
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan seluruh kebutuhan perawatan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Hal itu disampaikan Sudaryono saat mengunjungi salah satu korban yang masih menjalani perawatan di PICU/ICU anak Rumah Sakit Haji Medan.
Sudaryono mengatakan, biaya perawatan korban saat ini ditangani melalui Universal Health Coverage (UHC), program jaminan kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, pemerintah daerah Sumatra Utara, serta Pemerintah Kabupaten Karo atas dukungan terhadap penanganan korban.
“Saya terima kasih, saya ucapkan terima kasih pada Gubernur Bobby dan juga Wali Kota dan pemerintah daerah di Sumut dan juga di Karo bahwa untuk biayanya tadi ada UHC,” kata Sudaryono.
Namun, Sudaryono meminta pihak rumah sakit segera menghubunginya apabila terdapat kebutuhan pengobatan atau biaya lain yang tidak ditanggung melalui skema tersebut.
“Manakala nanti ada, Bu, misalnya tidak di-cover atau tidak bisa masuk, tolong kasih tahu saya,” ujarnya.
Ia menegaskan BGN akan memastikan kebutuhan korban yang tidak ter-cover dapat segera ditangani.
“Saya pokoknya, saya butuh semua yang sakit ini kemudian segera sehat. Perlu obat apa, perlu apa yang tidak di-cover, Ibu kasih tahu saya,” kata Sudaryono.
Sementara itu, korban yang dikunjungi Sudaryono telah memasuki hari ketiga perawatan di PICU. Berdasarkan laporan dokter yang merawat, kondisi pasien berangsur membaik meski masih membutuhkan penanganan intensif.
Sudaryono mengatakan pasien mendapatkan penanganan antara lain dengan mengistirahatkan saluran pencernaan, pemberian antibiotik dan obat antinyeri.
“Dibandingkan pertama kali masuk, dan kemarin, dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU,” ujarnya.
Ia berharap kondisi korban segera membaik sehingga dapat dipindahkan dari ruang intensif ke ruang perawatan biasa.
“Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu, dua hari ini. Tidak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari,” kata Sudaryono.
