PSI Minta Penyaluran MBG Prioritaskan Wilayah 3T dan Daerah Stunting
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan serangkaian evaluasi dan efisiensi.

Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menilai bahwa fase krusial pelaksanaan MBG selanjutnya harus berfokus pada pemerataan sebaran ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

“Pesan Presiden jelas: tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal karena persoalan gizi. Karena itu, mereka yang tinggal di daerah dengan persoalan stunting paling berat harus menjadi prioritas MBG,” ujar Grace dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/8/2026).

Grace membeberkan bahwa persebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini masih mengalami ketimpangan. Lima provinsi dengan angka stunting tertinggi, yakni Papua Pegunungan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya bahkan belum mengantongi 2 persen dari total sekitar 28 ribu SPPG yang beroperasi secara nasional.

Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah untuk menetapkan tingkat keterpencilan, kemiskinan, dan prevalensi stunting sebagai tolok ukur utama penentuan titik lokasi operasional SPPG baru.

“Jangan sampai MBG paling cepat berkembang di wilayah yang paling mudah dilayani, sementara anak-anak yang paling membutuhkan justru menunggu paling belakang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Grace menyarankan agar skema penerapan MBG di wilayah 3T tidak disamaratakan dengan daerah perkotaan atau Pulau Jawa. Pemerintah diimbau memberikan fleksibilitas dengan mengoptimalkan komoditas pangan lokal serta memberdayakan masyarakat dan UMKM sekitar.

Langkah ini dinilai tak hanya efektif menjangkau anak-anak di daerah terisolasi, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“MBG adalah investasi untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Kalau semangatnya tidak boleh ada anak yang tertinggal, maka yang paling membutuhkan harus kita datangi lebih dulu. MBG harus hadir paling kuat di tempat yang selama ini paling sulit dijangkau negara,” pungkas Grace.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *