
TIGA dekade perjalanan BUBU di industri digital Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masa lalu. Dalam perayaan BUBU 30th Anniversary, BUBU memperkenalkan BUBU Foundation sebagai langkah untuk membuka akses pendidikan, mentorship, teknologi, kewirausahaan, dan berbagai peluang bagi generasi muda Indonesia.
BUBU Foundation menjadi bagian dari arah baru BUBU setelah 30 tahun membangun bisnis sekaligus ikut berkembang bersama ekosistem digital Indonesia. Inisiatif tersebut ditujukan terutama bagi talenta muda yang memiliki potensi, tetapi belum mendapatkan akses yang cukup terhadap jaringan, pengetahuan, dan kesempatan untuk berkembang.
Founder & CEO BUBU, Shinta W. Dhanuwardoyo, mengatakan perjalanan tiga dekade membuat dirinya melihat bahwa membangun perusahaan bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Dulu saya berpikir tentang how big a company I could build. Sekarang saya lebih banyak berpikir: how many people can we help become successful? How many doors can we open?”
BUBU Foundation, Warisan untuk Generasi Baru
Bagi BUBU, memasuki usia 30 tahun menjadi titik untuk mengubah cara melihat sebuah legacy. Jika sebelumnya fokus utama berada pada membangun perusahaan dan ekosistem digital, kini pengalaman tersebut ingin diteruskan kepada orang-orang yang akan mengisi ekosistem berikutnya.
Melalui BUBU Foundation, pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang telah dibangun selama tiga dekade diarahkan untuk memberikan akses lebih luas kepada talenta muda.
Pendidikan dan mentorship menjadi bagian penting karena generasi muda tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang dapat membuka wawasan dan jaringan baru.
Langkah tersebut sejalan dengan perjalanan Shinta selama berada di industri teknologi. Sejak mendirikan BUBU pada 1996, ia telah terlibat dalam berbagai inisiatif di bidang digital, startup, teknologi, hingga esports. Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya bahwa ekosistem tidak dapat berkembang jika hanya diisi oleh satu generasi.
Dari Membangun Perusahaan ke Membangun Manusia
Perubahan fokus tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam perayaan 30 tahun BUBU. Setelah melewati berbagai fase perkembangan industri digital, tantangan berikutnya bukan sekadar mengikuti teknologi yang terus berubah, melainkan memastikan semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk ikut tumbuh.
Shinta sebelumnya juga menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. Pemahaman terhadap manusia dan budaya tetap menjadi bagian penting untuk menjaga relevansi di tengah perubahan.
Pandangan itu kemudian diterjemahkan ke dalam gagasan yang lebih luas: membangun manusia yang mampu menciptakan perubahan.
Karena itu, BUBU Foundation tidak hanya diarahkan untuk memberikan akses, tetapi juga menjadi jembatan bagi talenta muda untuk mendapatkan pengetahuan, mentor, teknologi, jaringan, hingga peluang yang sebelumnya mungkin sulit mereka jangkau.
Menuju “The Next 30 Years”
Perayaan tiga dekade BUBU sekaligus menjadi titik awal untuk melihat perjalanan berikutnya. Jika 30 tahun pertama banyak diwarnai dengan perjalanan membangun dan beradaptasi bersama perkembangan industri digital Indonesia, tiga dekade selanjutnya diarahkan untuk memperluas dampak.
Shinta ingin membawa talenta, kreativitas, dan budaya Indonesia serta Asia Tenggara ke panggung yang lebih luas.
“The first 30 years were about proving that Indonesia could participate in the digital future. The next 30 years, I want to prove that Indonesia and Southeast Asia can help shape the world’s culture.”
Visi tersebut menjadi bagian dari transformasi BUBU sebagai Cultural Intelligence Agency, yang membantu brand dan organisasi memahami perubahan budaya, komunitas, teknologi, serta generasi baru.
Namun, perubahan BUBU tidak berhenti pada transformasi bisnis. BUBU juga ingin memperkuat ekosistem melalui BUBU Society, jaringan yang mempertemukan orang-orang yang pernah tumbuh bersama BUBU dengan founders, creators, executives, investors, technologists, dan generasi pemimpin berikutnya.
Dengan demikian, BUBU Society dan BUBU Foundation menjadi dua bagian yang saling melengkapi. Jika BUBU Society memperkuat jaringan dan kolaborasi, BUBU Foundation diarahkan untuk membuka akses bagi generasi yang baru akan memasuki ekosistem.
Tetap Belajar agar Tidak Kehilangan Relevansi
Memasuki tiga dekade berikutnya, Shinta juga membawa filosofi The Timeless Entrepreneur, yakni kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan reinvention tanpa kehilangan tujuan dan nilai yang diyakini.
Menurutnya, usia bukan alasan seseorang menjadi tidak relevan. Justru rasa ingin tahu yang hilang dapat membuat seseorang tertinggal.
“A timeless entrepreneur doesn’t chase every trend. We understand what is changing, but stay grounded in who we are. Age doesn’t make you irrelevant. Losing curiosity does.”
Semangat tersebut menjadi relevan bagi BUBU yang telah melewati perubahan besar sejak era awal internet hingga perkembangan teknologi saat ini. Perjalanan Shinta di industri digital sendiri telah berlangsung sejak pendirian BUBU pada 1996, ketika perusahaan tersebut bermula sebagai web development company.
Kini, setelah 30 tahun, arah perjalanan BUBU mulai diperluas. Bukan hanya tentang perusahaan apa yang dapat dibangun, tetapi juga tentang berapa banyak orang yang dapat tumbuh bersama ekosistem tersebut.
BUBU Foundation menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan gagasan itu: membuka pintu, membangun manusia, dan menciptakan dampak bagi generasi berikutnya.
Dengan semangat tersebut, tiga dekade pertama BUBU menjadi fondasi, sementara The Next 30 Years menjadi kesempatan untuk membawa lebih banyak talenta Indonesia dan Asia Tenggara ikut membentuk masa depan.
