Tata Cara Sholat Istikharah Lengkap dengan Niatnya
Berikut Niat Sholat Istikharah(magnifik)

SHOLAT Istikharah adalah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon petunjuk, pilihan terbaik, dan kemudahan dari Allah SWT ketika seseorang sedang menghadapi suatu pilihan atau perkara yang membutuhkan keputusan.

Sholat ini dikerjakan sebanyak dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan doa Istikharah.

Bacaan Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin

Ushalli sunnatal istikharati rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya

“Aku berniat sholat sunah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Rakaat Pertama

  • Berwudu terlebih dahulu.
  • Berdiri menghadap kiblat.
  • Membaca niat sholat Istikharah.
  • Melakukan takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah jika dikehendaki.
  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an setelah Al-Fatihah.
  • Rukuk.
  • Bangkit dari rukuk.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Berdiri untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua

  • Membaca Surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
  • Rukuk.
  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Membaca tasyahud, shalawat, dan doa.
  • Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ

Bacaan Latin

Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as’aluka min fadhlikal-‘azhim.

Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung.”

Dalam doa tersebut, seseorang menyebutkan perkara yang sedang dipertimbangkan, kemudian memohon agar Allah menetapkan perkara tersebut jika memang baik bagi agama, kehidupan, dan akibat urusannya.

Jika buruk, memohon agar Allah menjauhkannya dan memberikan pilihan yang lebih baik. Sholat Istikharah dapat dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunah.

Banyak orang memilih melakukannya pada malam hari karena suasananya lebih tenang, tetapi tidak ada keharusan harus dilakukan setelah Isya atau sebelum tidur. (Z-4)

Sumber: zalora, ruangguru



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *