
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil mengidentifikasi 68 orang korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8).
“Hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa,” UJAR Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin.
Sebanyak 68 korban meninggal, kata Berton, ada di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa. BNPB juga mendata bahwa terdapat 213 orang yang mengalami luka-luka.
Data BNPB menunjukkan terjadi 1.576 gempa susulan di NTT. Gempa susulan dengan kekuatan 6,2 magnitude terjadi tiga kali. Sedangkan 1.500 gempa lainnya yang tidak terasa.
“Kami akan laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan. Kita selalu berharap dan berdoa agar tidak ada lagi tambahan dari jiwa yang meninggal maupun yang luka-luka,” kata Berton.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan sejak hari pertama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga hadir di NTT meninjau penanganan gempa.
“Kita sudah berada di NTT sejak hari pertama untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” kata Pratikno. (Ant/H-4)
