
PENGUATAN ekosistem riset dan inovasi menjadi salah satu kunci meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global. Upaya tersebut antara lain didorong melalui kompetisi ilmiah internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai jenjang pendidikan dan negara.
Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (UP) bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) menggelar The 6th World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Ajang tersebut diikuti 248 tim dari 10 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Tailan, dan Vietnam.
Kompetisi mencakup tujuh bidang strategis, yakni Life Sciences, Mathematics, Energy and Engineering, Environment, Physics, Technology, dan Social Sciences. Peserta terbagi dalam kategori elementary, secondary, dan university.
WSEEC 2026 digelar secara hybrid. Kompetisi daring berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 dengan 176 tim, sedangkan gelaran luring diikuti 72 tim pada 11–14 Agustus 2026 di kampus UP, Jakarta.
Rektor UP Prof Adnan Hamid mengatakan WSEEC tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, mengembangkan kreativitas, serta membangun jejaring internasional melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
“Kami merasa bangga Fakultas Farmasi Universitas Pancasila mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah kompetisi internasional yang bergengsi ini,” ujar Adnan, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, keterlibatan peserta dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi penting untuk membangun budaya riset sejak usia dini. Kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, kreativitas, dan kolaborasi perlu dikembangkan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Kompetisi seperti WSEEC memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi sejak usia dini, sekaligus mempersiapkan generasi berikutnya untuk menjadi ilmuwan, insinyur, inovator, dan pemimpin masa depan,” katanya.
Dari Indonesia, delegasi mahasiswa UP berhasil meraih lima Gold Medal, delapan Silver Medal, dan satu Bronze Medal pada bidang Life Science, Technology, dan Environment.
Pembukaan kompetisi luring ditandai pemukulan gong oleh Wakil Rektor III UP Muhammad Rizky Aldila didampingi President IYSA Deni Irawan. Penyelenggaraan WSEEC dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia memperkuat sumber daya manusia yang mampu menghasilkan penelitian terapan dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kesehatan, lingkungan, energi, teknologi hingga persoalan sosial.
Adnan menekankan peserta tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi juga memanfaatkan kompetisi sebagai ruang belajar dan membangun kolaborasi lintas negara.
“Jangan hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga manfaatkan kesempatan ini untuk belajar satu sama lain, bertukar perspektif, serta membangun persahabatan internasional,” tuturnya.
Dengan WSEEC 2026, UP dan IYSA berharap lahir gagasan kreatif, penelitian terapan, serta jejaring kolaborasi baru yang dapat memperkuat regenerasi ilmuwan dan inovator Indonesia sekaligus memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai isu global.
