PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perkuat Budaya Pencegahan Penyakit
Petugas puskesmas mengecek kondisi kesehatan telinga santri saat layanan jemput bola program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Darus Solihin, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026)(ANTARA/MAKNA ZAEZAR)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang layak diapresiasi. Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menilai program CKG mendorong pergeseran penekanan layanan kesehatan, dari yang selama ini banyak berfokus pada pengobatan menuju penguatan pencegahan dan deteksi dini.

“PSI memandang perluasan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya pencegahan dan deteksi dini di masyarakat. Pemeriksaan rutin memungkinkan faktor risiko dan penyakit ditemukan lebih awal, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang komplikasi dapat ditekan,” kata Endang melalui keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Endang menilai kebijakan ini juga memiliki manfaat ekonomi. Pada banyak kasus, semakin dini suatu penyakit terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat, sehingga beban biaya bagi masyarakat maupun negara dapat ditekan.

 “Karena itu, kami mendukung dan mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, mudah diakses, dan berorientasi pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Endang.

Ke depan, Enda menyarankan, program ini perlu diperkuat dengan memastikan kualitas pemeriksaan, ketepatan tindak lanjut, ketersediaan obat dan layanan rujukan, serta integrasi data kesehatan, sehingga menghasilkan manfaat optimal bagi seluruh rakyat.

Sebelumnya, pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program CKG yang mulai dilaksanakan pada Februari 2025 tersebut telah menjangkau 108 juta orang, dengan layanan tersedia di 10.255 Puskesmas di 38 provinsi. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *