, bahkan berpotensi memengaruhi sistem kelistrikan jantung.
Risiko ini perlu lebih diwaspadai oleh orang dengan kondisi jantung tertentu atau yang mengonsumsi zat lain yang dapat memengaruhi fungsi jantung. Kombinasi alkohol dan kafein dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan serta membuat seseorang merasa lebih sadar, meski kemampuan tubuh tetap terganggu akibat alkohol.
Kondisi ini dapat mendorong perilaku berisiko, seperti mengemudi setelah minum, mengalami cedera, atau melakukan aktivitas seksual berisiko. CDC juga mencatat bahwa anak muda yang mencampurkan alkohol dan minuman energi lebih sering melaporkan perilaku berisiko tersebut. (H-4)
