Pentingnya Kemerdekaan Diterjemahkan ke Kehidupan Anak Didik
Upacara 17 Agustus 2026 di Global Sevilla School.(Dok. Global Sevilla School)

MEMAKNAI perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dunia pendidikan kembali diingatkan pada pentingnya memerdekakan potensi anak didik secara utuh. Kemerdekaan bukan hanya tentang kebebasan untuk berpikir dan memilih, tetapi juga tentang kemampuan untuk menentukan arah dengan kesadaran dan tanggung jawab. Hal tersebut ditanamkan oleh salah satu sekolah berstandar internasional di Jakarta, Global Sevilla School.

“Anak perlu memiliki ruang untuk bertanya, menyampaikan gagasan, dan membangun pemikirannya sendiri. Pada saat yang sama, mereka perlu belajar mengelola diri, memahami konsekuensi dari setiap pilihan, dan menggunakan kebebasan dengan bijaksana. Di sinilah pendidikan karakter menjadi bagian penting dari tanggung jawab kita dalam membentuk generasi penerus,” kata Andrew J Jules Soebali, Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur.

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, Global Sevilla School menggelar upacara memperingati kemerdekaan dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Dalam peringatan itu, Board of Governor Global Sevilla School, Omi Komaria Madjid membacakan Teks Proklamasi.

Lalu Shanika Thanaa Stokhorst, putri aktor Rionaldo Valentini Stokhorst, menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera. Kemudian, Cleo Deomora Sihotang, putri musisi Judika Nalom Abadi Sihotang, tampil dalam modern dance.

Makna Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur bagi Global Sevilla diwujudkan melalui pendidikan yang membentuk generasi muda merdeka dalam berpikir, berdaulat atas diri, dan bertanggung jawab dalam bertindak.

Dalam konteks pendidikan, Global Sevilla menerjemahkan berdaulat sebagai kemampuan berpikir jernih, menguasai diri, membedakan fakta dari informasi yang menyesatkan, serta menggunakan teknologi secara bijaksana.

Adil berarti menciptakan lingkungan di mana setiap anak merasa aman, didengar, dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang. Sementara makmur dipahami sebagai berkembangnya pengetahuan, kesehatan, lingkungan yang terjaga, kehidupan yang damai, serta kemampuan untuk memberi manfaat kepada sesama.

“Ketika kemerdekaan diterjemahkan ke dalam kehidupan anak, sekolah harus menjadi tempat di mana mereka merasa aman untuk berpikir, bertanya, menyampaikan pendapat dan belajar dari kesalahan. Kemerdekaan dalam berpikir tidak berarti anak bebas tanpa batas, tetapi memiliki kemampuan untuk memilih dengan sadar, menghargai orang lain dan bertanggung jawab atas tindakannya,” ujar Purborini Sulistiyo, Head of School Pulo Mas dan Sekretaris Yayasan Budi Pekerti Luhur.

Sebagai A Leading Mindfulness-based School dengan misi “Nurturing Global Students with Character”, Global Sevilla mengintegrasikan nilai Giving, Compassion, dan Self-Control dalam pendidikan karakter. Melalui mindfulness, siswa diajak untuk berhenti sejenak, mengenali pikiran dan emosi, kemudian memilih respons secara sadar. Dalam pendekatan ini, kebebasan tidak dimaknai sebagai tindakan semaunya, melainkan sebagai kemampuan memilih dengan baik dan bertanggung jawab.

Semangat itu juga diwujudkan melalui nilai P.R.I.D.E. (Passionate & Proactive; Respectful of Diversity; Improve Lives of Others; Dedicated & Determined; serta memperjuangkan Excellence for All) yang mendorong siswa untuk menghormati keberagaman, memperbaiki kehidupan orang lain, memiliki ketekunan, dan mengejar keunggulan bagi semua. (Nas/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *