Bahaya Judi Online di Kalangan Mahasiswa, Terkait Gangguan Mental Berat
ilustrasi(Magnific)

KEMUDAHAN akses judi online melalui smartphone kini menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mental mahasiswa. Sebuah studi terbaru mengungkap mahasiswa yang memiliki masalah dengan kecanduan judi berisiko jauh lebih tinggi mengalami berbagai gangguan mental berat, mulai dari kecemasan ekstrem, depresi, hingga munculnya kecenderungan untuk mengakhiri hidup.

Riset yang menguji hubungan antara perilaku judi dan kondisi psikologis di lingkungan perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa kecanduan judi bukan sekadar masalah finansial belaka. Keterlibatan dalam judi online sering kali menjadi lingkaran setan yang memperburuk kondisi emosional dan akademik mahasiswa.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menemukan bahwa mahasiswa yang tergolong sebagai pemuda dengan masalah perjudian (problem gamblers) melaporkan tingkat stres dan depresi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan sebaya mereka yang tidak bertaruh. Rasa bersalah akibat kekalahan, tekanan finansial yang menumpuk, serta keterasingan sosial menjadi pemicu utama yang memperparah beban mental mereka.

Kondisi ini kian memprihatinkan karena banyak mahasiswa yang menjadikan aktivitas judi sebagai mekanisme pelarian (coping mechanism) dari tekanan akademis atau masalah pribadi. Namun, bukannya memberikan kesenangan sementara, kebiasaan tersebut justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental yang lebih kompleks dan persisten.

Selain memicu depresi, ketergantungan pada judi juga berdampak langsung pada penurunan prestasi akademik dan interaksi sosial di kampus. Banyak mahasiswa yang terjebak masalah ini cenderung menarik diri dari pergaulan, membolos kuliah, hingga mengalami masalah tidur kronis akibat cemas memikirkan kerugian finansial yang mereka alami.

Para peneliti menekankan pentingnya intervensi awal dari pihak pengelola perguruan tinggi dan penyedia layanan kesehatan mental. Fasilitas konseling di kampus imbau untuk lebih peka dalam mengidentifikasi tanda-tanda kecanduan judi pada mahasiswa, mengingat perilakunya sering kali tersembunyi dibandingkan dengan gangguan kecanduan zat atau alkohol.

Melalui temuan ini, lembaga pendidikan diharapkan dapat memperkuat program edukasi mengenai bahaya judi online serta menyediakan layanan dukungan psikologis yang lebih terjangkau. Langkah ini penting untuk membantu mahasiswa lepas dari jerat perjudian sebelum dampaknya merusak masa depan dan kesehatan mental mereka secara permanen. (Earth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *